BAJAWA, FLORESPOS.net-Tim sepakbola kebanggaan masyarakat Kabupaten Nagekeo, Persena harus menerima kenyataan pahit di Liga Pelajar Soeratin Cup U-17 Tahun 2023, di Bajawa, Kabupaten Ngada, NTT, karena didiskualifikasi.

Ihwal didiskualifikasinya Persena Nagekeo terungkap pada Sabtu (4/11/2023) saat technical meeting rilis pengumuman 16 tim yang memasuki babak 16 besar.

Technical meeting dipimpin Lukman Hakim, Ketua Komisi Disiplin (Komdis) Asprov PSSI NTT, didampingi Wakil Sekretaris Asprov PSSI Piter Fomeni dan Seksi Pertandingan Kletus Gabhe.

Saat itu, dari Nirwana 04 Nagekeo yang juga hadir menginterupsi dan menyampaikan keberatan melalui surat kepada Asprov PSSI NTT, karena Persena Nagekeo pernah memainkan pemainnya berusia lebih dari 17 tahun.

Persena Nagekeo lantas mendapat sanksi tegas. Akibatnya, Persena Nagakeo yang berada pada posisi 3 terbaik di tidak bisa melaju ke babak 16 besar.

Mengaku Salah

Salah satu pemain Persena Nagakeo, Andreas Inova Tue lantas menjadi sorotan dari persoalan tersebut. Kepada Florespos.net saat ditemui di penginapan Persena Nagekeo, di Kampung Boua, Desa Ubedolumolo, Minggu ( 5/11/2023) malam, Andre mengaku dia yang salah terhadap masalah tersebut.

Andre mengaku, dia lahir pada 18 Juni 2005. Ketika direkrut menjadi pemain Persena Nagekeo, dia mengetahui kalau umur/usianya sudah melewati 17 tahun. Namun keinginan untuk bermain pada Soeratin Cup U-17 tinggi, maka dia menipu.

Dia menjelaskan, dokumen yang dimasukkan adalah dokumen keluarga dekatnya yang usianya belum 17 tahun. Nama yang dimasukkan adalah Yohanes Alvaro Babtista Beka. Surat-surat baik asli maupun fotokopi diberikan Yohanes dengan alasan bahwa ingin bermain bola dan disetujui.

“Tidak ada yang suruh saya untuk merubah umur. Saya hanya punya niat sendiri untuk bisa main maka saya menipu,” ungkapnya.

Dia menyesal atas hal itu, karena telah menipu manager, tim pelatih, sahabat-sahabatnya, paguyuban dan masyarakat Kabupaten Nagekeo.

“Saya tidak pernah bayangkan hasilnya seperti ini. Saya minta maaf atas semuanya ini termasuk kepada Pemerintah. Saya minta maaf sebesar-besarnya,” ungkapnya.

Andre mengatakan, perasaan salahnya muncul saat bermain melawan Sumba Tengah. Saat itu, dia enggan jujur baik kepada sesama teman maupun manajemen.

Pada kesempatan itu, Andre juga menyampaikan, bahwa selama ini baik dia maupun ibunya tidak pernah mengurus dokumen kependudukan terutama KTP.

Dia merasa kaget beredar KTP atas namanya di media sosial. KTP itu dikeluarkan pada tanggal 30 Oktober 2023. Sementara pada tanggal tersebut, dia sedang mengikuti pertandingan Soeratin Cup U-17 di Bajawa.

Sementara itu Kanis Laking, Ketua Tim Persena Nagakeo pada kesempatan yang sama mengatakan menerima keputusan Asprov PSSI NTT tentang persoalan yang menimpa timnya.

Secara jujur, dia menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah membayangkan persoalan ini akan menimpa timnya. Persoalan yang sangat penting, adalah kurangnya pencermatan terhadap berkas yang dimasukkan anak tersebut.

Menurutnya, yang bersangkutan memasukkan berkas atas nama Yohanes dan memasukkan dokumen pribadi Yohanes. Sementara yang bersangkutan bernama Andreas yang mana manajemen sama sekali tidak mengenal benar anak tersebut.

Kata dia, saat direkrut lewat seleksi di Kecamatan Boawae dan diberikan kesempatan untuk memasukkan berkas yang bersangkutan memasukkan berkas orang lain. Semua berkas itu dikirim ke Asprov PSSI NTT.

Pihaknya baru mengetahui hal itu, ketika pertandingan pertama melawan Persiteng ada klub yang protes dan menyampaikan bahwa anak tersebut bukan bernama Yohanes, tapi Andreas dan telah berusia 18 tahun.

“Atas nama teman-teman manajemen saya menyampaikan permohonan maaf kepada publik sepakbola Nagekeo atas ketidakcermatan kami ini,” kata Kanis Laking.

Kata Kanis Laking, ini juga menjadi pembelajaran untuk kemajuan Persena ke depannya. Pihaknya menerima keputusan Asprov PSSI NTT untuk tidak memasukkan Persena Nagekeo pada 16 besar Soeratin Cup U-17 Tahun 2023.

Babak 16 Besar Dimulai

Babak 16 besar pagelaran Soeratin Cup U-17 Tahun 2023 resmi dimulai Senin (6/11-2023. Pertandingan dipusatkan di Stadion Lebijaga Bajawa.

Ke-16 tim tersebut, adalah PSN Ngada juara Grup A berhadapan dengan runner up Grup B Persab Alor. PSK Kupang juara Grup B berhadapan dengan runner up Grup A Bintang Timur Atambua.

Persada Sumba Barat Daya juara Grup C berhadapan dengan Persebata Lembata runner up Grup D. BMU Alor  juara Grup D melawan Persim Manggarai runner up grup C.

Juara Grup E, Persewa Waingapu melawan Persematim runner up Grup F, Citra Bakti Ngada juara Group F berhadapan dengan Perserond runner-up Group E.

Lalu, BMP Flores Timur peringkat 3 pertama melawan Persami Maumere juara Group G dan PSKK Kupang berhadapan dengan peringkat 3 terbaik 2 yang belum dirilis Asprov. Sumber terpercaya mengatakan, Nirwana 04 dipastikan menggantikan Persena Nagekeo yang didiskualifikasi. *

Penulis: Wim de Rozari / Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *