RUTENG, FLORESPOS.net-Salah satu anak dari Pasutri Ismail dan Fitriani (28) yang menjadi korban kebakaran rumah di Reo, Kecamatan Reok, Manggarai, NTT, harus dirujuk ke RSUD Ruteng, Rabu (29/11/2023).

Informasi yang diperoleh wartawan malam kemarin, anak yang bernama Sismaliani dirujuk karena kondisinya drop ketika dalam perawatan intensif dokter dan petugas medis Puskesmas Reo.

Dihubungi wartawan, Kamis (30/11/2023), Kepala Puskesmas Reo, Ina Genok mengatakan, anak yang menjadi korban kebakaran telah dirujuk ke RSUD Ruteng untuk ditangani lebih baik lagi.

“Ya, betul, anak perempuan itu sudah dirujuk ke Ruteng sekitar Pkl. 19.00 Wita tadi malam. Pasti dirujuk untuk ditangani lebih baik lagi,” katanya.

Menurutnya, penanganan korban kebakaran rumah di Kampung Niu, Kelurahan Mata Air, sejak masuk ke Puskesmas ditangani secara maksimal sesuai dengan prosedur yang ada.

Sismaliani begitu masuk langsung ditangani dokter di Puskesmas Reok.

Ditanya mengapa Sismaliani dirujuk ke RSUD Ruteng, Kapus Ina, enggan memberi pernyataan.

Mengapa itu? Kapus meminta wartawan untuk mendapatkan informasi dari dokter yang menanganinya langsung korban kebakaran itu.

Sebelumnya, dalam rilis yang diperoleh wartawan dari Kapolsek Reok, Ipda I Komang Agus Budiawan, malam kejadian, Sismaliani yang tidur bersama ayah dan ibunya.

“Kembarannya Sasmaliana tidur di rumah tetangga terdekat keluarga yang rumahnya terbakar itu,” ujar Kapolsek Komang.

Keterangan yang didapat polisi di tempat kejadian, demikian Kapolsek Komang, ketika tahu ada kebakaran, saksi keluar rumah. Ketika itu, saksi melihat Sismaliani berada di luar rumah.

Kondisinya, kaki kiri mengalami kebakaran dan kelopak mata kiri juga terlihat lebam.

Saksi kemudian membawa Sismaliani ke rumahnya untuk menenangkan dan mengamankannya dari suasana kebakaran yang terjadi.

Kebakaran rumah di Reo, Manggarai seperti diberitakan media ini sebelumnya, heboh karena dalam rumah yang musibah ditemukan kerangka manusia.

Kerangka itu menjadi misteri apakah milik suami Ismail atau istrinya Fitriani, atau yang lainnya.

Menyusul musibah itu, beredar luas kabar burung bahwa ada unsur pembunuhan terjadi. Dugaannya sang suami membunuh isterinya dan lalu dibakar sekalian dengan rumahnya.

Saat kejadian dan hingga kemarin, baik suami maupun isterinya tidak terlihat di Kampung Niu. Apakah keduanya tewas dalam rumah terbakar atau telah pergi? Wallahualam. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *