Musik Itu Kontemplasi Artistik (In Memoriam P. Henri Daros, SVD, 5 Oktober 1948 -11 Agustus 2021)
Oleh P. Kons Beo, SVD

By Admin Florespos 12 Agu 2021, 10:45:51 WIB Tokoh
Musik Itu Kontemplasi Artistik (In Memoriam P. Henri Daros, SVD, 5 Oktober 1948 -11 Agustus 2021)

Alm. P. Henri Daros, SVD


Buku kecil itu punya judul Pujian Senja dan Pujian Malam. Ada 138 halaman. Buku itu memang jadi salah satu buku lagu wajib bagi para siswa seminari menengah di kawasan NTT.

Pujian Senja dan Pujian Malam adalah gairah madah agung dan teduh bagi Tuhan. Dilantunkan saat hari telah senja. Pun dikumandangkan saat menjelang datangnya malam. Di buku sederhana itu, terbaca nama-nama tenar. Ada nama Dusan Stefani, Apoly Bala, Ben Bria. Dan di situ, tertulis pula nama Henri Daros. Ya, Pater Henri Daros, SVD.

Ketika jadi siswa di SMP Seminari Mataloko (1980), untuk pertama kali saya berjumpa dengan nama itu. Seingat saya, nama Henri Daros menguasai Pujian Senja III, dan juga ada di Pujian Malam-nya. Kala itu belum terasa  ada yang istimewa dari melodi atau notasi gubahan Henri Daros. Maklumlah sebagai siswa, kami nyanyi ramai-ramai “asal habok” saja. Yang penting semangat ala sahabat saya Aba Runga itu.

Baca Lainnya :

Setelah perlahan belajar untuk iringi mazmur dan lagu di Pujian Senja dan Pujian Malam, saya mulai terbiasa menikmati akord-akord. Di situlah Henri Daros, slowly but surely, 'dinikmati' sebagai keindahan melodi. Dibarengi kekuatan kata-kata yang hidup! Saya yakin teman-teman seangkatan pun 'Kae-kae kelas atas' tetap terkenang saat! Kala jelang istirahat malam,  ketika turun kabut tipis dan diselimuti udara dingin, ada madah doa malam: “Jatuh sudah malam hari. Semoga kami Kau-lindungi. Ya Bapa mahakuasa. Supaya aman sentosa.”

Henri Daros telah ciptakan dan tinggalkan suasana yang tak mungkin terlupakan. Semuanya dipatrikan dalam gubahan-gubahannya yang sungguh menyentuh! “Gema lagu-lagunya sungguh agung; sangat mulia, kawan,” itu kata P. Yustin Genohon, SVD, teman kelas saya. "Sepertinya dia mengangkat kita ke alam sakral-liturgis dengan lagu-lagunya yang terkesan sederhana," tambah P. Yustin.

Datang pula kesan mendalam dari P. Eman Weroh, SVD. Dengan gaya Ende sekian meyakinkan berujar, "Pater Henri memang luar biasa. Supaya kau tahu, Kons. Dia tu bukan karang lagu sekadar karang sembarang. Jao (saya) pu kesan, sebuah lagu dari Pater Henri benar-benar jadi gambaran kelengkapan pengetahuan (akal), perasaan (nilai rasa), gema, dan juga makna di baliknya."

Lagu bagi seorang Henri Daros bukan sekadar asal buat lagu begitu saja. Bila lagu membahasakan satu atmosfer yang telak dan mengental, tentu temanya direnungkan. Di situ Henri Daros tampakkan dimensi kontemplatif di dalam lagu-lagunya. Terpancar dari kekuatan kata-kata puitis yang berbobot. Ditenun dalam melodi yang terolah sekian piawai. Seturut P. Eman, "Lagunya komplit dan rapi!" Iya, serapi tampilan Pater Henri sendiri. Pun runtut, logis, jelas, tertata dalam kalimat-kalimatnya, dan terukur, seperti kesan yang tertangkap oleh P. Amandus Klau, SVD, dosen mata kuliah Komunikasi dan Jurnalistik di STFK Ledalero.

Memang terkesan simpel! Tetapi di baliknya ada kedahsyatan yang membahana. Pagi tadi (Kamis, 12 Agustus 2021) ketika ngobrol per WA, saya dan Pater Eman, masih sempat bernostalogia saat kami iringi koor lagu-lagu gubahan P. Henri Daros ketika Perayaan 100 tahun SSpS, tahun 1989. Teringat lagi Sr. Walde, SSpS, sang dirigen berwajah hemat senyum, yang tegur kami berdua karena waktu  latihan dianggap kurang konsentrasi.

Akankah segera muncul sosok dan generasi Henri Daros berikutnya? Dosen dan pendamping Musik Liturgi, STFK Ledalero, P. Roland Limaletu, SVD berujar, "Iya, pada tempat pertama, almarhum P. Henri layak diapresiasi untuk semua karya gubahannya. Kita berjuang dalam dampingi para frater untuk mampu masuk juga dalam karakter khusus komposisi istimewa almarhum," kata Pater Roland. 

Kita ucapkan limpah terima kasih dan apresiasi setingginya bagi almarhum P. Henri Daros, SVD. Sekian banyak karyanya tentu masih tersimpan. Tinggal di-published sebagai sumbangan indah bagi umat Allah.

Di Provinsi SVD Ende, tentu tugas mulia ini ada di tangan P. Eman Weroh, P. Rolan, dan P. Yustin Genohon.

Akhirnya, para konfrater SVD Indonesia kini bisa membayangkan betapa indahnya koor surgawi dengan hadirnya orang-orang musiknya: Anton Sigoama, Dan Kiti, Piet Wani, Piet Pedo Neo, dan kini telah bergabunglah P. Henri Daros, SVD.

'Berjayalah kamu kini dalam surga. Soraklah ALLELUIA......'

“Verbo Dei Amorem Spiranti”




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment