Menkominfo RI Tempatkan Stasiun Pemancar Induk Signal Manggarai Raya di Ruteng
Penulis: Christo Lawudin/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 12 Jun 2021, 14:25:22 WIB Nusantara
Menkominfo RI Tempatkan Stasiun Pemancar Induk Signal Manggarai Raya di Ruteng

Ritus adat Manggarai menandai pengerjaan bangunan fisik BTS di Manggarai raya di kompleks SMPN 5 Langke Rembong.


Ruteng, Florespos.net-Untuk mengatur dan mengontrol signal telekomunikasi di Manggarai raya, Menkominfo RI menempatkan satu stasiun pemancar induk (poin of interest) di Ruteng, Manggarai. Stasiun pemancar induk itu dibangun di Kompleks SMPN 5 Langke Rembong di bekas Terminal Carep.

Seperti disampaikan Kadis Kominfo Manggarai, Venidiana Wanggut di hadapan Bupati Hery Nabit saat peletakan batu pertama pembangunan 32 Base Transceiver Station (BTS) untuk Manggarai dan BTS 4G PoI untuk pelayanan signal di Manggarai raya, Kamis (10/6/2021).

Kadis Venidiana Wanggut mengatakan, yang dibangun tahun ini hingga tahun depan adalah 32 BTS untuk Manggarai raya dan masuk dalamnya juga stasiun pemancar induk untuk wilayah Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat. Stasiun pemancar induk itu ditempatkan di SMPN 5 Langke Rembong di bekas Terminal Carep.

Baca Lainnya :

“Kita bersyukur bahwa penempatan stadion pemancar induk BAKTI untuk tiga Manggarai dipusatkan di Ruteng. Ini keputusan Menkominfo RI melalui pertimbangan teknis dari BAKTI,” katanya.

Dikatakan, pembangunan yang dilakukan sekarang ini adalah tanda bahwa pengerjaan fisik di lapangan sudah dimulai. Pengerjaan stasiun pemancar induk ini diharapkan bisa dilaksanakan dengan baik yang nantinya diikuti dengan 31 unit BTS lain yang tersebar pada desa-desa pada tujuh kecamatan di Manggarai.

Menurutnya, penyebaran stasiun pemancar signal di Manggarai tersebar pada kecamatan yang selama ini sulit akses internetnya. Rinciannya, di Langke Rembong di Kelurahan Compang Carep; Kecamatan Reok, yakni Kelurahan Baru, Desa Ruis, Watu Baur, dan Watu Tango; di Kecamatan Reok Barat, yakni di Desa Kajong, Lante, Lemarang, Love, Nggalak, Parlando, Toe, dan Torong Koe.

Kemudian di Kecamatan Cibal, yakni di Desa Riung, Ladur, dan Perak; di Kecamatan Barat, yakni di Desa Golo Lanak, Golo Woi, Latung, dan Desa Wae Codi; Kecamatan Satar Mese, yakni Desa Mocok, Lungar, Koak, Langgo, Satar Loung, dan Desa Tado; Kecamatan Satar Mese Barat, yakni Desa Borik, Nuca Molas, Satar Lenda, Satar Luju, Satar Ruwuk, Wongka, dan Desa Cambir Leca.

Menurutnya, pembangunan BTS di Manggarai tidak saja karena berada di daerah 3 T, juga berdasarkan usulan dari Pemkab dengan prioritas-prioritasnya. Prioritas itu adalah untuk melayani kebutuhan publik seperti ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan, dan kesehatan.

Ketika itu, Bupati Hery Nabit mengatakan, penempatan 32 BTS yang ada tidak salah. Karena desa-desa yang ditempatkan stasiun pemancar berlokasi di daerah yang tidak signal sama sekali sehingga sulit berkomunikasi baik ke dalam maupun keluar. Dengan pemasangan BTS yang ada, maka kebutuhan akses internet tidak akan mengalami persoalan lagi ke depannya.

“Apa yang terjadi ini harus kita syukuri. Ini luar biasa tahun lalu hanya satu BTS, dan tahun ini 32 BTS. Ini luar biasa karena lompatannya sangat jauh untuk kita di Manggarai ini dari Kementerian Kominfo RI,” katanya.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment