RUTENG, FLORESPOS.net-Ditemukan tiga siswa SMK Matilda Ruteng, Manggarai, NTT, kemarin, tidak bisa lepas dari jasa seorang penyelam lokal setempat yang menemukan para siswa kelas satu di dasar bendungan.

Penyelam lokal itu bernama Anus Pejang, warga setempat yang beralamat di Desa Lalong, Kecamatan Wae Rii.

Sesuai dengan data dan informasi dari Polres Manggarai, Minggu (12/11/2023) pagi, empat siswa yang tidak berani masuk ke bendungan Wae Ces III, meminta tolong warga sekitar pasca tiga rekannya tenggelam.

Di antara banyak warga yang datang, ada juga penyelam lokal bernama Anus Pejang. Warga Desa Lalong itu yang berani turun ke bendungan yang penuh air dan menemukan tiga siswa.

Menurut Kapolres AKBP Edwin Saleh melalui Humas Ipda I Made Budiarsa, yang ke area bendungan Sabtu siang ada tujuh siswa SMK Matilda dengan tujuan untuk foto-foto dan mandi.

“Kisahnya tiga terduga, seorang siswa terpeleset ke dalam bendungan. Tidak bisa berenang,” katanya.

Sempat meminta tolong. Tetapi, yang bersangkutan tenggelam ke dasar bendungan. Temannya, berupaya menolong, juga terjatuh ke dalam bendungan. Juga tidak bisa berenang.

Yang sama dengan temannya yang ketiga, hendak membantu, tetapi tidak bisa berenang. Ketiganya pun tenggelam di dasar bendungan dan meninggal dunia.

Para siswa itu, yakni Vilman Noli Bodo alias Emon asal Bajawa, Ngada,  Yosep Casalta Reta alias San asal Bajawa, Ngada, dan Polcearnus Dasa alias Polce asal Watu Cie, Kecamatan Poco Ranaka, Matim.

Ketiga jenazah telah diantar keluarga masing-masing pasca dievakuasi dari tempat kejadian ke RSU Daerah Manggarai dan selesainya proses pemeriksaan secara medis.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Manggarai, Stef Tawar mengatakan, pencarian tiga korban tenggelam tiga mudah dari siang hingga sore. Entah kebetulan atau tidak, tiga jenazah ditemukan usai diadakan ritus adat.

“Kemarin itu, dibuatkan ritus adat di bendungan itu. Tidak lama, tiga korban ditemukan di dasar bendungan oleh warga yang turun ke dalam air,” katanya.

Sesuai dengan cerita warga setempat, demikian Kaban Stef, warga setempat tidak biasa mandi di bendungan itu. Agak angker menurut warga.

Karena itu, banyak warga yang datang tidak berani turun ke dalam bendungan untuk mencari tiga siswa itu. Warga heran mengapa para siswa itu mau mandi atau apalah di bendungan itu.

Peristiwa naas yang menghebohkan Manggarai seperti diberitakan media ini sebelumnya, terjadi kemarin siang pukul 13.00 Wita.

Berita tiga siswa yang tenggelam menjadi perhatian publik sehingga banyak sekali warga Kota Ruteng yang mendatangi tempat kejadian yang terletak di Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *