ENDE, FLORESPOS.net-Hujan dengan intensitas tinggi di Kabupaten Ende, Provinsi NTT pekan lalu menyebabkan terjadinya longsoran di beberapa tempat.

Paling parah terjadi di Kelurahan Rewarangga Selatan, Ende Timur yang menghilangkan empat nyawa dalam satu keluarga.

Longsoran material berupa batu dan tanah juga terjadi di TK Negeri Pembina Ende yang terletak di Kelurahan Mautapaga, Ende Timur.

Longsoran material dari tebing di belakang sekolah itu mengancam keselamatan siswa dan guru saat berada di sekolah.

Pantauan media ini di TK Pembina, Selasa (11/6/2024) pagi terlihat beberapa batu berukuran kecil dan sedang yang terjatuh dari tebing di belakang sekolah. Tembok penahan yang berada di belakang sekolah itu juga terlihat mulai retak.

Kondisi ini mengancam keselamatan siswa dan guru saat jam belajar karena letak tebing itu sekira satu meter di belakang sekolah.

Kepala TK Negeri Pembina Ende, Marselina Albina Feni kepada florespos.net di sekolah mengatakan batu-batu yang berada di belakang sekolah itu jatuh dari tebing pada Kamis (6/6/2024) malam saat hujan deras mengguyur Kota Ende.

“Batu itu jatuh dari atas saat hari kami malam lalu. Jumat pagi saat kami datang ke sekolah baru lihat,” katanya.

Marselina mengatakan kondisi ini sangat mengancam karena gedung- gedung itu dipakai untuk KBM. Pihak sekolah sudah melaporkan kepada pemerintah agar bisa membangun tembok panahan yang lebih tinggi.

“Sekolah sudah laporkan kepada PJ Bupati, Dinas Pendidikan, BPBD, Camat dan Lurah. Kami berharap buat tembok baru lagi karena sangat mengancam keselamatan saat berada di sekolah,” katanya.

Ketua Komite TK Negeri Pembina Ende, Yustinus Sani, Selasa (11/6/2024) pagi sudah melihat langsung ke lokasi.

Sani berharap pemerintah segera turun ke sekolah melihat kondisi lapangan dan membangun tembok pengaman untuk keamanan dan kenyamanan serta keselamatan siswa dan guru saat berada di sekolah.

“Saya sudah lihat langsung kondisi di lokasi dan sekolah berada dalam ancaman longsor. Kita berharap segera dibangun tembok penahan yang lebih tinggi lagi untuk keamanan dan keselamatan para siswa dan guru di sekolah ini,” kata Sani. *

Penulis: Willy Aran I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *