RUTENG, FLORESPOS.net-Wadah para guru TKK di Manggarai, NTT, IGTKI, memiliki banyak program dalam membantu meningkatkan kapasitas dan kompetensi sekolah dan para gurunya.

Tetapi, banyak programnya tidak bisa dilaksanakan karena terbatasnya anggaran yang dialokasikan Pemkab melalui Dinas Pendidikan Manggarai.

“Pa Kadis, program kami banyak. Tetapi, tidak bisa jalan semua karena terbatasnya anggaran yang dialokasikan,” katanya.

Masalah kekurangan anggaran menjadi bagian dari keluh kesah IGTKI untuk menjadi perhatian Pemkab cq. Dinas Pendidikan Manggarai ke depan.

Mengapa banyak program harus dilaksanakan karena tahu dan sadar banyak kekurangan dan keterbatasan pada guru dan satuan pendidikan TKK di Manggarai.

Besar harapan, tahun depan alokasi bantuan anggaran ke IGTKI Manggarai lebih besar agar banyak program terakomodir untuk dilaksanakan.

Karena itu, pihaknya siap membawa proposal kegiatan dan anggaran untuk tahun depan ke Dinas Pendidikan Manggarai.

“Tetapi, untuk tahun ini, kami ucapkan terimakasih karena telah diberikan bantuan sehingga beberapa kegiatan bisa dilakukan, termasuk Bimtek ini,” katanya.

Merespons aspirasi itu, Kadis Pendidikan Frans Gero mengatakan, pemerintah banyak berpikir dalam upaya mengalokasikan anggaran yang terbatas kepada lembaga-lembaga yang ada.

“Untuk tingkat pendidikan usia dini, ada beberapa organisasi seperti IGTKI, Bunda PAUD, GOPTKI, kelompok literasi, dan lain-lain,” katanya.

Organisasi-organisasi itu harus mendapat perhatian yang sama dari pemerintah. Pemerintah pun harus mengaturnya secara baik dan benar.

Kadis Gero mengatakan, untuk program kerja yang baik baiknya dipikirkan dan direncanakan secara matang. Dan, rencana kegiatan itu mesti berbasis data. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *