LEWOLEBA, FLORESPOS.net-KSP Kopdit Obor Mas dan BPJS Ketenagakerjaan bertepatan HUT ke-51 Kopdit penyalur KUR ini menandatagani kerja sama perlindungan anggota melalui akses asuransi tenaga kerja. Penandatangan berlangsung di Lantai II Kantor Cabang Utama Lewoleba, Kebupaten Lembata, Jumat (17/11/2023).

Penandatangan dilakukan oleh Ketua Pengurus KSP Kopdt Obor Mas Markus Menando, dan Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Bali Nusa Tenggara dan Papua, Kuncoro Budi Winarno disaksikan GM Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, S.Ak, MM; Kadis Koperasi dan Nakertrans NTT, Silvy Peku Jawang; Ketua Inkopdit Joko Susilo; Manajer Puskopdit Swadaya Utama Fransiscus De Fransu; Ketua Pengawas Obor Mas Fransiskus Da Lopez; Penasihat Obor Mas RP. Stefanus Dampur, SVD.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Bali Nusa Tenggara dan Papua, Kuncoro Budi Winarno kepada awak media setelah penandatangan kerja sama mengemukakan bahwa pihaknya dari BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Bali Nusa Tenggara dan Papua, melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Kopdit Obor Mas untuk kepentingan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan diberikan kepada debitur atau anggota penerima KUR di Kopdit Obor Mas.

“Dari sisi kepesertaaan BPJS Ketenagakerjaan ini memberikan jaminan terhadap resiko yang timbul akibat pekerjaan. Selama ini sudah ada perlindungan kepesertaan dengan pengurus, manajemen dan karyawan. Ke depan kami berharap dengan ada PKS ini, kepesertaannya dapat diperluas kepada anggota,” kata Kuncoro.

Kuncoro menjelaskan bahwa keanggotaan Kopdit Obor Mas saat ini berjumlah 140 ribu lebih yang didominasi petani dengan nelayan maka penandatanganan kerja sama ini sangat  dengan upaya BPJS Ketenagakerjaan meningkatkan perlindungan khususnya di sektor informal.

“Dengan PKS ini  maka dengan BPJS Ketenagakerjaan bergandeng tangan dengan Kopdit Obor Mas agar  pekerja sektor informal ini bisa terlindungi dengan layanan BPJS Ketenagakerjaan melalui program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.Dengan kerjasama dengan koperasi ini, maka koperasi dapat menjadi tempat dilakukan pendaftaran,”  katanya.

Diakuinya, pada tahap awal kerja sama perlindungan kepada anggota ini  tersasar kepada sekitar 10.000 anggota KSP Kopdit Obor Mas, di mana saat ini berjalan 500 orang yakni pengurus, pengawas dan manajemen Kopdit Obor Mas.

“Jaminan kematian jika sudah terdaftar, iurannya Rp 16.800 per bulan dan jika terjadi resiko kematian maka si ahli waris mendapatkan Rp 42 juta. Jika terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan biaya timbul akibat perawatan maka peserta tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun, hanya perlu masuk ke rumah sakit atau pusat pelayanan kecelakaan kerja yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Siap Sukseskan

General Manager (GM) KSP Kopdit Obor Mas Leonardus Frediyanto Moat Lering, S.Ak, M.M. kepada awak media menjelaskan pihak pengurus dan manajemen siap menyukseskan pelindungan anggota dengan mewajibkan anggota untuk masuk anggota BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita siap menyukseskan program perlindungan tenaga kerja melakui BPJS Ketenagakerjaan ini,” katanya. *

Penulis: Wall Abulat I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *