ENDE,FLORESPOS.net-Puluhan tahun sudah mereka merintih dalam  kegelapan. Puluhan tahun sudah mereka mengeluh dan berteriak meminta listrik masuk ke desanya. Namun teriakan dan rintihan mungkin dianggap angin lalu sehingga belum terjawab.

Teriakan itu datang dari masyarakat dua desa di wilayah selatan Kabupaten Ende, Provinsi NTT. Kedua desa tersebut yaitu Desa Wolokota dan Desa Kekasewa di Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende.

Selama puluhan tahun, Desa Wolokota dan Desa kekasewa dengan jumlah penduduk 1000-an jiwa,harus menikmati hidup tanpa cahaya listrik negara.  Masyarakat di dua desa ini  sangat menantikan datangnya bulan purnama hanya sekadar untuk menikmati malam.

Bahkan ironisnya warga yang memiliki atau memegang handphone harus berjalan kaki melewati lembah dan gunung sejauh 6 km hanya untuk Cas HP.

Kepala  Desa Wolokota, Kecamatan Ndona, Yulius Irenius kepada wartawan di desanya Jumat (23/2/2024) lalu mengeluhkan hal ini. Kata dia jika malam datang suasana di luar rumah benar-benar gelap dan senyap.

“Jarang sekali warga beraktivitas pada malam hari karena sangat minim penerangan.  sebagian warga memanfaatkan panel surya dan lampu pelita untuk keperluan rumah tangga,” kata Irenius.

Dikatakanya warga kampungnya juga hampir tidak pernah menikmati fasilitas seperti televisi, kulkas bahkan handphone karena tidak ada listrik.

Di desanya hanya ada surya panel untuk kebutuhan seperti makan malam bersama setelah itu harus padam karena daya terbatas.

Kades Irenius mengakui hal yang paling ironis warga harus jalan kaki sekitar enam kilometer ke Desa Reka untuk mengecas HP.

“Jangankan untuk menghidupkan televisi dan kipas angin, untuk ngecas handphone pun kami harus turun ke kota ataupun di desa tetangga yang jaraknya 6 kilometer,” kata Yulius.

Kata Kades Yulius warga desanya baru menikmati malam jika saat bulan purnama. Warga baru  bisa beraktivitas di luar rumah diterangi cahaya bulan. Begitulah suasana di desa yang belum diterangi listrik negara.

Warga  berharap pemerintah datang melihat kondisi dua desa itu pada malam hari. Pemerintah bisa melihat anak – anak di desa ini belajar di malam hari dengan lampu pelita dan kesunyian kampung ini di malam hari.

Seorang tokoh muda Ndona,Yohanes Kaki juga mencurahkan isi hatinya bahwa selama ini warga Kekasewa dan Wolokota sangat merindukan listrik negara masuk desa. Warga akan membantu petugas saat pemasangan jaringan listrik di desanya.

“Kami akan bantu dan  ikut menjaga aset infrastruktur listrik yang ada,itulah yang menjadi harapan kami saat ini,” kata dia.*

Penulis: Willy Aran I Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *