Mendengar dan Spirit Perubahan, Kunci Sukses Yus Sani Pimpin PDAM Ende
Penulis Willy Aran/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 12 Sep 2021, 14:52:23 WIB Tokoh
Mendengar dan Spirit Perubahan, Kunci Sukses Yus Sani Pimpin PDAM Ende

Yustinus Sani


“Sebagai seorang pemimpin, saya lebih banyak mendengarkan. Dan hingga saat, ini masih mendengarkan staf, tetapi keputusan ada di saya.”

Waktu dan karier, dia habiskan di dunia politik. Kurang lebih 25 tahun di dunia politik hingga mengantarkannya selama 15 tahun duduk di gedung wakil rakyat Kabupaten Ende.

Salah satu putra terbaik dari Pantai Utara (Pantura) dan Kabupaten Ende, ini cukup familiar. Guru politik dan panutan bagi kader-kader muda yang sudah dan sedang berada di dunia politik. Dia, adalah Yustinus Sani.

Baca Lainnya :

Siapa sangka, politisi senior ini lalu banting stir dan ternyata juga piawai di dunia bisnis terutama di perusahan daerah.

Pria yang akrab disapa di kalangan politisi dengan aktivis “YS” ini, kini menahkodai PDAM Tirta Kelimutu Ende, sejak 7 Januari 2020.

“Waktu itu ada proses seleksi Direktur PDAM Endè dan saya mencoba untuk mengikuti. Ternyata saya lolos seleksi dan dipercayakan menahkodai PDAM Tirta Kelimutu Ende dan dilantik oleh Bupati Ende pada 7 Januari 2020,” kata YS sambil tersenyum saat ngobrol dengan Florespos.net, di ruang kerjanya, Selasa (31/8/2021).

Beralih dari dunia politik dan gedung wakil rakyat selama puluhan tahun ke perusahan daerah itu bukan perkara mudah. Apa lagi YS menerima tongkat kepemimpinan PDAM dalam keadaan sekarat. Berbekal latar belakang pendidikan ekonomi dan manejemen, YS percaya diri pada awal menahkodai PDAM.

Mantan Politisi PDIP ini yang rendah hati dan suka mendengarkan, apa lagi di medan tugas baru, dia memiliki tips tersendiri untuk masuk lebih jauh mengendalikan dan membenahi perusahan itu.

Awal masa kepemimpinannya, YS lebih banyak memanggil seluruh staf baik secara kolektif maupun perorangan untuk bercerita dan berbagi pengalaman tentang PDAM Ende.

Ternyata sikap mendengarkan itu berbuah baik menjadi modalnya dan hingga hari ini masih dilakukannya.

“Untuk pribadi saya, sebagai pemimpin saya lebih banyak mendengarkan dan hingga saat ini masih tetap mendengarkan mereka tetapi keputusan ada di tangan saya dengan mempertimbangkan berbagai masukan,” katanya.

Selain mendengarkan, YS yang selama 15 tahun duduk di kursi wakil rakyat tentu sering mendengarkan persoalan kemasyarakatan juga masalah kebutuhan air minum. YS tahu banyak persoalan PDAM dan keluhan yang dihadapi pelanggan.

Saat itu tugasnya, adalah mengevaluasi kinerja pemerintah termasuk PDAM. Namun saat ini berbeda. Dia menjalankan tugas, diawasi dan siap dievaluasi.

Diterima oleh Karyawan

YS mengatakan dia semakin percaya diri saat pertama masuk kantor. Ia merasakan suasana hangat penerimaan dari seluruh karyawan dan suasana ini adalah peluang baginya mulai melakukan pembenahan, mulai melihat kompleksitas persoalan di  PDAM mulai dari manejemen hingga pelayanan.

“Saya diterima di PDAM dan ini sebenarnya sebuah harapan. Saya melihat berbagai persoalan. Persoalan itu harus dibenahi dan mesti diurai,” katanya.

Benahi Persoalan Air

Hal pertama yang dilakukan YS setelah menerima tugas itu adalah mengatasi persoalan air di masyarakat. Berbagai persoalan sebelumnya hingga pelanggan cuci pakaian dan piring di kantor PDAM Ende menjadi cambuk.

Ia mulai melakukan pembenahan jaringan, mengatur distribusi air hingga membuka keluhan di media sosial.

YS bahkan memberikan nomornya kepada pelanggan dan rela turun ke drainase demi pelayanan kepada pelanggan.

“Tugas saya pertama itu mengurangi keluhan pelanggan karena itu saya diuji pertama kali menahkodai PDAM Tirta Kelimutu Ende. Pada awalnya banyak keluhan tetapi setelah dua bulan saya melakukan pembenahan keluhan itu mulai berkurang. Saya mulai melakukan pembenahan dengan mengoptimalkan potensi sumber air, jaringan dan SDM yang ada,” katanya.

Benahi Manejemen dan SDM

Setelah melakukan pembenahan pelayanan, YS mulai melakukan pembenahan internal yaitu manjemen dan SDM. Dia mulai melihat sistem laporan keuangan di PDAM Ende dan ternyata terjadi kebocoran pada biaya operasional.

Berbekal ilmu akuntansi dan manajemen, YS mulai melakukan pembenahan dengan berkerjasama dengàn bank NTT.

Sejak masuk ke PDAM Ende, YS menemui persoalan SDM yang sangat fatal. Dengan kemampuan yang dimiliki dia melakukan pembenahan untuk menggenjot kerja dan kinerja dari pegawainya.

Salah satu caranya, yaitu melakukan rolling pegawai dan memberikan tunjangan kepada pegawai untuk meningkatkan etos kerja.

YS juga berani menabrak rencana bisnis yang telah ditetapkan selama lima tahun untuk sebuah perubahan yang berdampak pada pelayanan kebutuhan air kepada pelanggan.

“Saya harus berani melakukan sesuatu dan target saya mengurangi keluhan pelanggan. Hasilnya selama satu tahun lebih keluhan mulai diatasi. Memang masih ada keluhan tetapi tidak seperti dulu,” katanya.

Kerja keras dan spirit membawa perubahan di perusahaan plat merah milik Pemkab Ende ini terbukti. Tangan dingin mantan wakil rakyat menuai pujian publik.

Pelayanan PDAM Ende akan kebutuhan air sangat dirasakan pelanggan, keluhan pelanggan perlahan diurai berkat manajemen distribusi yang diterapkannya.

Baru satu tahun lebih menahkodai PDAM Tirta Kelimutu Ende, YS dan para pegawainya berhasil menyabet opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPKP Provinsi NTT dalam sejarah PDAM Ende.

Kerja kerasnya itu rupanya terinspirasi dan bertolak dari pengalamannya sebagai seorang pelanggan yang pernah merasakan buruknya pelayanan dari PDAM pada tahun dan periode sebelumnya.

Spirit itu yang membuat YS siang malam terus melakukan pembenahan agar pengalaman itu tidak terulang dan dirasakan oleh pelanggan.

Diakhiri obrolan, YS tetap meminta dukungan, evaluasi dan kritikan sehingga menjadi acuan dalam membangun PDAM menjadi lebih baik lagi.

Sebagai perusahaan daerah, PDAM Ende tetap mengharapkan dukungan dari pemilik. Saat ini manajemen sedang mengusulkan perubahan status dari PDAM menjadi Perumda.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment