MBAY, FLORESPOS.net-Hujan yang tidak merata dan beberapa hari terjadi panas di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo membuat petani ketar-ketir karena bibit tanaman terutama jagung tidak mendapatkan cukup air untuk tumbuh dengan baik.

Jek Mapa, petani di Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa mengaku baru menanam jagung, di hampir seluruh arealnya.

Dia mengaku sempat was-was dengan cuaca saat ini yang terkadang tidak menentu. Beberapa hari ini, cuaca di wilayah tersebut cukup panas.

Dia berharap, musim hujan kali ini tidak lagi seperti sebelumnya yang sempat tidak normal, sehingga petani yang tanam pertama kali turun hujan banyak yang kering.

“Kami terpaksa tanam ulang, ketika sudah hujan kembali, karena tanaman yang sebelumnya sudah banyak yang kering dan tumbuh tidak sehat,” kata Jek Mapa.

Jek Mapa mengaku berupaya sabar dengan harapan jagung yang rata-rata menjadi tumpuan penghasilan di desanya menuai hasil pada musim tanam tahun ini.

Senada diungkapkan Amor Jata. Dia mengaku, musim penghujan diibaratkan harta karun yang baru ditemukan.

Sebab, menurut dia, masyarakat bisa menanam jagung kembali, setelah berbulan-bulan tidak memiliki jagung untuk dimakan. Alasannya, pada musim tanam jagung tahun lalu banyak yang rusak.

“Mudah-mudahan tidak sampai terjadi kekeringan lagi seperti pada musim sebelumnya, karena itu merupakan tumpuan petani di sini,” kata Amor Jata. *

Penulis: Arkadius Togo I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *