Merdeka dari Covid-19
Oleh Amandus Klau

By Admin Florespos 17 Agu 2021, 13:43:19 WIB Bentara Net
Merdeka dari Covid-19

Amandus Klau, Dosen Komunikasi STFK Ledalero


Merdeka atau bebas dari wabah corona virus disease (covid) adalah kerinduan semua kita kini. Tetapi, apakah hal itu mungkin? Dan, kalau mungkin, kapan waktunya?

Tentang “kapan tiba hari kemerdekaan itu” adalah pertanyaan yang sangat sulit dijawab. Pasalnya, tak seorang pun dapat memastikannya. Apalagi, wabah Covid-19 itu makin mengganas saja. Bahkan, setelah pelbagai jenis vaksin ditemukan pun, virus mematikan itu belum bisa dihentikan, karena makin cepat pula ia bermutasi.

Kondisi seperti ini tentu saja sangat mencemaskan. Apalagi kalau manusia hanya mampu membayangkan datangnya hari kebebasan itu tanpa kepastian dan daya untuk segera menggapainya.

Baca Lainnya :

Tetapi, adanya kesadaran akan kecemasan kita, dan terutama kesadaran bahwa virus itu berumah dan mendapatkan inangnya di dalam tubuh kita untuk bisa terus hidup adalah juga isyarat kekuatan kita. Bahwa virus itu hidup dari tubuh kita, dan karena itu kita dapat mengendalikannya.

Tetapi, mengapa hingga kini kita belum juga mampu menguasai, mengendalikan, dan membasminya hingga tuntas?

Sesungguhnya kita manusia dapat dan mudah saja membasmi makhluk super kecil atau makhluk mikrob itu. Hanya saja, kita hampir tidak melakukan apa pun untuk membasminya. Kita mengabaikan potensi tubuh kita, yang secara alamiah sudah “didesain” secara sangat canggih oleh Sang Pencipta untuk menangkal segala jenis kuman penyakit yang menyerang diri kita.   

Virus adalah salah satu substansi asing yang menyerang tubuh kita. Tetapi, tubuh mempunyai sistem pertahanan sendiri untuk melindungi dirinya. Sistem pertahanan itu dikenal sebagai sistem imun atau kekebalan tubuh.

Sistem imun merupakan sekelompok sel, protein, jaringan, dan organ khusus yang bekerja sama melawan segala hal yang berbahaya bagi tubuh. Sistem ini terdiri dari banyak komponen, mulai dari sel hingga organ. Salah satu jenis sel yang paling penting adalah leukosit atau sel darah putih (Wikipedia).

Sistem imun berfungsi menangkal radikal bebas yang dapat menyerang tubuh dan menimbulkan pelbagai macam penyakit. Dan untuk semakin mengefektifkan daya tangkal sistem imun tubuh, para ahli kesehatan sering menganjurkan beberapa hal ini, yakni banyak konsumsi sayur dan buah-buahan, cukup istirahat, hindari stres, rutin berolahraga, serta hindari rokok dan alkohol. 

Lima anjuran tersebut tampaknya sangat senderhana, tidak membutuhkan banyak biaya, dan tentu saja siapa pun dapat melakukannya. Hanya saja, praktiknya sangat sulit bukan main. Buktinya, coba periksa di meja makan. Apakah sayur dan buah yang lebih sering disajikan ataukah daging dari ayam dan ternak “pemakan obat” lainnya?

Apakah anak-anak,kaum muda, dan orang tua-tua beristirahat Cukup? Banyak anak sekarang sering main HP, entah chating, nonton film di Youtube, atau main game sepanjang malam. Orang tua-tua pun demikian. Banyak yang selalu telat tidur karena tak bisa tinggalkan sinetron kesukaan mereka.

Tentang olahraga teratur, rasa-rasanya lebih buruk lagi. Selain sering berolahraga akan dinilai kurang kerjaan, berdisiplin untuk berolahraga secara teratur adalah kebiasaan paling sulit dilakukan oleh banyak orang. Bahkan, saat ini, aktivitas fisik seperti berjalan kaki saja sudah sangat jarang dilakukan orang.

Jika tubuh kita tidak dijaga dengan mengonsumsi makanan yang sehat, tidur yang cukup, dan berolahraga, plus memiliki kebiasaan buruk merokok dan konsumsi alkohol, serta stres karena banyak masalah yang muncul, niscaya tubuh kita akan menjadi sasaran empuk substansi asing semisal virus corona; niscaya kita akan terus terjajah oleh Covid-19.

Dengan demikian, berbicara tentang merdeka dari Covid-19 sama dengan berbicara tentang merdeka dari kebiasaan buruk kita sendiri, yang sering membuat tubuh kita gampang diubah jadi sarang pelbagai virus. Karena itu, supaya kita merdeka, kita harus kalahkan kebiasaan-kebiasaan buruk kita sendiri. Sebab, jika tidak, kita tidak saja akan “dijajah” seumur hidup oleh Covid-19, tetapi juga oleh perusahaan-perusahaan farmasi dengan vaksin temuan mereka.*  




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment