LARANTUKA, FLORESPOS.net-Penataan Pasar Inpres yang terletak di pusat Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT, terkesan buruk.

Ada banyak pedagang menggelar dagangan di luar areal dalam bangunan pasar dan separuh badan jalan.

Pantauan Florespos.net, Sabtu dan Minggu (4-5/11/2023), ada pedagang yang menggelar dagangan di luar bangunan pasar dan separuh badan jalan menggunakan daun pisang, karung bekas, gardus, ember, baskom dan wadah lainnya.

Ada pula pedagang yang sudah membangun tempat darurat dan menggunakan payung-payung bertebaran di separuh badan jalan bagian timur bangunan pasar.

Kondisi dan Suasana Pasar Inpres Larantuka, Kabupaten Flores Timur

Umumnya, yang menggelar dagangan di luar areal bangunan pasar, yakni pedagang tetap yang setiap harinya berdagang. Sebagian lagi pedagang musiman.

Kondisi yang terjadi tersebut, tampak membuat pedagang, pengunjung pasar dan kendaraan “rebutan” jalan, karena jalan tambah sempit, semrawut, dan kemacetan.

Pengunjung Pasar Inpres Larantuka mengungkapkan, setiap hari jalan di bagian timur bangunan pasar penuh dengan pedagang yang menggelar dagangan. Mereka, tidak hanya pedagang tetap, tapi juga pedagang musiman.

“Apalagi hari Sabtu dan Minggu, macet total karena kendaraan angkutan pasar, motor dan pembeli berebutan jalan dengan pedagang. Kalau pasar ini ditata baik dan tiap hari dijaga petugas tentu tidak seperti ini,” kata sejumlah pengunjung kepada Florespos.net, Sabtu dan Minggu (4-5/11/2023).

Kondisi dan Suasana Pasar Inpres Larantuka, Kabupaten Flores Timur

Sementara sejumlah pedagang yang menggelar dagangan di luar dan separuh badan jalan mengaku lebih memilih berjualan di luar karena lebih banyak dan lebih cepat laku atau dibeli pembeli.

Disaksikan Florespos.net, di bagian dalam areal bangunan pasar masih banyak tempat kosong yang bisa digunakan untuk menggelar dagangan. Tempat yang masih kosong itu, juga bisa dijadikan parkiran kendaraan bermotor.

“Kalau ditata dengan baik, bukan tidak mungkin Pasar Inpres Larantuka ini bisa mendatangkan PAD, mulai dari retribusi jualan pedagang, retribusi kios/los, parkir kendaraan, dan masih banyak lagi,” kata Melky dan Damianus, Minggu (5/11/2023), warga Larantuka yang saat itu mengunjungi pasar tersebut.

Kondisi dan Suasana Pasar Inpres Larantuka, Kabupaten Flores Timur

Kondisi dan suasana semrawut, juga tampak di kiri dan kanan trotoar sepanjang jalan terutama di depan SDI Ekasapta, Kantor Kelurahan Ekasapta, Perpustakaan dan Kantor BRI Unit.

Di sepanjang kiri dan kanan trotoar, ada begitu banyak bangunan tempat jualan pedagang. Bangunan tempat dagangan itu, bahkan ada yang sudah berada di trotoar. Padahal berada di jalan protokol.

Belum lagi, kendaraan pengunjung pasar dan pengguna pasar lainnya yang parkir di separuh badan jalan membuat jalan protokol Kota Larantuka itu sempit dan kemacetan. Petugas pasar atau aparat tidak melakukan penertiban. *

Penulis: Wentho Eliando / Editor: Anton Harus

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *