Kisah Ayah ODGJ dan Anak Difabel di Manggarai Timur
Penulis: Albert Harianto/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 06 Jul 2021, 22:25:23 WIB Feature
Kisah Ayah ODGJ dan Anak Difabel di Manggarai Timur

Sekretaris Dinkes Matim, Pranata Kristiani Agas memeluk Febi.


Borong, Florespos.net-Rumah kecil di Golo Mongkok, Desa Watu Mori, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), tampak ramai. Rasa haru, suka cita dan keceriaan begitu nyata di wajah para penghuninya.

Hari itu, Senin (5/7/2021) pukul 12.30 Wita, rumah kecil yang selama ini dihuni Stefanus Kanur (30) dan anaknya, Febi (9) dikunjungi Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Matim, Pranata Kristiani Agas dan stafnya.

Stefanus Kanur, sudah 10 tahun mengalami gangguan jiwa. Sementara Febi, adalah anak dengan kebutuhan khusus (difabel). Stefanus Kanur bersama anaknya, Febi tinggal bersama kedua orang tuanya.

Baca Lainnya :

“Ini buat Febi,” ujar Sekretaris Dinkes, Kristiani Agas, ketika menyerahkan bingkisan kecil untuk Febi. Febi menerima bingkisan kecil itu sambil tersenyum bahagia dan melompat-lompat.

“Febi berusia 9 tahun. Dia (Febi, Red) sesungguhnya lahir dalam keadaan normal,” kata Hendrikus Gandut (67), kakek Febi mengawali ceritanya tentang anak dan cucunya kepada Sekretaris Dinkes, Kristiani Agas.

Saat Febi berusia dua tahun, cerita Hendrik Gandut, cucunya itu dibawah ibu kandungnya ke kampung.

“Ibunya pergi bawah dengan Febi meninggalkan suaminya. Stefanus Kanur, anak saya ini, sudah 10 tahun mengalami gangguan jiwa,” ungkapnya.

Tahun 2020 lalu, ibunya mengantar Febi ke ayahnya, Stefanus Kanur.

“Kami pikir, dia (ibunya, Red) antar Febi dalam keadaan sehat. Setelah beberapa hari ada di sini, kami lihat gerak geriknya Febi. Ternyata, Febi sakit dan tidak bisa bicara,” kata Hendrikus Ganut.

Sejak diantar ibunya, Hendrik Ganut bersama istrinya merawat cucunya dan ayahnya, hingga saat ini.

“Dua hari lalu, kami ikat dia. Dia jalan keluar jauh dari rumah. Rumah kami ini di jalan utama. Kami tidak berniat ikat dia. Hanya sedikit batasi ruang gerak agar tidak jauh sampai di jalan umum. Kami takut, dia tertabrak kendaraan,” katanya.

Sementara Stefanus Kanur, sudah 10 tahun mengalami gangguan jiwa. Stefanus menderita sakit pasca mengalami kecelakaan kerja pada 10 tahun silam yang berujung sampai menderita gangguan jiwa.

Selama menderita gangguan jiwa Stefanus Kabur tidak pernah membuat keresahan. hanya diam di rumah. “Anak saya menderita gangguan jiwa. Cucu saya tidak bisa bicara. Kami tidak bisa berbuat banyak. Tapi kami terus berusaha merawat keduanya dengan baik,” kata Hendrik Ganut.

Dia mengaku, sudah bertahun-tahun anaknya mengalami gangguan jiwa dan cucunya tidak bisa bicara, dia bersama istrinya belum pernah mengantar berobat di rumah sakit. Mereka tidak ada biaya untuk pemeriksaan dan pengobatan.

Hendrik Ganut bersama istri, anak dan cucunya mengaku merasa sangat senang dan bahagia dikunjungi Sekretaris Dinkes, Kristiani Agas.

Menurut Hendrik Ganut, selama ini, mereka tidak pernah mendapat kunjungan seperti itu, apalagi dari Pemerintah Daerah (Pemda).

“Terus terang hadirnya ibu Sekretaris Dinas yang melihat langsung anak dan cucu ini, kami senang. Terima kasih banyak sudah datang,” ungkap Hendrik Ganut.

Sekretaris Dinkes Matim, Pranata Kristiani Agas yang sebelumnya menjabat Kabid P2P Dinkes Matim ini, baru saja dilantik menjadi Sekretaris Dinkes. Setelah dilantik pada Senin (5/7/2021), dia memilih langsung menyambangi Stefanus Kanur dan Febi, setelah mendapat informasi dari keluarga dan wartawan.

Kristiani Agas mengatakan segera melakukan tindakan mengobati terlebih dahulu Stefanus Kanur yang mengalami gangguan jiwa hingga sembuh.

“Kita fokus ke bapaknya dulu. Bapak Stef bisa sembuh kalau rutin minum obat, apalagi usia produktif. Kalau bapak Stef sembuh, sudah bisa mengurus anaknya yang sakit ini. Kita upayakan sampaik sembuh. Selama ini, ada banyak ODGJ yang sembuh karena minum obat,” katanya.

Sementara Kabag Prokopim Setda Matim, Jefrin Haryanto mengaku sudah mengunjungi Stefanus Kanur dan Febi. “Setelah lihat dan dialog dengan keluarga, saya informasikan ke Pak Sekretaris Daerah (Sekda). Puji Tuhan Pak Sekda langsung instruksi untuk segera tangani Stefanus dan Febi,” katanya.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment