LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Hasil aneka hortikultura asal Kabupaten Ngada, sejauh ini menguasai pasar di kota super premium Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT.

Gabriel Bagung, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perindag) Mabar baru-baru ini kepada media ini di Labuan Bajo menyebutkan, hortikultura asal Ngada yang diperdaagangkan di pasar-pasar di Labuan Bajo ibu kota Mabar itu jenisnya macam-macam.

Disebutkan, aneka macam tanaman hortikultura asal Ngada yang diperdagangkan di pasar-pasar di Labuan Bajo di antaranya cabe/lombok, tomat, wortel, kentang, labu, picai, kol, dan jahe. Jenis buahnya antara lain advokat, pepaya, markisa.

Selain asal Ngada, hortikultura dan buah-buahan dari daerah lain yang juga menguasi pasar di Labuan Bajo, kota super premium karena pariwisatanya, yakni dari Kabupaten Manggarai Flobar NTT, Bima- Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan.

Khusus buah, belakangan hasil petani Mabar sendiri antara lain melon, semangka, pisang, mangga, pepaya California.

Hortikultura yang lainnya yaitu kangkung, daun singkong, bawang merah, terung, sawi, rebung, kestela, tomat, tidak terkecuali kunyit, jahe, serai, selesri, daun kemangi dan daun pandan serta lain-lain.

Masih Kadis Bagung, ketersedian hortikultura dan beragam pangan lainnya di Labuan Bajo sebagai kota Industri perhotelan harus selalu ada setiap waktu. Tidak bisa alasan musim baru ada, karena kebutuhan tidak kenal musim.

“Prinsipnya harus selalu jaga kualitas, kwantitas, kontinyuitas, dan keneksitas,” ujar Kadis Bagung.

Lanjut Kadis Jagung, memang petani Mabar belakangan sudah bangkit berusaha/menanam aneka tanaman pangan, termasuk hortikultura.

Namun perkembangan Labuan Bajo dan sekitarnya yang terus “menggila”, ketersedian  hortikultura/buah-buahan/rempah-rempah sepertinya masih terbatas.

“Ini ruang dan peluang prodak pangan serupa terpasok dari daerah lain masuk Labuan Bajo,” katanya. *

Penulis: Andre Durung / Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *