Pelaku Kepariwisataan Diberi Edukasi Digital Branding Pemasaran
Penulis: Albert Harianto/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 29 Jun 2021, 15:21:16 WIB Wisata
Pelaku Kepariwisataan Diberi Edukasi Digital Branding Pemasaran

Suasana Pelatihan


Borong, Florespos.net-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Manggarai Timur (Matim) menggelar Pelatihan Digitalisasi Branding, Pemasaran dan Penjualan bagi Desa Wisata, Homestay, Kuliner, Souvernir Fotografi, di Gloria Toka, Selasa (29/6/2021).

Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas dalam sambutan yang dibacakan Asisten II, Wihelmus Deo mengatakan untuk kembali mendongkrak kepariwisataan penting bagi para kelompok sadar wisata memiliki kemandirian dalam mempublikasikan daya tarik di wilayah wisatanya masing-masing.

Saat ini pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki peran dan kontribusi penting dalam pembangunan perekonomian nasional maupun daerah/lokal. Tingkat kesejahteraan ekonomi semakin tinggi telah menjadikan pariwisata sebagai bagian pokok dari kebutuhan dan gaya hidup manusia.

Baca Lainnya :

Sektor pariwisata ini bahkan telah menggerakkan jutaan manusia untuk mengunjungi berbagai tempat di dunia dan dengan demikian memperkenalkan alam dan budayanya.

Pergerakan jutaan manusia ini selanjutnya menggerakkan mata rantai ekonomi yang saling berkaitan dan menjadi industri jasa yang memberikan kontribusi penting bagi perekonomian negara-negara di dunia, hingga akhirnya berimbas pada peningkatan kesejahteraan ekonomi di tingkat masyarakat lokal khususnya masyarakat di destinasi Pariwisata.

Untuk mencapai tujuan tersebut, kata Bupati Agas pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, kolaborasi peran para stake holder (pihak swasta, masyarakat adat dan desa) sangat diharapkan untuk mendukung pembangunan kawasan destinasi pariwisata.

Lima Desa Wisata ditetapkan melalui Peraturan Bupati Matim, yakni Desa Compang Ndejing, Desa Nanga Labang, Desa Agrowisata Golo Loni, Desa Agrowisata Colol, Desa Bamo dan Desa Nanga Mbaur.

Meskipun demikian, kata Bupati Agas, progres pengembangan dan pengelolaan kepariwisataan di Kabupaten Manggarai Timur belum menunjukan stunning (daya tarik) pariwisata yang mengesankan bagi wisatawan.

Keragaman pesona potensi alam yang begitu kaya belum didukung dengan pengembangan dan penataan yang baik. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan pemerintah daerah dan pelbagai komponen pariwisata lainnya.

Karena itu, kata Bupati Agas, untuk meningkatkan kualitas baik dari segi objek maupun tata kelolanya, pengembangan dan pengelolaan kelima desa wisata ini harus tetap memperhatikan aspek-aspek seperti ramah lingkungan, kebersihan dan kesehatan, keselamatan dan kenyamanan, sumber daya manusia, dukungan teknologi informasi, dan infrastruktur dan sarana transportasi.

Sementara itu Kepala Bidang Pengembang Sumber Daya dan Ekonomi Kreatif pada Dispar Matim Yohanes Rosario Su dalam laporan mengatakan masyarakat dunia saat ini telah memasuki era revolusi industry 4.0. Internet sebagai instrument utama dalam percepatan pertukaran informasi.

Pecepatan pertukaran informasi ini terjadi karena system digitalisasi yaitu suatu perubahan penyampaian informasi dari system cctak ke system digital.

Industri Pariwisata merupakan sala satu yang sangat memungkinkan untuk memanfaatkan aplikasi digital melalui jaringan internet dan sistem ini sangat membantu pelaku pariwisata dalam promosi dan pemasaran paket pariwisata.

Kegiatan diikuti 40 peserta dengan metode pelatihan terdiri teori dan praktik.

Kegiatan dibuka Asisten II Setda Matim, Wihelmus Deo. Sebagai pemateri, Leonardus Nyoman, Petrus K. Advendatus Lahir. *




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment