LABUAN BAJO, FLORESPOS.net –  Lima Bapak Asuh (BA) Sahabat Ekosistem Pariwisata (SEP) di Labuan Bajo Kabupatn Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat penghargaan dari Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).

Kelima BA penerima penghargaan SEP dimaksud berlatarbelakang hotel dan restoran, yaitu Hotel Green Prundi, Hotel Meruorah Komodo, Puri Sari Beach Hotel, Exotic Komodo, dan Prima Rasa. Keempat dan kelima adaalah  restoran/rumah makan.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi mereka kepada masyarakat dan lingkungan, wujud aksi pariwisata regeneratif, berkualitas, inklusif dan berkelanjutan yang dilakukan melalui skema program BA. Ini dilaksanakan melalui Program SEP atau Tourism Ecosystem Fellowship (TEF).

Penyerahan penghargaan tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Komodo Travel Mart (KTM) 2024 di Golo Mori Conventio Center Labuan Bajo, Jumat (7/6/2024).

Acara itu disaksikan sekitar 250 tamu undangan, termasuk di antaranya Wakil Menteri (Wamen) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Republik Indonesia (RI) Angela Tanoesoesibjo, Sekretaris Daerah (Sekda) Mabar Fransiskus Sales Sodo, Plt. Direktur Utama BPOLBF), para buyers, dan sellers.

Program ini dilatarabelakangi inisiatif dari perusahaan seperti hotel dan restoran atau industri pariwisata yang memberi bantuan dan dukungan pada masyarakat, usaha kecil, menengah, atau komunitas lokal seperti desa wisata dalam rantai pasok sektor pariwisata, serta memberikan dampak kepada lingkungan.

Tujuannya untuk peningkatan kapasitas, kualitas, daya saing dari usaha kecil, komunitas dan lingkungan, sehingga mereka lebih berkontribusi terhadap pariwisata regeneratif, betkualitas, inklusif dan berkelanjutan.

Program ini juga berperan dalam promosi penggunaan produk “anak asuh/binaan” sehingga berkontribusi dalam rantai pasok guna menciptakan ekosistem bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Fransiskus Saverius Teguh, Plt. Direktur Utama BPOLBF ketika itu mengatakan, program SEP untuk pemberdayaan masyarakat dalam bentuk dukungan kepada usaha kecil, menengah atau komunitas lokal yang bergerak di lingkungan, sektor pariwisata.

Bapak Asuh juga diharapkan bisa berperan mempromosikan dan menggunakan produk anak asuh, sehingga berkontribusi dalam rantai pasok guna menciptakan ekosistem bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif berkelanjutan, ujar Frans Teguh. *

Penulis: Andre Durung/Editor:Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *