Oleh: RD. Donnie Migo

Kamis, 9 November 2023

(Pesta Pemberkatan Basilika St. Yohanes Lateran)

Saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus,

Pada hari ini kita memperingati Pesta Pemberkatan Basilika St. Yohanes Lateran. Basilika ini terletak di pusat kota Roma dan menjadi salah satu basilika dari keempat basilika kepausan yang berdiri di kota Roma.

Ketiga lainya adalah Basilka Santo Petrus di Vatican, Basilika Santa Maria Maggiore (Mary Major) dan Basilika Santo Paulus fuori le mura (outside of walls/di luar tembok).

Basilika tertua ini disucikan sebagai katedral dari Uskup Roma yang sekaligus menjabat sebagai Paus, sebab hingga tahun 1870, basilika ini menjadi saksi dari penobatan para paus dan berbagai sejarah penting dalam Gereja Katolik. Setiap tahun Paus merayakan Ekaristi Kamis Putih di dalam basilika ini.

Sejalan dengan Pesta Basilika Santo Yohanes Lateran, bacaan-bacaan suci hari ini mengangkat satu tema umum, yakni tentang bait Allah.

Nubuat Nabi Yehezkiel dalam bacaan pertama mengisahkan bagaimana ia melihat air yang mengalir dari bagian kanan Bait Allah (Yehezkiel 47:1) dan ke mana saja air itu mengalir segala mahluk yang berkeriapan di sana akan hidup (Yehezkiel 47:9). Di sini, kita dapat menemukan bahwa Bait Allah merupakan sumber yang memberikan kehidupan.

Bacaan injil Yohanes mengisahkan bagaimana Tuhan Yesus mempersiapkan Hari Raya Paskah dengan menyucikan bait Allah dari aktivitas perdagangan dan penukaran uang.

Membaca teks ini secara sepintas mungkin membawa kita pada konsep Bait Allah sebagai bangunan fisik, namun Tuhan Yesus menunjukkan bahwa Bait Allah yang Dia maksudkan adalah tubuhNya sendiri: “Rombaklah bait Allah ini, maka Aku akan mendirikannya dalam tiga hari,” (Yohanes 2:19).

Tuhan mengajak kita untuk menyucikan diri agar kita dapat layak merayakan paskah; menyucikan diri dari dosa-dosa yang menodai bait kudus Allah; tubuh kita sendiri, sebab rumah doa adalah sarana yang memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan Allah, namun tubuh kita adalah tempat tinggal Allah. Oleh sebab itu, pada hakikatnya tubuh itu haruslah kudus.

Mengenai Bait Allah yang sesungguhnya ini, Rasul Paulus dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus menegaskan bahwa jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu (1 Korintus 3:17).

Marilah pada hari ini kita bersyukur dalam perayaan Pesta Basilika Santo Yohanes Lateran dengan pertama-tama menguduskan diri kita agar layak menjadi tempat Allah tinggal dan membiarkan diri kita dituntun oleh kasihNya yang menyelamatkan. *

RD. Donnie Migo, Imam Keuskupan Maumere, Mahasiswa Global Programs (Missouri School of Journalism) pada University of Missouri, USA

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *