LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Kerang darah merupakan komoditi ekspor terbaru sektor pangan Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT. Negara tujuan Thailand atau disebut Siam atau Negeri Gajah Putih.

Fatinci Reynilda, Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan dan Perikanan (KP2) Mabar belum lama berlalu menanggapi media ini di Labuan Bajo mengatakan kerang darah Manggarai Barat berasal dari Terang Kecamatan Boleng.

Selama tahun 2024, medio Januari-Mei, demikian Kadis yang akrab disapa In itu, kerang darah tersebut sudah 6 kali dikirim ke Thailand sebagai negara tujuan ekspor komoditi dimakaud.

Total kerang darah yang sudah dieksport ke Thailand tersebut selama 2024, medio Januari-Mei sebanyak 6 ton 275 kilogram (kg)

Sedangkan komoditi pangan setempat lain yang menjadi langganan ekspor selama ini, lanjut Kadis In adalah ikan tenggiri dan ikan kerapu. Negara tujuan yaitu Taiwan, Malaysia, dan Singapura.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Mabar NTT, Fatinci Reynilda

Total ikan Tenggiri dan ikan Kerapu asal Manggarai Barat yang diekspor 2024 periode januari-Mei yaitu sebesar 5 ton 543 kg.

Dominan kirim ikan kerapu ke Singapura, Malaysia dan Taiwan. Pengiriman ikan tenggiri juga begitu, ketiga negara tersebut (Singapura, Malaysia, Taiwan). Namun untuk kerang darah kecuali dikirim ke Thailand.

“Kalau untuk ekspor kita kontinyu, ” kata Kadis In.

Sementara ketika disinggung tentang peresediaan pangan lain di Manggarai Barat,

Kadis In mengungkapkan, untuk sementara stok beras Mabar masih cukup karena bertepatan panen raya di daerah itu selama Mei-Juni 2024, di antaranya di daerah irigasi Lembor, kata Ladis In ketika disentil stok beras dan aneka pangan lain di daerah itu saat sekarang.

Hasil panen padi masyarakat  Mabar yang sekarang sudah diserap oleh Bulog (Badan logistik) setempat 80 ton. Sebanyak 50 ton terserap di Mei 2024, dan terserap di Juni untuk sementara 30 ton.

Menyinggung stok kedelai, jugung, bawang merah dan  bawang putih di Mabar saat ini, Kadis In mengatakan, di lapangan komoditi-komoditi itu selalu ada, katanya. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

1 Komentar

  1. Luar biasa hasil komoditi pangan yg diekspor keluar Negeri berdampak pada peningkatan PAD Kabupaten. Sebuah terobosan bagus untuk memperkenalkan pangan yg berkualitas dan bergizi. Lebih dari itu sebagai model edukasi untuk masyarakat ttg cara profesional membudidayakan serta mengelola sumber daya alam itu sendiri. Selamat pagi Flores pos.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *