LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Wakil Menteri (Wamen) Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Republik Indonesia (RI), Angela Tanoesoedibjo, berharap kegiatan Komodo Travel Mart (KTM) menjadi agenda tahunan.

Ia menyampaikan itu pada acara KTM kelima 2024 di Golo Mori Convention Center Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (7/6/2024).

KTM lima 2024 mempertemukan 121 buyer (pembeli) dan 62 seller (penjual). Ke 121 buyers berasal dari dalam dan luar negeri, yaitu Jerman dan Malaysia. Sedangkan 62 sellers asal NTT dan pelaku usaha di Labuan Bajo. Target KTM  sekitar 30 miliar rupiah.

Selain buyers dan sellers, di KTM tersebut juga hadir antara lain Sekretaris Daerah (Sekda) Mabar Fransiskus Sales Sodo, Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Frasiskus Saverius Teguh, Ketua Panita KTM Oyan Kristian.

Menurut Wamen Angela, terakhir kegiatan KTM digelar tahun 2017, lalu jedah dan baru dilaksanakan lagi pada tahun 2024 sekarang.

KTM yang mempertemukan 121 buyer dan 62 seller dengan target sekitar 30 miliar rupiah, dinilai Wamen Angela, adalah hal baik. Kemenparekraf dan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat selalu mendukung upaya-upaya mengembangkan pariwisata di NTT.

Labuan Bajo, demikin Wamen Angela, adalah salah satu dari 5 daerah/destinasi super prioritas (DSP) yang dikembangkan oleh Pemerintah RI sebagai strategi pengembangan pariwisata.

Sehubungan dengan itu, ungkap Wamen Angela, sejak Presiden RI Joko Widodo mencanangkannya, maka Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan program-program semua diarah ke 5 DSP tersebut.

Terbukti di Labuan Bajo berbagai infrastruktur telah dibangun. Berbagai penataan telah dilakukan. Berbagai kegiatan, termasuk event telah diarahkan, seperti tahun kemarin ada ASEAN Summit. Saat itu berbagai kepala negara hadir dan mendukunng promosi Labuan Bajo dan sekitar.

Kita juga, kata Wamen Angela, terus mendorong kualitas para pekerja pariwisata kita. Investasi di Labuan Bajo dan sekitar juga terus didorong demi memperkuat ekosistim pariwisata setempat. Dari akomodasi, aksesibilitas, amenitas, semua mendukung pariwisata supaya semakin lengkap, ujar Wamen Angela.

Informasi dari Sekda Mabar (Fransiskus Sales Sodo), ungkap Wamen Angela, tahun lalu (2023) berhasil mencapai lebih dari 420 ribu kunjungan di Mabar, dan itu naik 60 persen lebih dari tahun sebelumnya, luar biasa sekali.

“Pada tahun 2024 ini kalau bisa    Pemda Mabar naikkan lebih dari 500 ribu kunjungan,” ujar Wamen Angela sambil melihat Sekda Sodo dihadapannya.

Tentunya ini, sambung Wamen  Angela, membutuhkan dukungan para pihak. Kita mendorongnya supaya Labuan Bajo dan sekitar semakin diminati.

Pemerintah, kata Wamen Angela, terus mendorong meningkatkan pariwisata di 5 DPS. Skemanya yakni membuat wilayah-wilayah khusus melalu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau melalu wilayah yang dikelola Badan Pelaksana Otorita.

Dan untuk di Labuan Bajo Kemenparekraf punya kawasan Parapuar. Kawasan ini seluas 400 ha dan di zona pertamanya sudah clear dan clean, telah berstatus HPL (Hak Pengelolaan Lahan) kurang lebih 129 ha.

Kalau ada yang berminat silakan kelola melalu kerja sama dengan Kemenparekraf/BPOLBF dengan prinsip pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, beber Wamen Angela.

Masih Wamen Angela, sejak pandemi Covid 19 pariwisata kita sudah diarahkan supaya betul- betul dikembangkan dengan cara yang berbeda.

“Betul kita perlu manfaat ekonomi tetapi kita ingin sektor pariwisata kita bisa terus diwariskan dari generasi ke generasi. Dan kekuatan kita ada di nature (alam), ada di culture (budaya), ada di history (sejarah), ada di kreativitas,” ujar Wamen Angela.

Semua itu perlu dijaga bersama- sama supaya pariwisata punya dampak positif, tidak hanya kepada travelers tetapi juga kepada masyarakat lokal, kepada destinasinya, dan kepada semua stakeholder pariwisata.

“Jadi ini tanah pemberian Tuhan, kita harus menjaganya dengan baik,” tutup Wamen Parekraf itu.

Plt. Dirut BPOLBF menambahkan, kekuatan alam dan budaya Labuan Bajo dan Flores yang satu kesatuan itu luar biasa. Dahsyat baharinya/maritimnya. Sampai sekarang turis yang datang ke Labuan Bajo 95 % masih memilih lancong di laut, ke kawasan Taman Nasional Komodo.

Hal itu yang mendorong BPOLBF mengembangkan kawasan Parapuar. Alam Flores umumnya indah, menarik, unik, seperti Wae Rebo, Ruteng, Nagekeo, Bajawa, Ende, Sikka dan semenanjung Flores umumnya, kata Frans Teguh. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *