LARANTUKA, FLORESPOS.net-Hasil seleksi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Flores Timur, NTT, berproses dari awal September 2023 lalu hingga kini masih menjadi teka-teki.

Merunut dari awal, proses seleksi orang nomor satu pada jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Flores Timur itu dimulai pada 12 September 2023.

Proses itu ditandai dengan pembukaan lowongan secara terbuka bagi para pejabat eselon yang berminat melamar.

Awalnya, ada tiga pejabat tinggi pratama di lingkup Pemda Flores Timur yang mengajukan lamaran. Namun karena regulasi berkaitan dengan seleksi tersebut mengharuskan calon lebih dari tiga orang, maka diperpanjang.

Proses berjalan menghasilkan empat calon dan lolos seleksi administrasi. Mereka, yakni Drs. Petrus Pedo Maran, M.Si., Apolonia Corebima, SE., M.Si., Siprianus Sina Ritan, S.Sos., M.Si., dan Drs. Benediktus Bolibapa Herin.

Empat calon tersebut mengikuti seleksi kompetensi manajerial, dan seleksi kompetensi teknis meliputi penulisan makalah, presentase, dan wawancara, serta penelusuran rekam jejak.

Tiga Besar Hasil Seleksi

Berdasarkan hasil seleksi tahapan yang dilakukan, Panitia Seleksi (Pansel) terdiri dari Kepala BKD Provinsi NTT, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, dan tiga anggota kalangan akademisi dari provinsi, merekomendasikan tiga besar atau tiga orang sesuai perengkingan untuk diproses lebih lanjut.

Tiga besar seleksi Sekda sesuai hasil rekomendasi Pansel diumumkan secara resmi berdasarkan Pengumuman No:BKPSDMD./800.1.3.6/482/Pansel/2023 tanggal 10 Oktober 2023, yakni Drs. Petrus Pedo Maran, M.Si., Apolonia Corebima, SE., M.Si., dan Drs. Benediktus Bolibapa Herin.

Pengumuman itu disampaikan Penjabat Bupati Flores Timur Drs. Doris Alexander Rihi, M.Si. Pengumuman itu pun tidak disertakan dengan nomor urutan perengkingan, tapi diletakkan sejajar (horizontal) dari kiri dan kanan.

Merujuk pengumuman itu, seharusnya Flores Timur sudah punya Sekda definitif setidaknya akhir Oktober 2023.

Tunggu Izin Pelantikan

Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Flores Timur, Rufus Koda Teluma kepada Florespos.net, Senin (6/11/2023) mengatakan, seleksi Sekda Flores Timur diikuti empat calon.

Setelah proses seleksi, Pansel Sekda Flores Timur merekomendasikan tiga besar berdasarkan perengkingan untuk diajuhkan.

Dia tidak menyebut nama, apalagi urutan perengkingan masing-masing calon. Dia beralasan pengumuman tiga besar seleksi sudah disampaikan Pemda ke publik Flores Timur.

Rufus mengatakan, rencana awal, pelantikan 20 Oktober 2023, tapi Pemda Flores Timur hingga saat ini belum mendapat informasi baik dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat dalam hal ini kementerian terkait.

“Proses seleksi sudah selesai. Pansel telah menentukan tiga besar berdasarkan perengkingan. Tiga nama sudah diajuh ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan BKN. Kita sedang menunggu izin pelantikan dari Mendagri,” kata Rufus tanpa menyebut nama calon yang ditetapkan sehingga menunggu izin pelantikan.

Kata Rufus, “Kewenangan menentukan itu di PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian, red). Yang jelas sudah ada tiga nama berdasarkan hasil seleksi. Kita sedang menunggu izin pelantikan dan belum ada kabar dari Kemendagri.”

Profil Singkat Tiga Besar

Tiga besar pejabat tinggi pratama yang mengikuti seleksi Sekda Flores Timur itu mempunyai rekaman jejak dan pengalaman birokrasi yang patut diperhitungkan.

Petrus Pedo Maran mengawali karier eselon sebagai Camat pada masa Bupati Yoseph Lagadoni “Yosni” Herin dan Wakil Bupati Valens Tukan.

Setelah itu, oleh Bupati Yosni Herin, jebolan STPDN/IPDN ini mendapat promosi jabatan sebagai Kepala Bagian Umum Setda Flores Timur.

Tak berapa lama, putra asli Kecamatan Tanjung Bunga (daratan Flores Timur) ini pun dipromosikan menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Flores Timur.

Dia lalu diangkat menjabat Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemda Flores Timur di masa Bupati Anton Hadjon dan Wakil Bupati Agustinus Payong Boli.

Pada tahun 2022, Pedo Maran ditunjuk Penjabat Bupati Flores Timur, Doris Alexander Rihi menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Sekda dan kemudian menjadi Penjabat Sekda menggantikan Paulus Igo Geroda (Sekda, Red) yang tersandung masalah hukum.

Sementara Apolonia Corebima mengawali karier sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bappeda (sekarang Bappelitbangda) Flores Timur selama 14 tahun.

Karir Nia Corebima—begitu biasa disapa terus menanjak dan dipercayakan jabatan sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Flores Timur, dan Kepala Bagian Pembangunan Pemda Flores Timur di masa Bupati Yosni Herin.

Pada masa Bupati Anton Hadjon, perempuan asli Pulau Adonara ini mengikuti seleksi pejabat eselon dan menjadi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur.

Nia Corebima kini menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) merangkap Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Flores Timur.

Sedangkan Drs Benediktus Bolibapan Herin mengawali jabatan eselon dengan mengemban tugas sebagai Kepala Dinas Perhubungan Flores Timur di masa Bupati Yosni Herin.

Lalu, lulusan Seminari Tinggi Ledalero Maumere ini dipercayakan menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Flores Timur di masa Bupati Anton Hadjon.

Saat ini, di masa Penjabat Bupati Doris Alexander Rihi, putra asli Pulau Solor ini mengemban jabatan sebagai Kepala Dinas Sosial Flores Timur.

Siapakah Sekda Flores Timur definitif? Pedo Maran, putra asli Kecamatan Tanjung Bunga di ujung timur daratan Flores Timur, Nia Corebima perempuan asli Pulau Adonara, atau Ben Herin putra asli Pulau Solor? *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *