RUTENG, FLORESPOS.net – Paroki Kajong di Manggarai, NTT, mengkonkretkan program Keuskupan Ruteng, tahun ekonomi berkelanjutan  yang sejahtera, adilan dan ekologis (SAE).

Bentuknya menggerakkan ekonomi umatnya dengan mengembangkan usaha horti dengan nama Hekang Dite (Pondok Kita) dan Kecap Raping (kecap berbahan baku nira).

Informasi dan data dari Paroki Kajong yang diterima wartawan, Senin (4/12/2023) menyebutkan, pekan lalu diadakan evaluasi akhir tingkat Kevikepan Reo dalam pelaksanaan program ekonomi berkelanjutan.

Apa yang terjadi di Paroki Kajong merupakan yang paling banyak mendapat apresiasi dan atensi peserta evaluasi baik dari paroki-paroki, Kevikepan hingga Puspas Keuskupan Ruteng.

Evaluasi tingkat Kevikepan dipimpin Vikep Rm. Herman Ando dan Direktur Puspas Rm. Marthin Chen.

Menurut Pastor Paroki Kajong, Rm. Bernard Palus, pihaknya bersama umat tidak ingin melewatkan tahun ini begitu saja. Karena ide dan gagasan dan jejaring dibangun dalam menggerakkan ekonomi umat.

“Kami mulai dengan usaha ekonomi dasar, yakni kembangkan horti. Mengapa? Karena usaha horti amat prospek dari aspek ekonomi,” katanya.

Karena itu, lahir kelompok ekonomi ‘Hekang Dite’. Usahanya menanam horti di kebun paroki secara organik. Usaha ini mendapat apresiasi tinggi masyarakat.

Tidak itu saja, paroki menggerakkan umat untuk membisniskan potensi lokal, yakni nira/gula aren. Dasar potensi menjanjikan.

Dalam perjalanan, nira dari aren/lontar dikelola menjadi kecap. Merk pasarnya Kecap Raping.

“Kecap Raping jadi perhatian Gubernur NTT, Viktor Laiskodat bersama pejabat Provinsi dan kabupaten saat berkunjung ke Paroki Kajong, beberapa waktu lalu,” katanya.

Untuk sumber daya manusia (SDM), paroki membangun jejaring dengan pihak lain di tingkat Nasional, yakni Bina Nusantara (Bonus) University.

Kerja sama nyatanya adalah menghadirkan digital library di pastoran. Umat atau siapapun bebas menggunakan perpustakaan lewat  note book dan website.

Dalam digital library tidak hanya menyediakan bacaan e-book, tetapi juga menyediakan video pembelajaran.

Video pembelajaran  memungkinkan umat paroki mendapatkan wadah belajar yang baru dan menyenangkan.

Ke depan, paroki juga memberikan lahan untuk dibangun bank daerah, yang nantinya memudahkan masyarakat dalam giat menabung untuk kesejahteraan ekonomi.

Beberapa waktu lalu,Koordinator Pastoral Khusus Kevikepan Reo, Rm. Marsel Hasan Pr dalam acara bincang-bincang dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat berkunjung ke Paroki Kajong, mengatakan, Keuskupan Ruteng memberi perhatian khusus untuk umat di wilayah Pantura Manggarai.

“Perhatian itu berupa penempatan seorang pastor untuk mengkoordinasi kegiatan usaha umat berkaitan dengan ketahanan  pangan dan ekonominya,” katanya.

Selain terus mengusahakan tanam pertanian yang seperti biasa, lanjut Rm. Marsel, petani diarahkan untuk kembali membudidayakan sorgum besar-besaran seperti tahun 1970-an.   Sorgum cocok di kawasan ini.

Sorgum selain tahan terhadap penyakit dan perubahan iklim, juga bergizi tinggi yang sangat berguna kesehatan. Pola usaha tanaman pangan itu mengembangkan pertanian organik. *

Penulis:Christo Lawudin/Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *