Pembangunan Bak Resevoir Desa Lewograran Dibiayai Dana Desa 2021
Penulis: Frans Kolong Muda/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 23 Jul 2021, 17:13:05 WIB Desa Kita
Pembangunan Bak Resevoir Desa Lewograran Dibiayai Dana Desa 2021

Kepala Desa Lewograran, Mateus Buto Wujon


Larantuka, Florespos.net-Kegiatan pembangunan bak reservoir  (penampung) air dan tempat sarana cuci tangan (TSCT) masyarakat dan disabilitas di Desa Lewograran, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur (Flotim), dibiayai Dana Desa (DD) Tahun 2021 sebesar Rp61.010.000. Pembangunan sudah rampung dan siap dimanfaatkan.

Kepala Desa Lewograran, Mateus Buto Wujon yang akrab disapa Yanto kepada Florespos.net, Jumat (23/7/2021) menjelaskan, kegiatan pembangunan bak reservoir melibatkan masyarakat desa pada Mei 2021 dan sudah rampung 100 persen.

“Bak penampung air berukuran 6 m x 3 m x 3 m kubik sudah finishing pada Mei 2021. Uji coba penampungan air sumur bor dan distribusi itu ke 204 rumah tangga dan TSCT dalam Desa Lewograran akan dilakukan pada Senin (26/7/2021),” katanya.

Baca Lainnya :

Yanto mengatakan, sebelum pembangunan bak penampung air sumur bor itu, masyarakat Lewograran sudah mengerjakan menyelesaikan kegiatan pembangunan TSCT di sejumlah tempat umum, yakni di Kantor Desa, gereja, lokasi sekolah TK/PAUD, SD, posyandu, dan polindes.

“Tim pengelola kegiatan (TPK) Dana Desa dalam rencana pada Senin (26/7/2021 akan melakukan uji fungsi pemanfaatan bak reservoar untuk distribusi air bersih ke setiap lingkungan masyarakat pemakai air dan TSCT yang sudah dibangun,” katanya.

Yanto menjelaskan, Desa Lewograran pada tahun anggaran 2021 menerima bantuan dana dari Pemerintah Pusat (Pempus). Bantuan dana transfer dari Pempus masuk dalam pos pendapatan desa.

Dana transfer terdiri dari Dana Desa (DD) sebesar Rp689.000.000, Alokasi Dana Desa (ADD) Rp300-an juta, Bagi Hasil Pajak (BHP) Rp5.000.000, dan non transfer Pendapatan Asli Desa (PAD) Lewograran.Total pendapatan Desa Lewograran tahun 2021 sebesar Rp1.054.940.718.

Belanja DD 2021 untuk kegiatan pembangunan desa yakni pembangunan bak reservoar (penampung air) dan pembangunan TSCT untuk masyarakat dan disabilitas, di sejumlah titik, yakni Kantor Desa, TK/PAUD), SD, Gereja, dan Posyandu. Alokasi pagu anggaran untuk belanja dua kegiatan tersebut sebesar Rp61.010.000.

Kegiatan pembangunan fisik lainnya berupa rehabilitasi lorong dalam desa dengan volume sepanjang 100 meter persegi dengan alokasi pagu anggaran Rp38.925.000, kegiatan pemberdayaan ekonomi yakni rabat pelataran parkir kendaraan di Pasar Kowo dengqn alokasi anggaran Rp35.052.500. Kedua kegiatan ini sudah rampung 100 persen pada awal Mei 2021.

Kegiatan pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) berupa pemberian beasiswa miskin berprestasi bagi pelajar SMP dan SMA yang mengenyam pendidikan di Pulau Solor.

Menurut Yanto, beasiswa miskin berprestasi sudah berjalan selama 2  tahun anggaran yakni 2020 dan berlanjut tahun 2021. Dalam dua tahun anggaran DD,  Pemdes Lewograran mengalokasikan pagu anggaran beasiswa bagi pelajar SMP dengan  total pagu anggaran Rp12 juta dan SMA sebesar Rp12 juta/tahun.

“Beasiswa miskin berprestasi diperuntukkan bagi 3 orang pelajar SMP dan 3 orang pelajar SMA dengan alokasi bantuan sama besar Rp2 juta/pelajar/tahun. Pemdes Lewograran memberikan beasiswa miskin berprestasi ini khusus bagi pelajar yang punya prestasi akademik, dengan dasar orang tua kurang mampu secara ekonomis,” jelasnya.

Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Desa Lewograran, Fransiskus Arihala Werang menambahkan, kegiatan bidang pembangunan lainnya berupa pemberian tunjangan/honor 1 orang tenaga medis bidan desa per bulan sebesar Rp1.150.000 (penetapan tunjangan untuk tenaga medis besarnya sama dengan tunjangan tenaga honor daerah).

Honor 2 orang guru TK/PAUD masing-masing per bulan Rp900.000. Pemberlakuan honor guru TK/PAUD pada masa kepemimpinan Kepala Desa sebelumnya hanya sebesar Rp500.000/bulan/orang.

Pembiayaan operasional Poskesdes dari  sumber DD 2021 dengan pagu anggaran  Rp17.261.000/tahun, operasional kegiatan Posyandu termasuk pemberian makanan tambahan (PMT) bayi/balita stunting dan insentif kader dengan total alokasi anggaran Rp64.480.000. Alokasi anggaran PMT bagi 4 orang anak stunting sudah berjalan Mei 2021 dengan biaya makan per hari  Rp20.000 x 4 anak x 90 hari.

Penanggulangan sosial ekonomi bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19, Pemdes Lewograran mengalokasikan DD 2021 untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 69 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Setiap KPM menerima BLT sebesar Rp300.000/bulan. Realisasi BLT sudah sampai dengan Mei 2021 dan akan berlanjut sampai dengan Desember 2021,” kata Fransiskus Arihala.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment