RUTENG, FLORESPOS.net – Manggarai memang memiliki stok vaksin untuk hewan penular rabies (HPR). Tetapi, yang ada dirasa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan untuk memvaksin semua HPR di Manggarai, nantinya. Karena itu, Pemkab Manggarai tetap meminta tambahan stok VAR ke pemerintah pusat melalui Pemprov NTT mengingat tingginya kebutuhan vaksin itu nantinya.Baca Selengkapnya…

Silahkan dishare :

MBAY, FLORESPOS.net-Kasus gigitan anjing rabies di Kabupaten Nagekeo, NTT, masih ada. Data per April 2023, sudah 585 orang warga Kabupaten Nagekeo tergigit hewan penularan rabies (HPR). Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nagekeo, Renny Wahyuningsih mengatakan, saat ini jumlah stok vaksin yang dimiliki sebanyak 900 vial. Yang artinya masih cukup atauBaca Selengkapnya…

Silahkan dishare :

MBAY, FLORESPOS.net – Dinas Peternakan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT, mencatat hingga April 2023 sebanyak 585 warga Nagekeo  digigit hewan penular rabies (GHPR). Tinginya angka kasus gigitan anjing di Nagekeo kemudian membuat Dinas Peternakan Nagekeo yang membidangi kesehatan hewan terus didorong untuk memastikan  anjing di Nagekeo terbebas dari rabies.Baca Selengkapnya…

Silahkan dishare :

ENDE, FLORESPOS.net-Rabies Center, Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, NTT terus melayani dan memberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR) kepada warga yang digigit Hewan Penular Rabies (HPR). Sejak Januari-Mei 2023, Rabies Center Ende mencatat 479 warga yang digigit HPR. Data ini diketahui dari warga atau korban yang datangBaca Selengkapnya…

Silahkan dishare :

RUTENG, FLORESPOS.net – Mengantisipasi kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) di Manggarai, NTT, instansi teknis telah mengambil sikap tepat, yakni mendistribusikan vaksin ke Puskesmas-Puskesmas. Kepada wartawan di Ruteng, Rabu (31/5/2023) pagi, Kepala Dinkes Manggarai, drg. Bartolomeus Hermopan mengatakan, rabies ini tidak baru. Karena itu, sejak lama, vaksin telah diberikan keBaca Selengkapnya…

Silahkan dishare :

BORONG, FLORESPOS.net-Nahas menimpah bocah 8 tahun asal Wangkung, Desa Poco Ri’i, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia akibat gigitan anjing rabies. Sekretaris Dinas Kesehatan Pranata Kristiani Agas menyampaikan hal itu Kamis (25/5/2023) di Borong. Ani Agas mengatakan, bocah meninggal di RSUD Borong setelah mendapat rujukan dari puskesmas.Baca Selengkapnya…

Silahkan dishare :