Menderita Luka Serius, Aldo Mohon Bantuan Pemerintah
Penulis: Wim de Rozari/Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 28 Sep 2021, 13:15:15 WIB Nusa Bunga
Menderita Luka Serius, Aldo Mohon Bantuan Pemerintah

Aldo didampingi Kakek dan Mamanya saat menerima kunjungan Anggota Kodim 1625 Ngada I Ketut Suarna dan Babinsa Kelurahan Faobata Gregorius Niki,Senin (27/9/2021).


Bajawa,Florespos.net - Leontinus Ronaldo Lusi (19) atau biasa disapa Aldo, warga RT 09, Bobou, Kelurahan Faobata, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada menderita lukas serius pada bagian kaki. Luka yang tak kunjung sembuh itu membuat Aldo tidak dapat melanjutkan sekolah ke tingkat SMA. Aldo yang telah menyelesaikan pendidikan jenjang SMP kini hanya berbaring lemah di rumahnya.

Ditemui Florespos.net di kediamannya di Bobou, Aldo ditemani ibunya Paulina Suka dan kakek, Paskalis Lusi.

Remaja yang menamatkan sekolah mengengah pertama di SMP Negeri Bajawa Utara itu tampak menjerit kesakitan dengan luka menganga di bagian kaki dan tubuh lainnya yang diderita sejak April 2021 lalu.

Baca Lainnya :

Florespos.net menemui Aldo besama Anggota Kodim 1625 Ngada, I Ketut Suarna dan Babinsa 1625-01, Kelurahan Faobata Gregorius Niki.

Informasi tentang penderitaan Aldo disampaikan anggota TNI dari Kodim 1625 Ngada, Ketut Suarna dan Gregirius Niki.

Kepada Florespos.net, Aldo bersama ibu dan kakeknya sangat berharap adanya bantuan dari berbagai pihak untuk bisa menjalani perawatan di rumah sakit.

Kakek Aldo, Paskalis Lusi pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa cucunya menderita sakit sejak April 2021.

Menurut Paskalis, cucunya (Aldo)  pada bulan April menderita sakit dari pembengkakan di pangkal paha. Keluarga saat itu membawa Aldo ke RSUD Bajawa untuk perawatan. Dari hasil pemeriksaan dokter dinyatakan bahwa Aldo mengalami saraf terjepit.

Ketika itu pihak rumah sakit menyarankan agar Aldo menjalani perawatan di RSUD Bajawa, namun ayah Aldo keberatan.

"Saat itu dia punya bapak bilang tidak ada orang yang antar makan sehingga minta Aldo tetap dirawat di rumah saja," katanya.

Yang lebih memprihatinkan, ayah Aldo yang berasal dari Waemata, Desa Genemere, Kecamatan Bajawa Utara sepertinya tidak bertanggung jawab terhadap kondisi anaknya.

Sekembali dari RSUD Bajawa sang ayah meminta izin kembali ke rumah orangtuanya di Wae Mata dengan alasan mengurus pembangunan rumah bantuan, namun sampai saat  ini tak kunjung kembali ke rumah di Bobou untuk bisa membantu merawat Aldo.

Untuk mengurangi penderitaan dan rasa sakit Aldo, kakek dan ibunya hanya merawat Aldo dengan pengobatan alternatif seadanya. Mereka juga meminta bantuan seorang bidan untuk membersihkan luka-luka Aldo dan memberikan obat-obatan.

Paulina Suka, ibunda Aldo pada kesempatan tersebut menambahkan bahwa sudah lebih dari sebulan suaminya tidak kembali dan tidak menengok Aldo yang sedang sakit parah.

Keadaan ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat Paulina mengalami kesulitan untuk mengurus dan merawat Aldo ke rumah sakit.

"Saya ingin anak saya dirawat di rumah sakit, namun kami tak punya uang. Kami juga tidak punya Kartu BPJS. Saya sedih melihat kondisi anak saya, tapi saya tak berdaya," ungkapnya sedih.

Kata dia, dokter pada RSUD Bajawa menyarankan agar anaknya dirawat di RSUD Bajawa. Dirinya meminta bantuan kepada pemerintah atau siapa saja yang tergerak hatinya untuk dapat membantu meringankan beban penderitaan anaknya. Selama ini hanya bisa berbaring di tempat tidur dan selalu menjerit kesakitan.

Simon Raga, suaminya juga enggan datang melihat anak sulunya  yang sedang sakit. Aldo merupakan sulung dari 4 bersaudara. Paulina sangat berharap ada yang bisa membantu mengubah kondisi ini agar anaknya segera sembuh dari sakit.

Menurut Paulina, Aldo pernah dirontgen pada 29 April 2021 dan hasil rontgennya mengharuskan anaknya untuk dirawat di RSUD Bajawa.

"Kami tidak sanggup untuk bayar biaya rumah sakit," katanya.

I Ketut Suarna, anggota Kodim 1625 Ngada mengatakan bahwa dalam rangka memperingati HUT TNI ke-76,  Kodim 1625 Ngada melaksanakan kegiatan sosial yakni memberikan bantuan bagi panti asuhan dan masyarakat yang membutuhkan berupa sembako dan bahan lainnya.

Pihaknya mendapat informasi bahwa ada masyarakat yang menderita sakit cukup serius, apalagi usia muda dan tidak dirawat di rumah sakit, Ia bersama Babinsa menyerahkan bantuan seadanya berupa sembako.

Ketut Suarna berharap agar pemerintah maupun pihak yang memiliki kepedulian bisa membantu meringankan penderitaan Aldo.

"Mudah-mudahan ada yang tergerak hatinya untuk bisa mengantar dan mengurus agar Aldo mendapatkan perawatan medis yang baik di RSUD Bajawa," katanya.

Seperti disaksikan Florepos.net, luka yang diderita Aldo cukup banyak. Bahkan salah satu luka pada kaki kiri Aldo sudah tembus sampai ke tulang. Kondisi Aldo sangat memprihatinkan dan butuh pertolongan segera.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment