Markus Lina, Pengrajin Anyaman Bambu Ngada, Butuh Dukungan
Penulis: Wim de Rozari/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 06 Jun 2021, 09:43:15 WIB Dunia Usaha
Markus Lina, Pengrajin Anyaman Bambu Ngada, Butuh Dukungan

Markus Lina dan usaha kerajinan bambu


Bajawa, Florespos.net-Markus Lina, pengrajin anyaman bambu dari Desa Manubhara, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Provinsi NTT benar-benar kewalahan. Sementara ini, dia tidak bisa lagi melanjutkan kegiatan usaha ekonomi produktif kerajinan anyaman bambu akibat terpaan Covid-19.

“Sejak pandemi Covid-19, kegiatan usaha saya mati total. Saya tidak bisa menjual lagi hasil kerajinan ini, karena tidak ada pembeli,” ungkap Markus Lina, ketika ditemui kepada Florespos.net, Rabu (26/5/2021).

Kegiatan usaha kerajinan anyaman bambu yang selama digeluti dan telah menghidupi ekonomi keluarganya kini sangat terganggu, bahkan tidak menghasilkan sama sekali selama masa pandemi pandemi Covid 19. Sebuah outlet yang dia bangun untuk tempat penjualan hasil kerajinan anyaman bambu di Kelurahan Tanalodu, Kecamatan Bajawa persisnya berada berdekatan dengan sejumlah hotel tidak lagi memberikan pendapatan.

Baca Lainnya :

“Tidak ada lagi pembeli seperti masyarakat lokal termasuk wisatawan. Mereka umumnya tidak datang lagi di Kabupaten Ngada karena pembatasan-pembatasan akibat wabah Covid-19,” kata Markus Lina.

Markus Lina menuturkan, outlet bambu miliknya yang berlokasi di Tanalodu Bajawa menjual souvenir bambu pada awal pandemi Covid-19, bulan April, Mei dan Juni tahun 2020 pernah dibuka. Namun, selama dibuka tidak ada satu pembeli datang sehingga dia memutuskan menutup outlet sampai saat ini.

Sebelum pandemi Covid-19, ungkap Markus Lina, dia bisa mendapat penghasilan untuk satu souvenir, seperti sedotan bambu yang dipesan dengan tulisan nama pemesan saja antara Rp 700.000 sampai Rp 800.000 per hari.

Selain outlet bambu di Tanalodu Bajawa, Markus Lina juga biasanya menitip souvenir kerajinan anyaman bambu hasil karyanya di Labuan Bajo. Nasibnya, juga sama. Tidak ada pembeli karena pandemi Covid-19. Bahkan, sejumlah barang titipan di Labuan Bajo sudah rusak karena sifatnya bambu harus selalu dibersihkan.


Markus Lina dalam sebuah kesempatan pameran.

Dia menyebut sejumlah suvenir kerajinan anyaman bambu yang selama ini dibuatnya, yakni gantungan kunci, sedotan bambu, tempat tisu, peralatan makan, seperti gelas, piring dan cerek bambu, tempat sampah. Dia berharap, Pemerintah bisa menolongnya dengan cara membeli produk-produk kerajinan.

“Pemerintah bisa menolong dengan cara membeli produk-produk kerajinan, seperti kotak tisu, vas bunga, asbak rokok atau tempat sampah. Bisa ditaruh di kantor-kantor atau tempat-tempat pemerintah lainnya. Pemerintah bisa membantu kami dengan cara itu kami bisa produksi lagi,” harap Markus Lina.


Markus Lina (tengah) sedang memperlihatkan hasil kerajinannya.

Markus Lina juga berharap pemerintah dapat membantu mendatangkan peralatan seperti mesin bubut kayu dan mesin irat bambu dan printer laser. Peralatan ini sangat penting untuk menghidupkan kembali usaha, karena bahan baku bambu selalu tersedia. “Saya siap bangkit kembali bila ada peralatannya dan bisa dipajang di kantor-kantor pemerintah, DPRD, cafe ataupun resto,” katanya.

Saat ini, Markus Lina masih tetap menekuni usaha kerajinan bambu tersebut. Dia memasarkan produk kerajinannya melalui media sosial (Medsos) dan WA grup dengan tetap berharap kegiatan usaha kerajinan bambunya bisa bangkit kembali setelah Covid-19, berakhir.

Dia juga mengatakan, kegiatan usaha kerajinan anyaman bambu ini belum begitu banyak ditekuni di Kabupaten Ngada. “Usaha yang saya tekuni ini memang telah diketahui oleh banyak orang termasuk Pemerintah dan pelaku wisata. Saya harap pandemi ini cepat berakhir dan saya mulai berusaha lagi,” katanya.*

Catatan Redaksi: Tulisan ini telah dipublikasikan di media cetak Tabloid Flores Pos Net, Edisi Minggu I/Juni 2021.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


Kanan - Iklan SidebarKanan-Iklan ILM

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.