LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) memanfaatkan media sosial (medsos) Facebook dan Instagran guna menyampaikan pesan pembangunan daerah itu kepada masyarakat.

Langkah tersebut ditempuh Dinas Kominfo Mabar lantaran Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) bersangkutan sekitar setahun belakangan tak mengudara karena bosternya rusak berat tersambar petir.

Paulus Setahu, Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Mabar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengatakan, kendala lain terkait RSPD Komodo yakni tower atau menaranya ditengarai sudah lapuk, sudah berkarat, disamping persoalan boster rusak. Menara/tower RSPD Komodo ada di wilayah Puar Lolo Mabar.

Kepada media ini di Labuan Bajo belum lama berselang, Kadis Setahu lebih jauh mengungkapkan, tahun-tahun belakangan RSPD Komodo sudah 2 kali tidak mengudara. Sekitar 2021 lalu sempat tunda mengudara karena bosternya rusak akibat hantaman pohon tumbang saat hujan angin.

Pihak Kominfo memperbaiki boster tersebut dan hasil baik. Kemudian mengudara kembali, namun bertahan hanya sekitar 3 bulan. Bosternya mengalami kerusakan berat lagi karena tersambar petir, dan akhirnya hingga kini tak beroperas.

“Sekitar satu tahun terakhir ini kita (RSPD Komodo) tidak beroperasi (mengudara) karena bosternya rusak berat tersambar petir,” kata Kadis Setahu.

Menurut Kadis Setahu yang mantan Camat Lembor Selatan (Mabar) itu, boster yang rusak tersebut memang sudah diperbaiki, tetapi belum bisa dipasang karena pihaknya keterbatasan anggaran.

Sehubungan dengan pesan pembangunan, pemerintahan dan pesan kemasyarakatan Mabar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat, dalam hal ini Dinas Kominfo menyampaikannya via media sosial (medsos) seperti Facebook dan Instagram, disamping melalu Info Publik, media online milik Dinas Kominfo Mabar, katanya.

Untuk mengudara kembali RSPD Komodo tentunya butuh anggaran. Baik untuk biaya pemasangan boster pun terkait penanganan menara/tower di Puar Lolo yang sudah lapuk/ karat-karat, ujar Kadis Setahu.

Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Dinas Kominfo Mabar, Ferdi Jemaun menambahkan, boster yang rusak sudah diperbaiki di Jakarta dan sekarang boster itu ada Dinas Kominfo Mabar di Labuan Bajo. Tetapi belum bisa dipasang karena kesulitan anggaran. Dan biaya untuk itu butuh sekitar Rp.18 juta.

“Delapan belas juta (rupiah) itu sampai tuntas, kita terima kunci. Itu kita bayar tenaga yang perbaik boster. Kita bayar orang karena kita sendiri (Kominfo Mabar) tidak punya tenaga ahli, tidak ada orang yang tahu pasang barang itu. Sehingga kita sewa orang lagi,” kata Jemaun.

Pada tempat berbeda Wakil Bupati (Wabup) Mabar, Yulianus Weng, juga senada. RSPD Komodo belakangan tidak beroperasi karena ada alatnya yang rusak.

Untuk sampaikan informasi pembangunan, pemerintahan, dan kemasyarakatan, Pemkab Mabar melalu Dinas Kominfo  memanfaatkan media sosial Facebook dan Instagram serta lain-lain, katanya.

“Sebaiknya soal ini tanya Kadis Kominfo. Tetapi untuk perbaikan alat yang rusak, itu bukan persoalan di anggaran. Anggaran ada. Paling-paling biaya perbaikan tidak sampai miliaran rupiah,” kata Wabup Weng. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *