Oleh: RD. Donnie Migo

Minggu, 10 Desember 2023

(Minggu Adven II)

Saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus,

Pada hari minggu ini kita memasuki hari minggu kedua adven. Fokus permenungan di minggu ini adalah ajakkan untuk bertobat.

Sebab persiapan yang paling penting untuk menerima kedatangan Tuhan adalah dengan menyucikan diri kita.

Bacaan-bacaan suci yang kita dengar dari Nubuat Nabi Yesaya, Surat Kedua Rasul Petrus dan Injil Markus mengajak kita sekalian untuk melihat pertobatan sebagai suatu bagian dari usaha kita untuk menerima Kristus.

Nabi Yesaya menubuatkan peran Yohanes Pembaptis sebagai pemilik suara yang berseru “persiapkanlah jalan bagi Tuhan dan luruskanlah jalan bagiNya.”

Pertobatan merupakan kunci dari pewartaan para nabi; mereka menjadi utusan Allah untuk menyerukan pertobatan bagi para pemimpin dan umat israel dengan tujuan agar memperbaiki relasi mereka dengan Allah yang telah ternoda oleh dosa-dosa.

Usaha para nabi di perjanjian lama ini dilanjutkan oleh nabi terakhir yakni Yohanes Pembaptis dan disempurnakan oleh Tuhan Yesus Kristus melalui pengorbananNya pada kayu salib.

Injil Markus mencatat dengan jelas bahwa misi Yohanes Pembaptis bukan hanya menghitung berapa orang yang dibaptis tetapi juga focus pada ajakkan untuk bertobat.

Oleh sebab itu, dengan mengusung figur Yohanes Pembaptis di hari minggu kedua Adven ini, bacaan suci liturgi gereja Katolik mengajak kita mengingat sakramen pembaptisan yang telah kita terima dan juga membaharui komitmen kita untuk Bersatu dengan Kristus melalui pertobatan.

Yohanes Pembaptis sendiri telah menunjukkan kepada kita pada bagian terakhir dari injil Markus hari minggu ini, bahwa ia membaptis dengan air dan Tuhan Yesus Kristus akan membaptis kita dengan Roh Kudus.

Hal ini menunjukkan bahwa pertobatan sebagai sarana yang menjembatani kita dengan Tuhan Yesus; yang melayakkan kita untuk menerima Roh Kudus.

Kesadaran untuk bertobat hendaknya bukan karena paksaan tetapi karena kerinduan untuk kembali ke dalam persekutuan dengan Kristus.

Akhirnya, Rasul Petrus mengingatkan kita pula dalam suratnya yang kedua akan pentingnya jalan pertobatan ini. Ia menggarisbawahi dalam penantian ini kita berusaha menjaga agar tidak bercacat dan tidak bernoda di hadapan Allah (2 Petrus 3:14).

Marilah saudara-saudariku yang terkasih, Kita mempersiapkan diri kita dengan bangkit dan persgi menerima sakramen tobat.

Kita menyadari dimana diri kita berada, mungkin dosa telah membuat kita berjalan di jalur yang salah, dan saat ini adalah kesempatan untuk berhenti dan kembali menemukan jalur yang tepat dan benar, sehingga kita dapat tibat dengan selamat di tempat yang tepat. *

RD. Donnie Migo, Imam Keuskupan Maumere, Mahasiswa Global Programs (Missouri School of Journalism) pada University of Missouri, USA

Silahkan dishare :

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *