Korban Bencana Malapedho Kembali Mendapatkan Bantuan
Penulis: Wim de Rozari/Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 28 Sep 2021, 14:07:25 WIB Nusa Bunga
Korban Bencana Malapedho Kembali Mendapatkan Bantuan

Ecko, pengurus Yayasan AW didampingi Kepala Desa Inerie, Benediktus Milo menyerahkan bantuan berupa uang kepada korban bencana alam banjir Bandang di Malapedho, Sabtu (25/9/2021).


Bajawa, Florespos.net – Masyarakat korban bencana banjir bandang Kabupaten Ngada di Kampung Malapedho, Desa Inerie, Kecamatan Inerie kembali mendapatkan bantuan dari sesama. Bantuan kali ini datang dari Yayasan Arnoldus Wea Dhegha Nua yang merupakan hasil donasi dari  berbagai pihak kepada masyarakat terdampak bencana banjir bandang Malapedho pada  hari Sabtu (25/9/2021) pagi. 

Penyerahan bantuan ini berlangsung di Posko Bencana  Banjir Malapedho yang berlokasi di Desa Inerie, Kabupaten Ngada.

 Bencana yang terjadi pada Jumat, 3 September 2021 yang lalu,Yayasan Arnoldus Wea Dhegha Nua juga ikut prihatian dan langsung berinisiatif  memberikan bantuan sekaligus melakukan penggalangan donasi untuk para korban  banjir bandang tersebut. Donasi mulai dikumpulkan sejak tanggal 4 September 2021 dan  berakhir pada tanggal 22 September 2021. 

Baca Lainnya :

Berdasarkan rekapan terakhir tim Yayasan AW Dhegha Nua, total donasi yang  berhasil dikumpulkan sebesar Rp35. 600.000.  Sumber donasi itu berasal dari para  diaspora yang berasal dari Malapedho, para Imam, kerabat, dan masyarakat umum yang tergerak meringankan duka para korban bencana.

Menurut Ecko, salah satu pengurus Yayasan AW yang turun ke lapangan untuk  menyerahkan donasi itu mengatakan bahwa, Yayasan AW Dhegha Nua melalui divisi  AWPeduli tetap berkomitmen untuk bergerak bersama masyarakat dalam menumbuhkan semangat gotong royong dan kemanusiaan.

“Yayasan AW merupakan yayasan inklusif kemasyarakatan yang melibatkan  masyarakat untuk saling membantu masyarakat lain yang membutuhkan,” jelas Ecko.

Ecko juga menjelaskan bahwa alokasi pendistribusian bantuan dari total donasi  yang terkumpul itu sudah didiskusikan sebelumnya antara Tim Yayasan AW bersama beberapa donatur, salah satunya Bapak Antonius Boro.

Hasil diskusi menyepakati  bantuan itu diserahkan kepada tujuh orang korban terdampak bencana banjir Malapedho.

Dua orang anak yang kehilangan kedua orang tuanya, Yohanes Charlos  dan  Leonardo Basilia Jekot, masing-masing mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 6.000.000  (Enam Juta Ripiah). 

Lima orang lainnya yang mengalami kerusakan rumah, setiap orang  menerima bantuan sebesar Rp 4. 383.750.

Ecko mendapatkan mandat dari Yayasan Arnoldus Wea Dhegha Nua untuk  menyerahkan bantuan sesuai dengan kesepakatan tersebut.

Di sela-sela melakukan  kunjungan ke lapangan, Ecko mendapatkan informasi secara umum, ada lima rumah korban mengalami kerusakan yang cukup parah dan 1 rumah yang hilang total tersapu  banjir.

Rumah- rumah tersebut dalam rencana akan direlokasi karena berada di lokasi  aliran sungai.

Hendrikus Gata, sebagai perwakilan para korban menyatakan ungkapan limpah  terima kasih kepada semua pihak yang membantu, kepada para donatur yang sudah  mengulurkan tangan melalui Yayasan AW Dhegha Nusa. 

“Bantuan ini sangat meringankan beban yang kami hadapi, demikian ungkapan  hati Hendrikus. Pada kesempatan yang sama, Benediktus Millo selaku Kepala Desa Inerie  juga menyampaikan terima kasih kepada semua donatur yang telah mengulurkan tangan  bagi semua saudara para korban bencana.

Beliau juga menegaskan kepada para korban  yang rumahnya rusak agar dalam waktu dekat segera melakukan pembangunan ulang  rumah baru dan memanfaatkan bantuan ini secara baik.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment