BAJAWA, FLORESPOS.net-Kematian Albertus Botha, Bupati Ngada Periode 1999-2004 tidak hanya menjadi duka masyarakat Kabupaten Ngada.

Masyarakat Kabupaten Nagekeo juga merasa kehilangan sosok Albert Botha yang pada masa kepemimpinannya ikut terlibat aktif dalam pemekaran Kabupaten Ngada dan pembentukan Kabupaten Nagekeo.

Pemerintah Kabupaten Nagekeo memberikan penghormatan kepada almarhum Bupati Albertus Botha dengan hadir juga ke rumah duka mengikuti pelepasan di Kantor Bupati Ngada, mengikuti perayaan ekaristi di Gereja St.Yosep Bajawa hingga mengantarnya ke Kampung Borani, Langa, Kecamatan Bajawa.

Rombongan Pemda Kabupaten Nagekeo dipimpin Asisten 1 Setda Kabupaten Nagekeo, Imanuel Ndun, Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Marselinus F. Ajo Bupu, segenap pimpinan perangkat daerah juga beberapa anggota DPRD Kabupaten Nagekeo. Mereka menyerahkan seekor kerbau besar ketika melayat Almarhum Albert Botha.

Asisten I Setda Kabupaten Nagekeo, Imanuel Ndun, Rabu (3/4/2024) menjelaskan Mantan Bupati Ngada Albertus Botha bagi masyarakat Kabupaten Nagekeo adalah seorang pahlawan.

Hal ini menurut mantan Camat Boawae tersebut bahwa dalam situasi yang sangat dilematis dalam perjuangan pembentukan Kabupaten Nagekeo, Bupati Albert Botha yang akrab disapa Nong Botha begitu tenang di mana sebagai seorang pemimpin dirinya memanage dinamika yang tidak saja hangat namun cukup panas menjadi sejuk dan proses pemekaran Kabupaten terjadi dalam situasi yang sangat aman.

“Saya ingat betul pesan yang disampaikan saat masyarakat Nagekeo mendatangi Kantor Bupati Ngada. Pemda Ngada tidak pernah menghambat asal perjuangan tidak boleh dengan cara yang kasar,” ungkapnya.

Bagi masyarakat Nagekeo, almarhum merupakan tokoh penting perjuangan lahirnya Kabupaten Nagekeo. Karena itu kondisi pembangunan Kabupaten Nagekeo saat ini juga adalah peran beliau.

Bahwa dalam proses perjuangan pembentukan Kabupaten Nagekeo terdapat dinamika itu adalah hal yang wajar namun bagaimana seorang memecahkan dirinya menjadi dua yakni untuk Ngada dan Nagekeo bukanlah sesuatu yang mudah

Almarhum sangat mencintai Nagekeo dan merupakan tokoh kaliber yang  sangat dihormati masyarakat Nagekeo. Sebagai penghormatan dan terima kasih, Pemerintah Kabupaten Nagekeo hadir dengan budaya penghormatan tertinggi bagi sosok yang berjasa bagi masyarakat Kabupaten Nagekeo.

“Karena tanda tangannya jadi sejarah untuk Ngada dan Nagekeo,” ungkapnya.

Almarhum merupakan pemimpin yang mempercayai penuh stafnya dalam bekerja dengan sebuah keyakinan bahwa staf yang dipercayai tentu mempunyai niat baik untuk daerah.

“Setiap kali HUT Nagekeo kami tidak pernah lupa jasa para pejuang termasuk Bapak Nong serta semua stakeholder di Ngada yang ikhlas untuk pembentukan Kabupaten Nagekeo,” tutupnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Marselinus Fabianus Ajo Bupu atau yang sering disapa Selly Ajo mengatakan, sebagai Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo dan juga salah satu pejuang pembentukan Kabupaten Nagekeo dirinya memberikan penghormatan secara khusus kepada Almarhum karena disadari hadirnya Kabupaten Nagekeo juga berkat peran penting almarhum.

Ketokohan almarhum telah membuktikan bahwa dirinya berpikir untuk sebuah kemajuan seiring dengan perkembangan zaman.

Kehadiran secara budaya bersama segenap pimpinan perangkat daerah dan anggota DPRD Kabupaten Nagekeo merupakan sebuah pengakuan bahwa Nagekeo hadir dari rumah besar yakni Kabupaten Ngada.

Sebagai bentuk Terima kasih dirinya mewakili masyarakat Kabupaten Nagekeo menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kehilangan tokoh panutan Almarhum Bapak Nong Botha.

“Nagekeo lahir dari induk yang sama. Penghormatan ini layak diberikan untuk sosok yang luar biasa ini,” ungkapnya.*

Penulis: Wim de Rozari I Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *