Pelaku Penganiayaan Kepsek SDI Ndora Ditetapkan Menjadi Tersangka
Penulis Arto Togo/ Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 08 Jun 2021, 15:18:21 WIB Nusa Bunga
Pelaku Penganiayaan Kepsek SDI Ndora Ditetapkan Menjadi Tersangka

Mbay, Florespos.net – Pelaku penganiayaan berat terhadap Kepala Sekolah (Kepsek) SDI Ndora, DD ditetapkan menjadi tersangka penganiayaan oleh aparat Kepolisian Sektor Nangaroro. Tersangka DD dikenakan pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana 2 tahun 8 bulan penjara.

Demikian disampaikan Kapolsek Nangaroro, Iptu Sudarmin Syafrudin kepada Florespos.net, Selasa (8/6/2021).

Kapolsek Sudarmin mengatakan, pada Selasa (8/6/2021) sekitar pukul 07.30 Wita bertempat di ruang Guru SDI Pauduri Ndora, telah terjadi Tindak Pidana penganiayaan terhadap Kepsek SDI Ndora Delfina Azi (59) oleh tersangka  DD (45).

Baca Lainnya :

Tindakan itu dilakukan tersangka sesuai keterangannya, karena Kepsek melarang anak pelaku mengikuti ujian sekolah kenaikan kelas.

"Anak pelaku DD disuruh pulang untuk tidak boleh ikuti ujian kenaikan kelas," kata Kapolsek. 

Akibat kejadian tersebut Kepsek SDI Ndora mengalami luka robek diperut bagian kanan dan sedang dirawat di Puskesmas Nangaroro dan dalam keadaan sadar.

Iptu Sudarmin mengatakan, kasus penikaman itu terjadi berawal dari anak pelaku DD, di suruh pulang oleh Kepsek SDI Ndora (terlapor) untuk tidak boleh ikut ujian akhir kenaikan kelas.

Setelah  mendengar informasi dari anaknya, lanjut Iptu Sudarmin, pelaku menuju rumah Kepala Desa Emilianus Meze dengan tujuan menyampaikan keluhan tentang anak yang tidak bisa mengikuti ujian kenaikan kelas. 

Pada saat itu juga pelaku melihat sangkur milik kepala desa yang digantung di dinding ruang tamu dan langsung mengambil tanpa memberitahukan kepada kepala desa. 

Kemudian tersangka DD menuju ke sekolah dan menanyakan kepada Astin (salah seoran guru) tentang guru siapa yang menyuruh anaknya pulang. Namun tersangka DD tidak mendapatkan jawaban. 

Pada kesempatan tersebut, Kepsek melihat pelaku memegang pisau sangkur dan menyampaikan bahwa DD akan dilaporkan kepada polisi. 

Setelah mendengar ancaman kepala sekolah, pelaku langsung mencabut pisau sangkur yang dibawanya dan menusuk korban mengenai bagian perut sebelah kanan.

"Setelah itu pelaku menyerahkan pisau sangkur kepada Heronimus Wonga (penjaga sekolah) dan menuju rumah Kepala Dusun Kristianus Meze untuk menyampaikan kejadian tersebut dan meminta kepala dusun untuk bersama sama menyerahkan diri ke Polsek Nangaroro.

Kapolsek Sudarmin mengatakan, pelaku saat ini sudah diamankan di Polsek Nangaroro untuk proses hukum selanjutnya. Sedang korban masih dirawat di Puskesmas Nangaroro dan saat ini korban dalam keadaan sadar.

Wakil Kepala SDI Ndora, Antonius Geo yang di hubungi awak media mengatakan, peristiwa tesebut terjadi ketika para guru sedang sibuk persiapan ujian di ruang guru. Orangtua siswa berinisial DD kemudian datang dan berdiri di pintu masuk lalu bertanya alasan memulangkan anaknya dan tidak diperbolehkan ikuti ujian.

Pelaku yang saat itu sedang memegang sebilah pisau lalu menunjuk-nunjuk para guru. Beberapa guru mencoba menenangkan pelaku dan mengarahkan untuk duduk di samping kanan Kepsek Delvina. 

Saat itulah, lanjut Antonius, pelaku langsung menusuk Delvina di bagian perut sebelah kanan. Pelaku pun berupaya menyerang beberapa guru, namun berhasil diamankan.

Dia mengatakan pihaknya menginformasikan kejadian itu kepada pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Nangaroro.

Pantau Florespos.net di tempat kejadian maupun di rumah pelaku sepi. Rumah pelaku terlihat sepi dan tidak ada orang dalam rumah. Sedangkan di tempat kejadian perkara yakni di Kantor SDI Ndora telah di pasang garis polisi.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


Kanan - Iklan SidebarKanan-Iklan ILM

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.