RUTENG, FLORESPOS.net-Banyak elemen yang harus diperhatikan dalam upaya menata kelola pelaksanaan pendidikan di sekolah agar menjadi lebih baik dan maju.

Salah satu yang mutlak harus ada adalah transparansi dalam seluruh proses di sekolah mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan outputnya.

Ketika membahas materi tata kelola pendidikan di Manggarai, NTT, pada seminar yang diselenggarakan PGRI Manggarai di Ruteng, Selasa (21/11/2023), Dosen Unika St. Paulus Ruteng, Doktor Hendrik Midun mengatakan, sesuai dengan ketentuannya banyak faktor yang menjadi elemen dalam menata kelola pendidikan itu.

“Karena basisnya di sekolah, maka tata kelola itu harus mulai dari sekolah. Banyak elemen penentu memang, tetapi transparansi yang paling utama,” katanya.

Dikatakan, transparansi itu termasuk dalam membagi tugas dan kewenangan kepada semua unsur di sekolah.

Terbuka dan transparan dalam mengelola program dan uang. Sering menjadi soal, pelaksanaan program  dilaksanakan bersama. Tetapi, ketika mengurus uang, tidak lagi transparan.

Kalau mau baik, semua prosesnya harus dilakukan dalam iklim yang terbuka dan transparan sehingga ketika ada soal, maka semua harus bertanggung jawab untuk menyelesaikannya.

Banyak soal muncul, demikian Dosen Hendrik Midun, ketika terjadi muncul suasana yang kurang terbuka dalam pelaksanaan.

Hal itu bisa berdampak buruk, apa yang terjadi di sekolah dibawa keluar hingga ke aparat penegak hukum.

Banyak kasus terjadi di sekolah karena persoalan interen sekolah yang bersumber dari pengelolaan yang tidak terbuka.

“Yang tidak puas, bocor keluar soal di dalam. Maka kalau mau baik, harus transparan dalam seluruh proses yang ada di sekolah,” katanya.

Lalu, bekerja dengan hati. Hal itu penting sekali agar apapun yang dikerjakan dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Kalau bekerja dengan hati, maka ketika ada soal pada item program tertentu, maka pasti tidak membiarkannya, melainkan ikut memberi perhatian dalam menangani persoalan bersama-sama.

Menurutnya, pendidikan  di Manggarai akan kian baik, bermutu, dan berkualitas, jika yang ditata lebih dahulu sekolah-sekolah. Penataan yang berbasis sekolah.

Jika tidak, maka bisa dipastikan keadaan pendidikan akan tetap terus seperti sekarang. Sulit maju dan berkembang sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku secara Nasional.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Wens Sedan mengatakan, dalam dunia teknologi digital sekarang ini urusan apa saja berlangsung terbuka dan transparan. Kalau program sekolah sudah di-upload, maka siapapun bisa mengaksesnya.

“Jadi teknologi ini amat membantu kerja para guru di sekolah. Apa yang dilakukan diketahui dan dipantau yang lainnya,” katanya. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *