Oleh: RD. Donnie Migo

Jumat, 10 November 2023

(Peringatan Wajib Santo Leo Agung)

Saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus,

Pada hari ini kita memperingati Santo Leo Agung. Ia telah memperjuangkan sifat-sifat Gereja yang hingga saat ini kita kenal, yakni Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik.

Sebagai paus, ia sangat berjasa mempertahankan kota Roma dari serangan pada tahun 452 oleh Bangsa Hun. Sebagai seorang yang sungguh beriman, ia menunjukkan kesaksian yang kuat bahwa hidupnya dalam kepercayaan kepada Kristus.

Dalam injil Lukas hari ini (16:1-8), Tuhan Yesus memberikan sebuah contoh tentang hamba yang cerdik, untuk menjelaskan bagaimana anak-anak dunia ini tidak bertanggung jawab atas kesalahan yang telah dibuat dan bagaimana kecerdikannya menghantar mereka pada dosa.

Kedua sikap ini membuat anak-anak dunia hidup dalam kegelapan. Sebaliknya anak-anak terang adalah mereka yang memiliki tanggung jawab dan kejujuran dalam bersikap.

Sehingga perkataan dan Tindakan mereka mengarah kepada kebenaran. Tuhan Yesus mengharapkan agar kita berada di posisi anak-anak terang; sebagaimana Kristus adalah terang bagi dunia.

Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Rasul Paulus menekankan bahwa sebagai seorang murid Tuhan, ia tidak berani berkata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus (Roma 15:18).

Penekanan ini memiliki makna bahwa identitas kemuridan kita sangat nampak pada nilai kejujuran dan kebenaran yang kita pegang. Itu yang membuat kita menjadi terang dalam kegelapan.

Marilah saudara-saudariku sekalian, kita meneladani Santo Leo Agung yang menyandarkan hidupnya pada sumber kebenaran satu-satunya, yakni Kristus. Ia menjadi terang, bukan hanya bagi kota Roma tetapi bagi seluruh umat. *

RD. Donnie Migo, Imam Keuskupan Maumere, Mahasiswa Global Programs (Missouri School of Journalism) pada University of Missouri, USA

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *