LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Nama Ngalor Kalo di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) belakangan terus mengudara. Banyak turis melancong ke lokasi yang bagian dari Desa Siru, Kecamatan Lembor itu.

Hal tersebut terjadi karena Ngalor Kalo telah didesain menjadi tempat tujuan wisata baru di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlabelkan agrowisata/pertanian.

Konon, meski destinasi baru Ngalor Kalo belum didiresmi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar, kunjungan masyarakat/wisatawan ke obyek wisata Ngalor Kalo justru terus meningkat.

Realitas ini mendorong Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayan (Parekrafbud) Manggarai Barat melakukan sosialisasi dan diskusi tentang Fasilitasi Masyarakat Desa Wisata (Fasmadewi) di Desa Siru, Selasa (19/3/2024).

Kepala Dinas Parekrafbud Mabar, Stefanus Jemsasfori, mengatakan kehadiran Fasmadewi untuk penguatan kapasitas sumber daya, dan penguatan tata kelolo pengembangan desa wisata.

Sehubungan dengan hal itu, Dinas Parekrafbud akan menempatkan seorang fasilitator di Desa Siru. Dia yang akan menggali potensi dan kearifan lokal masyakarakat desa untuk dikembangkan guna menunjang Agrowisata Ngalor Kalo.

Fasilitator bersangkutan akan bekerja di Siru selama kurang lebih 10 bulan. Dia yang akan menggali potensi desa wisata, bersama masyarakat, Pokdarwis dan Pemerintah Desa, Jelas Stefanus Jemsasfori.

Kepala Desa Siru, Sumardi, mengapresiasi langkah yang diambil Dinas Parekrafbud Mabar yang memilih Desa Siru sebagai satu diantara 2 Desa di Manggarai Barat untuk kegiatan Fasmadewi.

Agrowisata Ngalor Kalo adalah peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat Desa Siru.

“Pada satu sisi kehadirah Agrowisata Ngalor Kalo bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, namun disisi lain kami masih minim pengetahuan tentang pariwisatapariwisata, ” kata Kades Sumardi.

Dengan adanya program Fasmadewi, lanjut Kades Sumardi, pihaknya merasa terbantukan karena ada fasilitator yang membantu masyarakat desa, untuk menggali potensi yang ada di Desa.

Syamlan, Ketua Pokdarwis Desa Siru, siap membantu fasilitator untuk menggali potensi Desa, untuk memperkuat Agrowisata Ngalor Kalo.

Syamlan, berharap agar ke depan Agrowisata Ngalor Kalo dikelola oleh masyarakat lokal melalui Pokdarwis yang ada di desa. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *