Oleh: RD. Donnie Migo

Kamis, 14 Desember 2023

(Kamis Adven II)

Saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus,

Bacaan injil hari ini (Matius 11:11-15) menunjukkan bahwa Yohanes Pembaptis sebagai nabi besar dalam perjanjian baru dan pada tempat yang sama kita juga dipanggil untuk menjadi pelayan dan penunjuk jalan kepada Tuhan.

Dari kelima ayat yang ditampilkan dalam injil ini, tiga ayat pertama mengulang nama Yohanes pembaptis tanpa menggunakan kata ganti orang ketiga.

Dan penekanan ini mengarah pada titik kunci bahwa kehadiran Yohanes Pembaptis telah dinubuatkan oleh para nabi dan kitab Taurat (Matius 11:13).

Bukan hanya sekedar tampil dalam sejarah panjang keselamatan tetapi juga tugasnya adalah menunjukkan Kristus kepada dunia.

Oleh sebab itu, Yohanes menegaskan bahwa jika kita ingin menjadi layak dihadapan Kristus maka kita mesti bertobat.

Hari ini juga kita merayakan peringatan Santo Yohanes dari Salib. Orang kudus yang mengalami penderitaan dari rekan-rekan se-ordonya karena hendak melakukan pembaharuan dan ditolak.

Ia dipenjara namun pengalaman pahit itu tidak pernah melunturkan iman dan kesuciannya. Ia tetap setia kepada Kristus, maka ia pun mendapatkan banyak pengalaman mistik dan semakin berkembang dalam ajaran-ajaran iman dan teologi.

Selain itu, ia juga menulis karya-karyanya yang hingga kini digunakan untuk membentuk hidup rohani. Pengalaman akan salib telah membuatnya memahami kebangkitan dan penyangkalan diri.

Bertolak dari bacaan dan peringatan Santo Yohanes dari Salib, mari kita sekalian menyadari suara-suara kenabian dari Yohanes Pembaptis yang selalu menyerukan pertobatan bagi kita, teristimewa di masa adven ini.

Sebab dia tampil bukan sekedar hadir dalam barisan para nabi tetapi Yohanes Pembaptis membantu kita untuk menyadari kehadiran Kristus.

Juga pada tempat yang sama, kita merenungkan pengalaman-pengalaman derita atau salib yang telah membuat kita semakin kuat dalam iman.

Dengan merenungkan firman Tuhan dan belajar dari kesaksian Santo Yohanes dari Salib, maka hidup rohani kita akan menghasilkan buah kesucian. *

RD. Donnie Migo, Imam Keuskupan Maumere, Mahasiswa Global Programs (Missouri School of Journalism) pada University of Missouri, USA

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *