MAUMERE, FLORESPOS.net-SMKS Yohanes XXIII Maumere bekerja sama dengan Dinas Nakertrans Kabupaten Sikka, NTT, mengadakan kegiatan sosialisasi Bursa Kerja Khusus (BKK) pada Selasa (31/10/2023).

Kegiatan berlangsung di SMKS Yohanes XXIII, dihadiri Kepala Dinas Naketrans Kabupaten Sikka, Kepala Telkom Maumere, Kepala Karunia Bunda Course, Kepala SMKS Yohanes XXIII Maumere, guru-guru kejuruan SMKS Yohanes XXIII Maumere dan perwakilan siswa-siswi kelas XI.

Kepala Nakertrans Sikka Vallery Samador menjelaskan, kegiatan sosialisasi sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap sekolah-sekolah kejuruan dalam mempersiapkan peserta didik sebelum masuk ke dalam dunia kerja.

“Kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Nakertrans kepada sekolah-sekolah kejuruan dalam menyiapkan peserta didik masuk dunia kerja nantinya,” kata dia dalam sambutan.

“Terima kasih kepada SMK Yohanes XXIII yang mau bekerja sama dalam melakukan sosialisasi BKK. Sekolah ini menjadi SMK yang pertama kami kunjungi,” tambah Vallery Samador.

Berdasarkan data dari Kepala Nakertrans Kabupaten Sikka, jumlah pengangguran pada tahun 2021 berjumlah 8000 orang. Angka tingkat pengangguran ini kemudian menurun pada tahun 2022.

Namun, pada tahun 2022 muncul kelompok pengangguran angkatan kerja. Kelompok ini hadir sebagai akibat dari jumlah tamatan sekolah yang hadir dalam jumlah besar sedangkan jumlah lapangan kerja tidak mencukupi.

Untuk mengatasi masalah pengangguran angkatan kerja ini, kata Vallery Samador, kedepannya sekolah-sekolah kejuruan dapat menjadi tempat untuk menyiapkan informasi berkaitan dengan pasar kerja.

Senada disampaikan Kepala PT. Telekomunikasi Indonesia Area Kabupaten Sikka, Muhamad Nasir Humris.

“Peserta didik kita saat ini tergolong Generasi Z. Kelompok anak muda yang begitu aktif menggunakan smartphone dan media sosial. Penting untuk mempersiapkan mereka secara fisik dan mental sebelum masuk dalam dunia kerja.”

Dia menambahkan kegiatan tersebut juga sebagai proses menyiapkan peserta didik yang nantinya bekerja untuk memahami konteks kehidupan kaum muda saat ini.

“Penting untuk mengingatkan mereka akan bahaya jejak digital yang ditinggalkan. Sebab seorang pencari kerja bisa kehilangan pekerjaan dimenit-menit akhir apabila ditemukan rekam jejak digital yang menurut perusahaan dapat memberikan dampak buruk,” kata Muhamad Nasir Humris.

Untuk mempersiapkan peserta didik masuk dalam dunia kerja ketika lulus dan menjalankan peran sekolah sebagai tempat menyiapkan informasi berkaitan dengan pasar kerja, SMKS Yohanes XXIII Maumere melakukan penandatanganan kesepakatan kerja dengan beberapa mitra kerja, yakni PT. Telekomunikasi Indonesia Area Kabupaten Sikka dan Karunia Bunda Course.

“Penandatanganan ini sebagai bentuk dukungan pihak sekolah kepada peserta didik dalam mencari lapangan pekerjaan. Penandatanganan MoU ini, juga diharapkan dapat menjadi pintu pembuka terjadinya kerja sama dengan mitra-mitra kerja kedepannya,” kata Kepala SMK Yohanes XXIII Maumere, Marselinus Moa Ito.

Hadir dalam penandatanganan, Wakasek Humas SMKS Yohanes XXIII Maumere, Ignasius Charles Kawe, S. Kom sebagai penanggung jawab kegiatan sosialisasi BKK.

Penandatanganan kesepakatan kerja antara SMKS Yohanes XXIII Maumere dan mitra dilakukan dan disaksikan oleh peserta kegiatan sosialisasi. Setelah penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi sosialisasi oleh Dinas Naketrans Kabupaten Sikka. *

Penulis: Maxi L. Sawung, Tenaga Tendik SMK Yohanes XXIII Maumere

Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *