BAJAWA, FLORESPOS.net-Sebanyak 13 Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengikuti kegiatan dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2024.

Sejumlah perlombaan dan pertandingan digelar dan dipusatkan di Desa Beapawe, Kecamatan Golewa Barat. Salah satunya perlombaan yang mendapat perhatian atau atensi dari masyarakat, yakni tarian tradisional ‘Ja’i’ yang berlangsung di Lapangan Desa Beapawe, Minggu (29/4/2024).

Kepala SDI Welu, Desa Beapawe Maria Veronika Ule di sela kegiatan mengatakan SDI Welu merupakan tuan rumah Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) serta pagelaran menyongsong Hardiknas 2024 tingkat Kecamatan Golewa Barat.

“Kegiatan selama 5 hari. Semua peserta dari 13 sekolah menginap di rumah penduduk di Dusun Welu, Desa Beapawe,” katanya.

Maria Veronika mengatakan, kegiatan-kegiatannya, yakni olahraga terdiri dari Voli Putri, Sepak Bola, Tenis Meja Putra dan Putri. Sedangkan kesenian, yakni lomba Ja”i Tradisional, Paduan Suara, Pop Singer dan lomba musik Asemble.

Hal lain yang juga telah dilakukan, kata Maria Veronika, adalah lomba membaca lancar kelas 1 serta nembaca pemahaman kelas 2.

Menurut Maria Veronika, setiap sekolah mengirimkan tim kurang lebih 50 orang termasuk para pendamping. Guna mensuksesan kegiatan ini, peran masyarakat sangat tinggi di bawah koordinasi Kepala Desa Beapawe yang juga Ketua Panitia.

Maria Veronika mengatakan, selain mendapat dukungan dari dana desa serta komite masing-masing sekolah juga memberikan kontribusi berupa uang untuk kegiatan olahraga sebesar Rp.662.000 dan kesenian Rp.360.000.

Selain itu, anggaran yang juga disiapkan berupa dana dari komite sekolah sebesar Rp.55.800.000 serta Dana Desa.

Maria Imaculata Bupu, salah satu orang tua yang menyaksikan kegiatan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan kegiatan di mana salah satunya adalah lomba Tarian Tradisional Ja’i.

Dia berharap melalui lomba tersebut anak-anak Kabupaten Ngada lebih mengenal budaya mereka sendiri.

Kata dia, anak dilatih menari budaya sendiri disertai dengan teknik memukul gong dan gendang yang benar serta menyampaikan ungkapan adat yang disebut dengan ‘Sa Ngaza’.

Memukul gong, tentu berbeda antara satu dengan yang lainnya. Begitupun dengan gendang dan yang luar biasa ketika anak-anak mampu membawakannya dengan baik. Tarian yang dibawakan dalam beragam formasi juga mengekspresikan nilai seni yang ditampilkan dengan sungguh sehingga patut diberikan apresiasi.

“Sebagai orang tua kami rasa bangga terhadap penampilan anak-anak kami. Mereka harus dibentuk sejak usia dini,” kata Maria Imaculata.

Kepala Desa Beapawe Marianus Oktavianus Kila pada kesempatan itu mengatakan Pemerintah Desa Beapawe mendukung kegiatan ini dan memberikan support penuh dengan dana sebesar Rp 55 juta dari Alokasi Dana Desa.

Pemerintah Desa langsung dibawa kepemimpinannya mengambil alih sebagai penyelenggara. Dana yang dianggarkan mulai dari persiapan sarana prasarana hingga hadiah kejuaraan.

“Masyarakat memberikan dukungan penuh dan selama 5 hari kegiatan mereka terlibat mendukung kegiatan ini,” ungkapnya.

Menurut Marianus, persoalan yang dihadapi adalah ketersediaan air minum di mana kena jumlah peserta yang banyak air minum yang ada di desa tidak mencukupi sehingga beberapa kontingen harus membeli air dari mobil tangki.

Terkait lomba Ja’i tradisional menurutnya merupakan sebuah perlombaan yang berbobot dan tentunya memberikan apresiasi yang tinggi.

Kegiatan ini menurutnya, mempersiapkan generasi yang setidaknya anak-anak dapat mengerti tentang budayanya sendiri.

Katanya, Pemerintah Desa memberikan dukungan kepada para guru untuk melaksanakan kegiatan tersebut tentunya berharap agar generasi penerus untuk juga memahami nilai-nilai budaya leluhur.

“Melalui lomba seperti ini dapat menginspirasi mereka dalam kehidupan sehari-hari terkait pentingnya budaya,” tutup Marianus.*

Penulis: Wim de Rozari Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *