BAJAWA, FLORESPOS.net-Kapolda NTT, Irjen Pol. Drs. Johni Asadoma M.Hum., memimpin upacara pemakaman Bharada Bonifasius Jawa, di Kelurahan Mangulewa, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, Sabtu (25/11-2023).

Bharada Bonifasius Jawa adalah anggota Kompi 1 Batalyon C Satuan Brimobda NTT yang gugur pada OPS Damai Cartenz di wilayah Distrik Titigi, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah pada Rabu (22/11/2023).

Kapolda NTT datang menggunakan pesawat Polri Casa 212 ditemani Karolog Polda NTT Kombes Pol Drs. Dharu Siswanto, Kabiddokkes Polda NTT, Kombespol dr.Sudaryono, M.M, Ka SPN Polda NTT Kombespol Nanang Putu Wardiyanto, S.St.,M.K dan Koorspripim Polda NTT Kompol Kristiyan B. Martino S.H, S.IK, M.M.

Tiba di rumah duka, Kapolda Johni Asadoma langsung menuju lokasi pemakaman dan memimpin upacara militer.

Kapolda Johni Asadoma mengatakan atas nama Kapolri dan keluarga besar Polri, pihaknya menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya seorang Bhayangkara Polri sejati, berani dan tangguh, Bonifasius Djawa.

“Secara pribadi saya juga sangat sedih. Saat saya melepas keberangkatan mereka tahun lalu ke Papua dan saya berharap saya bisa menerima mereka kembali secara lengkap. Tuhan berkehendak lain,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Kapolda Johni Asadoma juga mengatakan semua pihak bersedih dan berduka namun tak bisa dipungkiri tersirat sebuah kebanggaan karena almarhum gugur di medan tugas sebagai pahlawan.

Gugur, tewas dan meninggal dalam terminologi atau istilah dalam Polri sangatlah berbeda. Gugur adalah meninggal saat melaksanakan tugas. Gugur adalah mati akibat tembak menembak namun apabila di medan tugas karena kecelakaan lalu lintas ataupun serangan jantung maka disebut dengan tewas, katanya.

Kata Kapolda Johni Asadoma, almarhum Bonifasius Djawa gugur merupakan kematian yang paling tinggi di dalam pengabdian seorang anggota Polri. Keluarga dan semua pihak berduka atas kejadian ini dan sebagai orang beriman tentunya semua ini adalah kehendak Tuhan.

Menindaklanjuti pesanan Kapolri, Kapolda Johni Asadoma, mengatakan Polri memberikan kesempatan kepada adik-adik almarhum yang ingin menjadi Polisi untuk mengikuti pendidikan Polisi.

“Ini dilakukan sebagai satu penghargaan dan apresiasi serta penghiburan kepada keluarga almarhum,” tegasnya.

Hadir pula dalam upacara tersebut, Dansatbrimob Polda NTT Kombes Pol. Ferry Raimond Ukoli, S.I.K, Satgas Damai Cartenz diwakili Wakastgas, Kombes Pol Ardiansyah Daullay S.I.K.,MH, Wakil Bupati Ngada Raymundus Bena, Kapolres Ngada AKBP Padmo Harianto serta Perwira dan Anggota Polres Ngada, Dandim 1625/Ngada Letkol Czi Deni Wahyu Setiyawan, Perwira dan Anggota TNI pada Kodim 1625 Ngada, Sekda Ngada Theodisius Yosefus Nono serta masyarakat dan keluarga almarhum. *

Penulis: Wim de Rozari I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *