Pemerintah Desa Lamawohong Ajuhkan Sertifikasi Tanah Pekarangan Warga
Penulis: Frans Kolong Muda/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 23 Agu 2021, 22:21:01 WIB Desa Kita
Pemerintah Desa Lamawohong Ajuhkan Sertifikasi Tanah Pekarangan Warga

Kepala Desa Lamawohong, Dominikus Gasihala Kewuan


Larantuka, Florespos.net-Pemerintah Desa Lamawohong, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur (Flotim), sudah mengajukan pemintaan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) melakukan sertifikasi tanah pekarangan atau kintal milik semua keluarga di desa tersebut.

Kepala Desa (Kades) Lamawohong, Dominikus Gasihala Kewuan, kepada Florespos.net di kantor desa setempat, Senin (23/8/2021) mengatakan, selaku pejabat Pemerintahan Desa, dia sudah menemui Kepala Bidang Pengukuran dan Sertifikasi Tanah di Kantor BPN Flotim, awal Agustus 2021.

Pendekatan dan konsultasi yang telah dilakukan Kades Diminikus bermaksud memohon BPN Flotim bersedia melayani masyarakat dalam program pengukuran dan menerbitkan sertifikat tanah pekarangan bagi semua keluarga di Lamawohong.

Baca Lainnya :

“Sertifikat tanah wajib dimiliki setiap keluarga atau pemilik tanah. Sertifikat sebagai dasar hukum dan bukti kepemilikan tanah masyarakat. Pemdes memandang penting agar setiap keluarga atau masyarakat yang memiliki tanah wajib memiliki sertifikat tanah,” kata Kades Dominikus.

Dominikus mengaku, sudah membangun konsultasi lisan dengan Kepala Bidang Pengukuran dan Sertifikasi Tanah di Kantor BPN Flotim. Dalam momen konsultasi pada awal Agustus 2021, pejabat Bidang Pengukuran dan Sertifikasi Tanah BPN Flotim menyatakan kesediaan untuk melakukan pengukuran dan penerbitan sertifikat tanah masyarakat Lamawohong.

Sesuai arahan, sebelum petugas teknis BPN ke Lamawohong melakukan kegiatan pengukuran semua bidang tanah pekarangan masyarakat, tanah pertanian/perkebunan, tanah sarana umum seperti tanah rumah ibadah gereja, sekolah dasar, TKK/PAUD, Kantor Desa, dan tanah Balai Desa, Pemdes Lamawohong mesti lebih dahulu melakukan pendataan semua bidang tanah sekaligus melakukan pengukuran awal serta menyiapkan pilar batas. Pendataan awal segera dilakukan Pemdes Desa melalui para ketua RT.

Setelah data base bidang tanah masyarakat dan pilar batas disiapkan Pemdes Lamawohong, sesuai kesepakatan, petugas BPN Flotim dalam rencana pada akhir Oktober atau awal November 2021 ke Lamawohong melakukan kegiatan pengukuran ulang bidang tanah sekaligus memancang pilar batas tanah dan selanjutnya proses penerbitan sertifikat.

Dominikus mengharapkan setiap keluarga di Lamawohong mendukung niat baik Pemdes dalam program pelayaman bagi masyarakat mendapatkan sertifikat tanah pekarangan, tanah pertanian/perkebunan dan tanah sarana umum. Sertifikat tanah sebagai bukti kepemilikan hak atas tanah dan wajib dimiliki masyarakat di tingkat desa.

Alexius Wura Werang (53), salah seorang Kepala Keluarga (Kk) di Desa Lamawohong menanggapi rencana kegiatan sertifikasi tanah masyarakat kepada media ini, Senin (23/8/2021) siang menyampaikan dukungan positif dan siap mengikuti kegiatan sertifikasi tanah pekarangan di desanya.

“Sertifikat tanah harus dimiliki setiap keluarga. Sebagai masyarakat kami mendukung kegiatan sertifikasi dari BPN Flotim,” katanya.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment