Kisah Kecil dari Kampung Benteng Pau, Seorang Siswa SD Merangkak Saat Jalan
Penulis: Albert Harianto/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 24 Agu 2021, 13:56:37 WIB Feature
Kisah Kecil dari Kampung Benteng Pau, Seorang Siswa SD Merangkak Saat Jalan

Claudius Rolan Emolse (8), sedang bermain bersama teman-teman.


Borong, Florespos.net-Claudius Rolan Emolse (8), siswa kelas satu Sekolah Dasar Benteng Pau, tidak bisa berjalan secara normal. Dia hanya bisa berjalan dengan cara merangkak, baik di rumah maupun berangkat mengeyam pendidikan di sekolahnya.

Damaskus Rapas, ayah Rolan begitu Claudius Rolan Emolse biasa disapa, ditemui di Desa Benteng Pau, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Sabtu, (21/8/2021) mengungkapkan, Rolan lahir pada tahun 2013 dalam keadaan normal.

Menurut dia, memasuki usia tiga tahun, Rolan belum bisa berjalan dengan lancar. Tumpuan kaki anak tidak terlalu kuat sama seperti saat awal dilatih untuk berjalan.

Baca Lainnya :

Damaskus bersama istri, Maria Dadas berusaha mencari cara lain untuk mengobati anaknya. Dia berupaya menyembuhkan dengan cara tradisional dan pergi ke dukun. Namun belum membuah hasil, karena anaknya belum bisa berjalan normal.

Damaskus mengaku belum biasa membawah anaknya untuk berobat di rumah sakit atau dokter.

Kondisi kehidupan ekonomi serba kekurangan dan sulit, apalagi saat ini di tengah pandemi Covid-19. Hasil pertanian yang mereka miliki sangat sedikit. Cukup hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Selain setiap hari bertani di ladang, Damaskus mencari penghasilan tambahan. Dia bekerja sebagai tukang bangun. Itu pun digelutinya kalau musim panen selesai.

“Sebagai orang tua kami terus berjuang agar anak Rolan bisa sembuh dan berjalan normal. Namun hingga umur 6 tahun tidak bisa berhasil. Anak Rolan sampai saat ini, jalan harus dengan cara merangkak,” kata Damaskus.

Meski kondisi anak seperti itu, Damaskus dan Maria Dandes tidak patah semangat. Mereka berusaha menyekolahkan Rolan di sekolah dasar setempat.

Rolan sangat senang dan sekolah seperti biasa. Malah, Rolan terlihat sangat bersemangat meski kondisinya demikian.

Damaskus mengaku, mereka pernah menerima bantuan lansung tunai (BLT) dari Pemerintah Desa setempat saat pandemi Covid-19.

Damaskus dan Maria Dandes mengharapkan perhatian Pemerintah. Mereka bisa terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dan bisa juga mendapat bantuan sosial lain, apalagi anak mereka kategori disabilitas.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment