Kepala Sekolah di Manggarai Diingatkan Tak Salahgunakan Dana BOS dan PIP
Penulis: Christo Lawudin/Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 11 Sep 2021, 10:00:02 WIB Pendidikan
Kepala Sekolah di Manggarai Diingatkan Tak Salahgunakan  Dana BOS dan PIP

Pelaksana Tugas Kadis Pendidikan Manggarai, Frans Gero.


Ruteng, Florespos.net - Para sekolah di Manggarai diingatkan untuk mengelola dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan beasiswa dari Program Indonesia Pintar (PIP) sesuai dengan petunjuk teknis dan pelaksanaanya. Menyalahgunakan uang negara itu bisa berujung kasus hukum dan penjara.

Seperti disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pendidikan Manggarai, Frans Gero kepada wartawan, Jumat (10/9/2021), cukup banyak dana yang diberikan ke sekolah-sekolah. Dana yang ada jelas peruntukkannya baik untuk siswa maupun sekolah secara umum. Penggunaan dana sudah pasti diikuti aturan.

"Maka, penggunaannya harus sesuai dengan peruntukkan. Kelola terbuka dan transparan. Tidak boleh salahgunakan dana untuk urusan di luar peruntukkan dan apalagi untuk kepentingan sendiri," katanya.

Baca Lainnya :

Peringatan serupa juga disampaikannya di hadapan pimpinan dan guru-guru SMPN 1 Langke Rembong saat melakukan monitoring pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas, Rabu (8/9/2021).

Di hadapan para guru, Plt. Kadis, Frans Gero mengatakan, dirinya tidak bosan mengingatkan para kepala sekolah dan pengelola dana-dana yang masuk ke sekolah untuk menggunakannya secara baik dan benar. Semua harus mengikuti petunjuk dan transparan.

"Saya ingatkan lagi semua di satuan pendidikan untuk kelola dana BOS dan PIP dengan baik. Terbuka dan transparan karena itu dana untuk sekolah atau siswa. Dana itu untuk kepala sekolah atau pengelola atau guru-guru," katanya.

Dikatakan, sejumlah kasus hukum yang terjadi kiranya menjadi pembelajaran agar penggunaan dana harus sesuai dengan peruntukkannya. Tidak boleh salah memanfaatkan dana-dana itu. Yang me jaga dan mengamankan semua adalah regulasi yang mengaturnya.

Menurutnya, ada kejadiaan di sekolah, kepala sekolahnya tidak menggunakan uang PIP sesuai dengan peruntukkan. Semua uang dipakai kepala sekolah dengan jumlah mencapai 80 juta rupiah. Penyalahgunaan itu diketahui publik kemudian.

Yang menyedihkan, lanjut Pelaksana Tugas yang juga Sekretaris Dinas Pendidikan itu, uang itu peruntukkan bagi anak-anak yang orang tuanya tidak mampu dan miskin. Bisa-bisanya kepala sekolah dengan gaji cukup, mempunyai tunjang dan bahkan sertifikasi mengambil dana itu untuk kepentingannya. Di mana nuranimu sebagai seorang pendidik?

Beberapa waktu lalu, Kadis Maxi Gandur (kini sudah mantan) juga mengatakan, dana BOS dan PIP jelas peruntukkannya. Regulasinya mengatur detail mulai syarat, skedul, pencairan, dan laporan. Kalau semua jalan dalam aturan, maka tidak ada yang tersandung kasus hukum atau kasus apapun.

"Kelola saja sesuai dengan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan. Jangan lakukan di luar koridor karena risikonya besar nantinya," katanya. *




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment