BAJAWA, FLORESPOS.net-Perasaan bangga tentu kini tengah menaungi seluruh masyarakat Kabupaten Ngada, NTT. Tiga pemain PSN Ngada U-17 yang baru saja berlaga di turnamen Soeratin Cup 2023 kini resmi bergabung di EPA Borneo FC.

Tiga pemain itu resmi dilepas untuk berangkat ke Elit Pro Akademi (EPA) Borneo FC U-18 yang berbasis di Pulau Kalimantan oleh Bupati Ngada Andreas Paru, di ruang kerjanya, Selasa (5/12/2023).

Tiga pemain PSN Ngada U-17 tersebut, yakni Yohanes To’i dari SMAS Katolik Regina Pacis Bajawa, Yohanes Raja dari SMAS Katolik St.Thomas Aqunino Mataloko dan Aldonius Lalu dari SMAK St. Agustinus Langa.

Setelah pelepasan, tiga pemain penyerang PSN Ngada U-17 ini langsung menuju Bandara Turelelo untuk selanjutnya menuju Kalimantan.

Mereka diantar Manajer PSN Ngada U-17 Nobertus Koli, Pelatih Kepala Andri Nanga, orang tua, perwakilan guru dari 3 sekolah juga didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ngada Fabianus Pesek, Sekretaris Dinas Pora, Kepala Bidang Pemuda Frederikus Mawo dan Kepala Bidang Olahraga Ansel Gae.

Bupati Andreas Paru mengatakan ketiga anak tersebut akan membawa nama Kabupaten Ngada mengikuti Heron Liko seniornya dari PSN yang terlebih dahulu bergabung dengan klub tersebut dan Kevin Bay di Barito Putra.

Bupati Andreas mengatakan PSN Ngada adalah milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ngada sehingga para pemainnya harus mendapat izin dari Pemerintah Daerah termasuk manajemen PSN.

“Tidak boleh asal comot anak-anak kita. Harus dibuat dengan kontrak secara baik seperti yang dilakukan oleh Borneo FC ini,” tambahnya.

Hal yang juga terpenting, kata Bupati Andreas, anak-anak itu masih sekolah maka tidak hanya sepak bola yang diutamakan. Namun juga akademik, sehingga mereka harus diberi waktu untuk belajar.

“Kalian resmi saya lepas dan saya harapkan selalu koordinasi dan saya juga akan koordinasi dengan manajemen Borneo FC,” katanya.

Bupati Andreas meminta ketiga pemain tersebut untuk meninggalkan kebiasaan yang tidak baik seperti bermalasan atau mengkonsumsi alkohol.

“Ikuti apa yang disarankan oleh Manajemen Borneo FC dan harus ada perbaikan dari dalam diri sendiri untuk bisa menjadi lebih baik.”

“Manfaatkan hal-hal yang positif. Di sana akan lebih ketat dan terarah. Program juga akan lebih bagus, kalian harus membuka wawasan kalian,” pesan Bupati Andreas.

Bupati Andreas kembali mengingatkan ketiga pesepakbola tersebut agar tidak menyia-nyiakan waktu kosong termasuk belajar dari internet untuk teknik pesepakbola yang profesional.

Sebagai Bupati, dirinya hanya menginginkan agar lewat sepak bola anak-anak juga dapat menghidupi dirinya sehingga tidak sekadar bereforia namun harus ada penghasilan dari apa yang mereka telah berikan.

Kepada orang tua dari ketiga pemain, Bupati Andreas menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi sembari memohon agar anak-anak tersebut jangan dibebani dengan hal-hal yang mengganggu prestasi mereka.

“Ketika mereka menjadi pemain yang baik dan prestasi bukan tidak mungkin mereka juga akan menjadi anak-anak yang menghidupi keluarga, membawa nama daerah, sekolah maupun keluarga,” tandasnya.

Andri Nanga, Pelatih Kepala PSN Ngada U-17 pada kesempatan itu juga berpesan kepada tiga anak asuhnya bahwa apabila telah berada di level yang lebih tinggi maka tantangan yang dihadapi akan lebih berat.

“Yang menunjukkan bisa bermain atau tidak bukan pelatih namun diri sendiri di mana bisa memahami dan menjalankan ilmu yang diperoleh dan diberikan pelatih,” katanya.

Dia juga berharap agar tidak terlebih dulu melihat nilai kontraknya ketika direkrut untuk bergabung. Namun pengalaman, fasilitas dan pelatih yang sebagian besar adalah mantan pemain Liga 1 merupakan sebuah kekuatan yang menjadi modal.

Dia mencontohkan, Franky Misa anak TTS sudah masuk dalam Timnas dan sudah dapat hidup dari sepak bola bahkan telah menjadi seorang anggota Polri.

“Kalian juga bisa menjadi motivator bagi anak-anak lain. Sekali lagi, saya harapkan berikan yang terbaik,” pesannya.

Ignasius Wezo, orang tua dari Yohanes Raja dan Agustinus Lowa orang tua dari Aldonius Lalu mengatakan sangat berbangga kepada anak-anak mereka.

Mereka juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada sekolah, Pemda Ngada dan Manajemen PSN yang telah memberikan kesempatan kepada anak-anak mereka untuk berada pada level yang lebih tinggi mengembangkan minat dan bakatnya di dunia sepak bola.

Kepada anak-anak, mereka berpesan untuk selalu disiplin dan selalu berdoa dalam meraih cita-cita. *

Penulis: Wim de Rozari I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *