BAJAWA, FLORESPOS.net-Sebanyak 278 Calon Pengawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) lingkup Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), menerima Surat Keputusan (SK) 100 persen. Sebelumnya menerima SK dimaksud, para CPNSD itu mengucapkan sumpah dan janjin sebagai PNS.

Acara penyerahan SK 100 persen dan pengucapan sumpah dan janji dilakukan di halaman Kantor Bupati Ngada, Senin ( 25/3-2024).

Acara yang dipimpin langsung oleh Bupati Ngada Andreas Paru itu dipadukan dengan peringatan hari ulang tahun Perumda Air Minum Kabupaten Ngada.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Ngada, Aster Djawa dalam laporan mengatakan 278 orang CPNSD tersebut telah dinyatakan memenuhi syarat untuk diangkat menjadi PNS. Mereka, terdiri dari 188 orang tenaga kesehatan dan 90 tenaga teknis.

Bupati Ngada Andreas Paru dalam sambutannya mengatakan proses cukup lama sejak 2021 bagi para anggota CPNSD tersebut untuk mendapatkan SK 100 persen.

Dikatakannya, sumpah/janji tidak sekadar untuk diucapkan namun harus di konkritkan dalam tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

“Ketika lulus menjadi PNS dan diikuti dengan pelatihan dasar dan kini di sumpah harus benar-benar diwujudnyatakan dalam tugas kalian,” katanya.

Bupati Andreas mengatakan, menjadi PNS zaman ini dihadapkan dengan situasi dan dinamika yang berubah seiring dengan kemajuan teknologi.

PNS yang baru harus menjadi motivator dan juga menjadi tulang punggung pemerintah karena di era digitalisasi sangat membutuhkan aparatur negara yang profesional di bidangnya.

Apabila itu dilakukan dengan baik, maka PNS yang baru itu mempunyai identitas dan jati diri mumpuni dan tidak boleh terbenam dalam kebiasaan malas-malasan atau tidak profesional.

Lebih lanjut kepada segenap ASN di lingkungan Pemda Ngada, Bupati Andreas mengatakan akibat keterbatasan fiskal daerah maka Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) sejak tahun 2021 tidak diberikan kepada ASN.

TPP yang secara aturan bukan merupakan sebuah keharusan yang diterima oleh ASN. Namun dirinya menyadari akan kebutuhan ASN itu sendiri sehingga pemberian TPP akan diberikan kembali pada tahun 2025.

Di tahun 2024, kata Bupati Andreas, Pemda Ngada memiliki uang kurang lebih Rp 70 miliar. Namun itu telah dialokasikan untuk pelunasan pinjaman di Bank NTT Rp 42 miliar dan alokasi untuk Pilkada Rp 38 miliar. Sehingga tahun 2025, untuk TPP yang lebih dari Rp 30 miliar dapat diberikan.

Hadir saat itu Sekda Ngada, Theodisius Yosefus Nono, Staf Ahli Bupati Ngada, para Asisten, Pimpinan Perangkat Daerah, Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Ngada, Yoseph Sua dan jajaran. *

Penulis: Wim de Rozari I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *