Oleh: RD. Donnie Migo

Kamis, 30 November 2023

(Peringatan Wajib Santo Andreas, Rasul)

Saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus,

Pada hari ini kita merayakan peringatan wajib Santo Andreas, Rasul. Dia menjadi salah satu rasul yang pertama dipanggil oleh Kristus. Nama Andreas sendiri berarti anak laki-laki.

Awalnya dia adalah murid Yohanes Pembaptis, yang setelah mendengar tentang Kristus, ia memutuskan untuk menjawabi panggilan Kristus dan mengikutiNya.

Dalam injil, Andreas memiliki keistimewaan karena dia memperkenalkan beberapa orang kepada Tuhan Yesus, yakni Filipus dan Simon saudaranya, ia juga memperkenalkan seorang anak yang membawa lima roti dan dua ikan dan ia juga membawa orang-orang kafir yang rindu melihat Tuhan Yesus.

Kesetiaan dan karyanya hingga wafat sebagai martir di kayu salib yang berbentuk X, menjadikan Santo Andreas sebagai salah satu dari para rasul yang telah membuktikan kepada kita bahwa Tuhan Yesus telah menjadikannya seorang penjala manusia.

Dalam bacaan Injil hari ini (Matius 4:18-22) mengisahakan bagaimana Tuhan Yesus memanggil para rasul. Dalam panggilan itu, Tuhan mengundang mereka untuk mengikutiNya dan menjanjikan mereka akan menjadi penjala manusia.

Undangan dan janji ini sekaligus suatu jalan terbuka bagi para rasul untuk bersatu dengan Kristus; mengambil bagian dalam seluruh karya pewartaan dan misi Kristus ke tengah dunia.

Panggilan untuk mengikuti Tuhan, bukan sekedar pergi ke mana Tuhan melangkah tetapi kesempatan untuk menjadikan diri kita sebagai tanda nyata kehadiran Tuhan di tengah dunia.

Dengan demikian, melalui kesaksian hidup, kita dapat membawa semakin banyak orang untuk mengenal Kristus.

Sementara itu dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (10:9-18) menggarisbawahi karakter-karakter apa yang harus dimiliki oleh seorang yang dipanggil untuk menjadi penjala manusia.

Karakter-karakter itu adalah percaya, menyerukan nama Tuhan, siap diutus dan mendengarkan Firman Tuhan.

Melalui karakter ini, Santo Andreas dan para murid Kristus telah menjalani tugas mereka sebagai penjala manusia dan menerima mahkota kesucian.

Marilah kita menjawab panggilan Tuhan untuk mengikutiNya sehingga kelak kita dapat bersatu dengan Kristus dalam kebahagiaan Abadi. *

RD. Donnie Migo, Imam Keuskupan Maumere, Mahasiswa Global Programs (Missouri School of Journalism) pada University of Missouri, USA

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *