Menutup Akhir Pekan di Tepi Jalan
Kontributor: Ferdinanda Meu/Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 15 Sep 2021, 09:20:21 WIB Feature
Menutup Akhir Pekan di Tepi Jalan

Darwis Thalib sedang menyeduh kopi untuk pelanggan yang sedang menepi di Tepi Jalan. (foto: dok.tepi jalan)


"Semilir angin pinggir pantai berembus menyegarkan pikiran dan hati seakan mencairkan suasana dalam diri yang penat akibat aktifitas dan rutinitas sehari-hari."

Kegiatan padat pada hari kerja tentunya membuat penat dan tubuh menjadi lelah. Tubuh pastinya membutuhkan waktu untuk istirahat agar bisa fresh atau segar untuk memulai hari yang baru.

Tidak hanya istirahat saja, ada banyak cara agar tubuh yang penat bisa menjadi segar kembali. Salah satunya ialah bepergian atau sekadar santai di salah satu tempat favorit bersama keluarga dan teman.

Baca Lainnya :

Kota Ende mempunyai banyak tempat menarik untuk dikunjungi pada akhir pekan. Salah satunya ialah Tepi Jalan. Lokasi dari Tepi Jalan tidak jauh dari Pantai Ria, hanya berjarak 700 meter dan membutuhkan waktu 9 menit dari Pantai Ria ke Tepi Jalan.

Bertempat di tepi pantai dan tepi Jalan Bhakti, tempat ini dapat dimasukkan dalam daftar tempat untuk nongkrong dan bersantai bersama keluarga dan sahabat.

Tepi Jalan menawarkan pemandangan lautan lepas dengan banyak perahu nelayan yang sedang mencari ikan di lautan, serta pengunjung dapat melihat Pulau Ende yang letaknya di seberang lautan. 

Pendiri Tepi Jalan, Muhammad Darwis Thalib menyampaikan tempat ini memiliki konsep gerobak kopi, yang mana menurut pantauan dirinya selama ini di Kota Ende belum ada yang menjual kopi menggunakan gerobak.

"Jadi sebenarnya konsep gerobak kopi itu sudah dari 2018, awal pulang dari Jogja dan terealisasinya baru sekarang yaitu tahun ini, kendalanya dari tempat karena belum dapat tempat di Ende," ungkap Darwis, Minggu (12/9/2021).

Darwis mengisahkan, awal dari Tepi Jalan tersebut ialah dekorasi yang digunakan untuk pernikahan saudaranya dengan mengusung tema atau konsep pernikahan bali dan menggunakan pasir putih yang sekarang dipakai di gerobak kopi Tepi Jalan.

"Sempat disuruh bongkar dikarenakan pandemi Covid-19, saya memikirkan cara bagaimana untuk tetap menikmati tempat tersebut. Jadi kami menanam pohon di situ," kata Darwis.

Darwis pun dibantu orang-orang di sekitar rumahnya untuk membuat gerobak kopi. Tepat pada tanggal 22 Agustus 2021, Darwis membuka gerobak kopi Tepi Jalan. 

"Alasannya memakai konsep gerobak karena ingin lebih akrab saja dan lebih simpel," ucap Darwis.

Darwis menjelaskan pula gerobak kopinya yang dinamakan Tepi Jalan tersebut dikarenakan selain tempatnya memang berada persis di tepi jalan, memang nama tersebut telah dipikirkan dan dipilih sejak tahun 2019 lalu.

"Jadi waktu itu, saya sudah dapat tempat dan di pinggir jalan juga, malam-malam saya pikirkan nama yang tepat untuk gerobak kopi saya, tepi jalan atau pinggir jalan atau seberang jalan. Dan akhirnya saya memilih Tepi Jalan," ungkap Darwis.

Darwis mengaku, banyak cafe yang mempunyai nama yang sama dengan gerobak kopinya, termasuk di Pulau Jawa juga banyak yang menggunakan nama tersebut.

Jadi pada akhirnya, Darwis menamakan tempatnya Tepi Jalan Ende dengan tag line "Jangan lupa menepi". 

"Tag line dari Tepi Jalan juga merupakan sebuah pesan bagi para pengunjung, karena terlalu sibuk kerja jangan lupa menepi sebentar. Misalnya malam minggu, anak-anak pasti bingung mau kemana, langsung ingat ke Tepi Jalan karena nama Tepi Jalan juga terdengar akrab di telinga," kata Darwis sambil tertawa kecil.

Media sosial merupakan strategi marketing utama untuk menarik pengunjung agar menepi ke gerobak kopi ini. Darwis menjelaskan bahwa media sosial yang ia gunakan untuk promosi tempat ini ialah Instagram. Akun instagram dari gerobak kopi ini adalah @tepijalanende. 

Sementara itu, Susan Amapiran pengunjung gerobak Kopi Tepi Jalan  mengaku ia mengetahui adanya Tepi Jalan dari instagram.

"Kan banyak teman-teman instagram yang tag ke instagramnya Tepi Jalan, jadi penasaran coba ke sini, pas ke sini tempatnya cukup nyaman dan cocok dijadikan sebagai tempat nongkrong untuk anak-anak muda," ujarnya.

Susan mengatakan harga yang ditetapkan pada menu juga pas untuk kantong anak muda dan pemandangan dari Tepi Jalan yang langsung tertuju pada pantai juga yang menjadi bagian terbaik dari tempat ini.

Darwis mengatakan saat ingin membuka usaha ini, Ia telah mengantongi izin dari beberapa pihak yang terdapat di sekitar area berdirinya gerobak kopi Tepi Jalan.

"Kemarin sudah sempat izin ke ketua RT, lingkungan, ketua pemuda," jelas Darwis.

Ia menyadari bahwa lahan yang digunakan untuk dijadikan tempat usahanya memang milik pemerintah. Jadi jika sewaktu-waktu pemerintah akan menggusur dan diperintahkan untuk pindah ke tempat lain, maka Tepi Jalan akan mencari tepi jalan lain agar usaha gerobak kopi tetap berjalan.

Diketahui, Darwis merupakan seorang barista saat Ia menempuh masa perkuliahan di Yogyakarta. Darwis memang pecinta kopi dan telah mengenal alat-alat untuk meracik kopi sejak Ia menjadi barista dulu.

"Tapi karena peminat kopi di Ende kurang, jadi mau idealisnya untuk menjual kopi saja sepertinya kurang, jadi kita harus ada non kopinya," tutur Darwis.

Dengan didukung tempat yang nyaman untuk bersenda gurau bersama orang terdekat, pengunjung dapat memilih makanan dan minuman yang tertera pada papan menu di samping gerobak kopi Tepi Jalan. 

"Menu favoritnya di sini Avocado Chocolate," ungkap Darwis.

Awalnya Avocado Chocolate tidak ada dalam daftar menu dari gerobak Kopi Tepi Jalan, Darwis menceritakan ada yang request untuk dibuatkan minuman itu, tapi lama kelamaan karena banyak peminatnya, jadi ditambahkan dalam daftar menu gerobak kopi.

Beberapa waktu ke depan, pendiri Tepi Jalan akan menambahkan beberapa menu agar menambah daya tarik pengunjung yang akan singgah menepi pada gerobak kopi miliknya. 

"Kita akan menambahkan menu ice blend dengan berbagai macam rasa, seperti red velvet, taro, dan lainnya," jelas Darwis.

Rencananya ke depan Tepi jalan ialah akan menambah gerobak kopi di samping lapangan perse yang biasa disebut masyarakat sebagai Alun-alun Kota Ende.

Di akhir wawancara dengan Florepos.net, Darwis Thalib menyampaikan pesan bagi anak muda yang ingin memulai usaha atau yang sedang menjalankan usaha seperti dirinya untuk berani melakukan segala sesuatu itu sesuai dengan apa yang disukai.

"Create don't hate - karena apapun hasil dari usaha yang kita lakukan akan dinikmati oleh kita sendiri, sekalipun hasilnya mengecewakan itu tidak menjadi masalah karena kita menyukai hal itu," ucap Darwis.

Waktu berlalu begitu cepat, dengan tidak menyadari telah menunjukkan pukul 19:00 Wita, melon squash yang saya minum juga telah habis.

Selesai berbincang-bincang bersama pendiri gerobak kopi Tepi Jalan, Saya mulai beranjak dari tempat duduk dan berpamitan ke Darwis untuk kembali ke rumah. *




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment