ENDE, FLORESPOS.net-Ketua Presidium Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) juga Uskup Bandung, Mgr Antonius Subianto Benjamin memimpin misa requiem pemakaman Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Sensi Potokota di Gereja Katedral Ende, Kamis (23/11/2023) pagi.

Uskup Antonius Bunjamin didampingi Uskup Ruteng, Mgr Sipri Hormat, Uskup Maumere Mgr Edwaldus Sedu, Uskup Atambua, Mgr Dominikus Saku, Uskup Larantuka, Mgr Fransiskus Kopong Kung dan ratusan imam konselebran.

Misa requiem dimulai pukul 09.00 lewat dan berakhir pukul 11.00 diikuti lautan umat yang memenuhi ruang gereja dan halaman Gereja Katedral Ende.

Beberapa pejabat seperti Bupati, penjabat bupati dan anggota legislatif serta tokoh umat mengambil bagian dalam misa.

Ketua Presidium KWI pada kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian mengurus kepulangan jenazah Uskup Sensi dari Jakarta ke Ende dan hingga saat prosesi pemakaman.

Mgr Antonius Bunjamin mengatakan 47 uskup baik yang aktif maupun tidak aktif dari 38 Keuskupan di Indonesia menyatakan duka mendalam atas berpulangnya Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Sensi Potokota.

Ungkapan hati dari seluruh uskup di Indonesia disampaikan oleh Uskup Larantuka, Mgr Fransiskus Kopong Kung.

Uskup Larantuka mengatakan saat Uskup Sensi sakit seluruh Uskup, para imam, biarawan, biarawati dan umat mendoakan kesembuhannya.

Dan doa itu dijawab Tuhan dengan misteri kesembuhan yang sempurna yaitu berpulangnya Uskup Sensi pada beberapa waktu lalu.

“Terima kasih kepada umat, pemerintah, TNI, Polri yang sudah terlibat dan mengambil bagian dalam rangkaian peristiwa ini hingga pemakaman nanti,” kata Uskup Frans.

Konsultores Keuskupan Agung Ende, RD. Cyrilus Lena mengatakan sejak di Jakarta, Kupang dan hingga di Ende lautan manusia datang menjemput Uskup Sensi.

Hal  ini menunjukan bahwa Uskup Sensi adalah gembala yang baik yang selalu menyapa umatnya dan senyum yang khas di kedalaman bathin umat.

“Terima kasih untuk semuanya yang telah terlibat dari Jakarta, Kupang hingga Ende,” katanya.

Mantan Wakil Gubernur NTT, Yosef Nae Soi mewakili tokoh umat di NTT memberikan kesaksian dan sambutan mewakili umat.

Yosef Nae Soi mengatakan lautan manusia yang hadir saat ini karena mencintai Uskup Sensi. Umat mencintai Uskup Sensi karena uskup sudah lebih dulu mencintai umatnya.

“Kami kehilangan seorang gembala, tokoh NTT, Indonesia dan dunia.  Kami kehilangan secara badania tetapi secara iman Uskup Sensi tetap ada,” katanya.

Usai misa requiem dilanjutkan dengan prosesi perarakan jenazah Mgr Sensi dari Gereja Katedral ke istana Keuskupan Ndona. Lautan umat lintas agama mengikuti prosesi dengan kendaraan roda dua dan roda empat dari gereja hingga jembatan Wolowona.

Selanjutanya umat mengikuti prosesi perarakan dengan berjalan kaki menuju ke istana Keuskupan Ndona.

Prosesi pemakaman dilaksanakan pada pukul 14.00 yang dipimpin oleh Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Sedu. *

Penulis: Willy Aran I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *