MAUMERE, FLORESPOS.net-Uskup Keuskupan Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu menitipkan tiga pesan penting bagi semua elemen warga, khususnya penyandang disabilitas di Kabupaten Sikka pada momen perayaan ekaristi untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional Rayon Sikka yang berlangsung di SLB Negeri Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Senin (4/12/2023).

Hari Disabilitas Internasional 2023 yang jatuh pada tanggal 3 Desember 2023 ini mengusung tema “Mencintai Dari Dalam, Tumbuh Sehat Bersama”.

Inilah tiga pesan penting yang disampaikan Uskup Ewald yang merujuk pada bacaan-bacaan suci hari itu dalam misa yang didampingi Pastor Paroki Santo Gabriel Waioti Maumere, RD. Laurens Noi.

Pertama, Kemuliaan Tuhan Senantiasa Melindungi Kita. Salah satu hal yang sangat kuat dari bacaan pertama hari ini, yakni bahwa Kemuliaan Tuhan senantiasa melindungi kita.

Pengalaman bangsa Israel ini, mengajak kita sekalian untuk memuliakan Tuhan, sehingga perlindunganNya juga turun ke atas kita. Lalu, bagaimana cara kita memuliakan Tuhan?

Para siswa SLB berpose bersama YM Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu usai misa syukuran Hari Disabilitas Internasional di SLN Negeri Beru Maumere, Senin (4/12/2023). Foto Wall Abulat

Pada umumnya kita memuliakanNya melalui doa dan puji-pujian, tetapi selain itu, kita dapat memuliakanNya melalui pekerjaan- pekerjaan atau karya kita bahkan kita dapat memuliakan Tuhan melalui kesaksian hidup kita.

Mungkin pengalaman itu pahit dan menyakitkan tetapi perjuangan kita untuk keluar dari situasi itu bisa jadi sebagai kesaksian iman di mana kita mendapat perlindungan dari Allah.

Kedua, Bertumbuh Dalam Iman. Iman perwira dalam bacaan injil merupakan contoh iman yang kuat, la merasa tidak layak menerima Tuhan.

Perasaan tidak layak ini bukan karena ia tidak punya apa-apa untuk disajikan, melainkan karena ia merasa dirinya berdosa.

Inilah hal penting dari perawatan sisi spiritual kita, yakni menyadari dosa-dosa kita dan mohon ampun. Rasa sakit atau penderitaan karena dosa itu akan membuat penderitaan fisik akan terasa dua kali lipat beratnya.

Bertumbuh dalam iman, berarti menyadari bagaimana relasi kita dengan Tuhan, apakah Tuhan Yesus layak tinggal dalam hati kita ataukah kita hanya mengeluh tentang segala kekuarangan kita sehingga merasa diri tidak pantas bagi Tuhan?

Ketiga, Langkah Nyata: Mencintai dan Menjaga Kesehatan.

Para peringatan HDI, mari kita mewujudnyatakan kemuliaan Tuhan dengan menghargai sesama teristimewa meningkatkan partisipasi para penyandang disabilitas dalam masyarakat, menghindari diskriminasi dan menciptakan kesempatan yang sama.

Dengan iman yang kuat kita dapat mencintai dari dalam dengan tulus dan dengan menjaga Kesehatan tubuh kita, kita dapat memuliakan Tuhan sebagai pencipta dan sumber kehidupan.

Tuhan Melindungi Disalibitas

Uskup Ewald dalam khotbahnya juga bahwa peringatan HDI yang disatukan dengan perayaan Ekaristi menggerakkan kita untuk menyadari apa pesan dari Firman Tuhan yang kita dengar hari ini.

“Bacaan pertama dari Kitab Nabi Yesaya melukiskan tentang “kemuliaan Tuhan sebagai tudung” (Yesaya 4:5).

Di sini Tuhan menunjukkan salah satu kuasaNya yakni kuasa untuk melindungi kita yang dilukiskan dengan situasi malam yang dingin dan siang yang panas, juga ketika dilanda hujan dan angin ribut. Sadar atau tidak, sebagai manusia kita membutuhkan  perlindungan Tuhan.

Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu dan undangan sedang menyaksikan salah satu pentasan seni kreasi yang dibawakan olleh para siswa disacilitas dan komponen sekolah saat acara syukuran Hari Disabilitas Internasional di SLB Negeri Beru Maumere, Senin (4/12/2023). Foto Wall Abulat

Demikian pun Nabi Yesaya mengingatkan orang Israel dan kita sekalian yang mendengarkan bacaan ini, untuk membaharui perjanjian kita dengan Allah, yakni menaati aturan-aturanNya dan menjauhi larangan-laranganNya.

“Hal ini menjadi petunjuk yang sangat jelas bagi kita yang percaya, bahwa Allah akan menjamin keselamatan kita juga,” kata Uskup.

Sementara itu dalam bacaan injil Matius, lanjut Uskup Ewald dikisahkan  tentang penyembuhan anak buah dari seorang perwira yang terbaring sakit lumpuh dan sangat menderita.

“Tuhan memuji iman perwira itu dengan mengatakan: ‘Tuhan aku tidak pantas menerima Tuhan dalam rumahku, katakanlah sepatah kata maka hambaku akan sembuh.’ Iman yang kuat adalah pintu menuju kepada kesembuhan. Kisah ini, begitu pula dengan sebagian besar kisah penyembuhan yang terdapat dalam injil, selalu berhubungan dengan iman. Oleh karena ini, penyembuhan yang paling pertama adalah penyembuhan secara spiritual, sehingga iman itu bisa bertumbuh,” kata Uskup Ewald.

Menurut Uskup Ewald, mencintai dari dalam, sebagaimana penggalan dari tema HUT HDI pada tahun  ini mengajak kita untuk melihat lagi iman kita, dan sejauh mana kita telah membiarkan iman itu tumbuh dan memberikan daya bagi kesembuhan spiritual kita.

“Kadang kita memandang kebutuhan fisik sebagai hal yang sangat penting tetapi kita lupa untuk memberikan nutrisi pada hidup spiritual kita. Kapan kita memberikan perhatian pada kebutuhan spiritual kita? Tuhan Yesus dalam bacaan hari ini menunjukkan bahwa Allah memuji orang yang beriman, dan tentunya menolong orang yang memiliki iman. Maka dengan merawat sisi spiritual kita, kita menujukkan bahwa kita mencintai diri kita,” kata Uskup Ewald.

Tiga Sehat

Pastor Paroki Santo Gabriel Waioti, RD. Laurens Noi dalam sambutannya antara lain menggarisbawahi totalitas para guru yang  dengan mencintai dari dalam, membuat anak-anak disabilitas  tumbuh menjadi sehat.

Menurut Romo Laurens berkat pendampingain intensif para guru yang luar biasa, yang bekerja dengan cintai yang terlahir dari dalam diri bisa melahirkan anak-anak  didik dengan tiga sehat yakni Sehat Pikiran, Sehat Hati dan Sehat Iman.

“Di atas tiga tungku sehat ini, anak-anak tampil luar biasa. Dalam kondisi keterbatasan, anak-anak kita selalu tampil sehat pikiran, sehat hati, dan sehat iman. Profisit untuk para guru, dan salut untuk anak-anak SLB,” katanya.

Romo Laurens pada kesempatan ini menyampaikan rencana Paroki Santo Gabriel Waioti untuk menggelar Natal  Bersama dengan para disabilitas di paroki yang dipimpinnya pada setelah Hari Raya Natal Tahun 2023.

“Jika berkenan, kita mengundang Yang Mulia Uskup Maumere untuk memimpin Natal Bersama  dengan disabilitas itu nanti,” katanya.

Apresiasi

Sementara Camat Alok Timur, Nicolaus Emanuel, S.Sos  dan Koordinator Pengawas  (Korwas) SMA/SMK/SLB Kabupaten Sikka  Mikael Maran, S.Pd, M.Pd  dalam sambutan antara lain menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang dengan caranya masing-masing telah mendampingi dan mendidik para siswa SLB dengan tulus hati atau mengacu pada tema Hari Disabilitas Internasional “Mencintai Dari Dalam, Tumbuh Sehat Bersama”.

Korwas Mikael Maran secara khusus meminta para guru SLB yang mengabdi di SLB Negeri Beru, SLB  Bakti Luhur; SLB Karya Ilahi, dan SLB  Floresta untuk selalu memberikan pelayanan prima kepada anak didik yang luar biasa.

“Para guru harus memberikan pelayanan prima kepada anak didik yang luar biasa,” kata Mikael Maran.

Para Disabilitas Tampil Memukau

Pantauan media ini, dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional ini, semua komponen siswa dari empat SLB yakni SLB Negeri Beru, SLB  Bakti Luhur; SLB Karya Ilahi, dan SLB Floresta serta para guru empat lembaga pendidikan ini terlibat aktif mulai dari persiapan liturgis perayaan misa, maupun aneka kemasan acara untuk memeriahkan syukuran usai misa.

Para siswa dan guru daru 4 SLB itu terlibat dalam koor untuk memeriahkan misa.

Para siswa disalibitas juga tampil prima saat ditugasi menari saat mengantar Uskup dan iman ke Altar Kudus, dan beberapa siswa menjalankan tugas sebagai lector, membawakan mazmur bacaan, dan doa umat.

Dalam acara syukuran yang dipandu dua MC Gregorius D.O, Mongko, S.Pd dan Ibu Urusula Maria; para siswa dari empat SLB itu juga secara bergantian mengisi acara pelbagai tarian kreasi yang mengundang decak kagum dari para undangan, termasuk Yang Mulia Uskup Maumere Mgr.Edwaldus Martinus Sedu, Pastor Paroki Santo Gabriel Waioti RD. Laurens Noi, Camat Alok Timur Nicolaus Emanuel, Korwas  Dikmen Mikael Maran; dan puluhan suster yang hadir dalam rangkaian acara ini.Para siswa SLB yang tuna rungu, tuna mental, tuna wicara, maupun tuna daksi tampil solid dan memberikan hiburan bagi semua warga yang hadir.

Terima Kasih

Ketua MKKS SLB Rayon Sikka Wilfridus Wempi Nanga, S.Pd yang juga Plt. Kasek SLB Negeri Beru kepada media ini di sela-sela acara syukuran Hari Disabilitas Internasional mengemukakan bahwa kesuksesan pelaksanaan Hari Disabilitas Internasional Rayon Sikka tidak terlepas dari adanya dukungan dan kerja sama yang baik dari empat komponen SLB yakni SLB Negeri Beru, SLB  Bakti Luhur; SLB Karya Ilahi, dan SLB Floresta.

“Saya menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang baik dari komponen empat SLB yang ada,” kata Wempi.

Secara khusus, Plt. Kasek Wempi menyampaikan terima kasih kepada YM Uskup Maumere, Pastor Paroki Santo Gabriel Waioti, Camat Alok Timur, Lurah Waioti, Korwas Dikmen, para kepala sekolah 4 SLB Rayon Sikka dan undangan yang hadir.

“Saya menyampaikan terima kasih atas dukungan dan partisipasi aktif dari kita semua,” kata Plt. Kasek SLB N Beru, Wempi.

Turut hadir rangkaian acara ini, Korwas Dikmen SMA/SMK/SLB Sikka Mikael Maran, S.Pd., M.Pd, Camat Alok Timur Nicolaus Emanuel, S.Sos; Pengawas SMK Ignasius Nofendi Londa; Pengawas SLB Bhakti Luhur Ibu Muriati; Pengawas SLB Karya Ilahi A. Naro, Kepala SLB Bhakti Luhur Sr.Veronika Listyaningsih, ALMA., S.Pd; Kepala SLB Karya llahi Edward Imilson; S.Pd;  Ketua Yayasan Karya Ilahi Ursula Maria; Lurah Wiaoti, Selvianus Yulfrisa; para suster dari Biara Fransiska dari Tuhan (FSL), dan undangan lainnya. *

Penulis: Wall Abulat I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *