ENDE, FLORESPOS.net-Keberadaan Loka POM di Kabupaten Ende, Provinsi NTT, telah banyak memberikan kontribusi positif bagi pemerintah dan masyarakat dari waktu ke waktu.

Loka POM Ende semakin baik dan profesional terutama pada saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pada berbagai tempat yang menyediakan obat dan makanan.

Pemkab berharap Loka POM dan pemerintah terus meningkatkan jalinan kerja sama dan komunikasi dalam bingkai sinergitas yang kuat untuk memajukan Kabupaten Ende menuju sebuah perubahan terutama mewujudkan masyarakat yang sehat.

Hal ini ditegaskan oleh Bupati Ende, Djafar Achmad dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Ende, Dr Agustinus Ngasu saat membuka kegiatan Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2023 dan sosialisasi perkuatan sinergisitas Pentanelix terhadap Obat dan Makanan oleh Loka POM Ende, di Aula Hotel Syifa Ende, Kamis (2/11/2023) pagi.

Kegiatan dihadiri oleh pejabat yang mewakili Kepala Balai POM Kupang, Kepala Loka POM Ende, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah dari Kabupaten Ende,Nagekeo dan Kabupaten Ngada, Akademisi, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Ikatan Apoteker Indonesia, pelaku usaha, serta media masa.

Bupati Ende mengatakan Kegiatan Forum Konsultasi Publik merupakan moment yang sangat tepat bagi loka POM Ende untuk berdisikusi bersama dengan komponen masyarakat serta para pemangku kepentingan guna mengetahui sejauhmana pelayanan Loka POM khususnya  keamanan makanan dan obat.

“Pemerintah menyambut baik pelaksanakan konsultasi publik karena  menunjukan keseriusan dan  tanggung jawab serta kepedulian yang luar biasa dari loka POM untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat konsumen dikabupaten Ende,” katanya.

Bupati mengharapakan melalui kegiatan konsultasi publik dapat menghasilkan rekomendasi yang nantinya menjadi rujukan atau pijakan Loka POM Ende dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Loka POM Ende, Beni Hendrawan Prabowo mengatakan FKP ini sesuai UU No 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik. Loka POM Ende telah melakukan pengawasan terhadap obat dan makanan  juga penindakan hukum.

Beni mengakui dalam melakukan pelayanan publik memang masih ada keterbatasan yang dimiliki mulai dari peraturan yang mengikat sehingga tidak bisa memberikan pelayanan sesuai harapan masyarakat.

Selain itu  keterbatasan sarana prasarana yang dimiliki Loka POM Ende juga menjadi kendala yang dihadapi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan Forum Konsultasi Publik hari ini kita dapat menjumpai titik terang dimana hal yang diberikan sesuai standar dan keinginan dari masyarakat,” katanya.

Beni mengatakan kegiatan hari ini selain melaksanakan kegiatan FKP juga melaksanakan sosialisasi perkuatan sinergisitas Pentanelix terhadap Obat dan Makanan.

Sinergitas ini berkaitan  dengan di lapangan. Pengawasan obat dan makanan tidak menjadi tanggung jawab badan pengawas obat dan makan tetapi menjadi tanggung jawab semua komponen.

“Pengawasan obat dan makanan yang efektif bisa dilakukan secara bersama sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” katanya. *

Penulis: Willy Aran / Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *