Oleh: Astuti Manut

PESTA demokrasi lima tahunan Pemilihan Umum (Pemilu) saat ini sedang hangat diperbincangkan di lingkungan masyarakat.

Sebagai makhluk yang berpolitik, masyarakat terlibat dan terbontang banting ke sana kemari menyuarakan isi hati siapa yang pantas dan layak menjadi pemimpin yang dapat mensejahterakan rakyat.

Politik adalah komunikasi atau interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka pelaksaan keputusan untuk memenuhi kepentingan bersama. Politik dapat dikatakan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

Politik berfokus pada kesejahteraan seluruh masyarakat yang sangat menekankan kesamaan, keadilan, dan solidaritas dan penghindaran eksploitasi antar manusia dan mengutamakan kepentingan kolektif dari pada kepentingan individu.

Politik yang baik mesti berpegang teguh pada nilai-nilai moral dan etika. Dalam tindakan politik menerapkan kejelasan dalam tindakan dan keputusan politik.

Politik yang baik, adalah tentang melayani, menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi, dan bekerja untuk kebaikan bersama.

Setiap manusia memilki haknya masing-masing terutama hak dalam berpolitik, hak untuk menyalurkan pendapat atau menyumbangkan pendapatnya.

Hak dari setiap manusia tidak dapat dibantah atau ditindas oleh siapapun. Hak itu menuntun manusia sebagai manusia yang bersolider.

Sekarang dunia politik sedang membara, terbangun konsep politik yang menggoda, pemisahan dan pemecahan merajalela seolah-olah identitas politik adalah satu-satunya yang melahirkan perpecahan, mengabaikan persatuan serta memperkuat perpecahan itu sendiri.

Sekarang ini isu-isu yang sering terjadi dimasyarakat adalah perpecahan antarpersaudaraan sebagai akibat dari perbedaan pilihan. Hal ini berarti norma dan etika berpolitik tidak digunakan lagi dan defeni si politik yang baik tidak diterapkan lagi.

Hal ini bukan hanya menjadi keprihatinan masyarakat tertentu saja melainkan termasuk dalam masalah kemanusiaan yang mementingkan penghormatan daripada peradapan. Menanamkan rasa benci iri hati akan mengajakmu masuk dalam dunia yang gelap dan kejam.

Sekarang ini msalah-masalah diatas sering terjadi di masyarakat apalagi selama masa pesta demokrasi ini. Permusuhan, sebagai balas dendam merajalela bahkan keluarga dekat atau keluarga yang berasal dari satu rahim pun terpecah dan bermusuhan karena politik tersebut.

Politik yang bertujuan untuk mempersatukan daripada memecahbelah adalah pendekatan yang baik dalam membangun masyarakat yang kokoh dan harmonis.

Politik yang bersifat pemersatu berusaha mengatasi perpecahan dan konflik dengan merangkul keragaman dan mencari kesepakatan ditengah perbedaan.

Ini adalah cara untuk menciptakan lingkungan politik yang lebih stabil dan inklusif yang dapat memajukan kesejahteraan seluruh masyarakat.

Dalam dokumen Gereja Katolik Gaudium et Spes artikel 24 menegaskan bahwa “Allah yang memelihara semua orang menghendaki agar mereka semua satu keluarga, dan saling menghadapi dengan sikap persaudaraan.”

Ini berarti bahwa Allah menghendaki agar persaudaraan yang memancarkan kebaikan hati, batin yang tidak tertekan menerapkan nilai cinta kasih terhadap sesama.

Begitu pun dalam hal berpolitk, berpolitklah seadanya dan tingkatkan rasa persaudaraan sebagai wujud cinta kasih allah dan ingat bersaudara itu selamanya.

Gaudium et Spes artikel 24 menegaskan politik sebagai pemenuhan rasa cinta manusiawi adalah kedekatan yang menem patkan kesehateraan dan hak asasi manusia sebagai prioritas utama.

Ini berarti dapat menciptakan keadilan sosial, kesetaraan, kebebasan, serta menghindari konflik dan kekerasan.

Politik yang berjiwakan cinta  akan persaudaraan memungkinkan terciptanya kesehateraan, kebaikan bersama dan keadilan bagi semua orang.

Politik yang baik menunjang terciptanya kebijakan-kebijakan politk yang sesuai dengan prinsip kristiani dengan terwujudnya bonum commune serta keberpihakan dan solidarita terhadap mereka yang tertindas, miskin, berkekurangan dan terpinggirkan.

Bonum commune ialah kondisi yang memungkinkan setiap orang atau kelompok mencapai kepenuhanya. Artinya bonum commune dibangun melalui kesepatakan dan partisipasi aktif dari semua anggota komunitas.

Oleh karena itu nilai politik terealisasi secara lebih luas dan dapat dinikmati dan dirasakan oleh banyak orang.

Iman yang kuat terhadap nilai-nilai kemanusiaan adalah landasan penting dalam politik dengan solidaritas terhadap sesama.

Ini berarti berkomitmen untuk mengutamakan kesejahteraan bersama, memerangi diskriminasi dan bekerja untuk menciptakan kebijakan yang adil dan berkelanjutan.

Dengan iman yang solider terhadap sesama dalam berpolitik kita dapat membantu membangun masyarakat yang lebih baik dan berkeadilan.

Iman yang kuat dan solider terhadap sesama manusia dasar atau nilai dasar yang patut dihargai. Iman yang kuat dan solider ini mencerminkan sikap kasih sayang, toleransi pengertian dan keterlibatan positif. ***

Penulis: Mahasiswi Stipas St. Sirilus Ruteng, NTT

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *