MAUMERE, FLORESPOS.net-Untuk mengenang jasa pejuang kemanusiaan Suster Eustochia Monika Nata, SSpS yang wafat pada 8 November 2021 lalu, maka Tim Relawan Untuk Kemanusiaan (TRUK) menerbitkan satu buku kenangan berjudul “Karya Kemanusiaan Tidak Boleh Mati.”

Judul buku ini disadur dari wasiat yang ditinggalkan oleh Suster Eustochia yang diucapkan dalam pelbagai kesempatan sebelum ia wafat, termasuk saat peresmian Kantor TRUK Maumere pada 15 Desember 2020 di mana ia berkata “Saya boleh mati, tetapi karya kemanusiaan tidak boleh mati.”

Buku ini ditulis oleh Wartawan Senior Walburgus Abulat yang saat ini menjadi Wakil Pemimpin Redaksi Flores Pos Net dan Pemimpin Redaksi Mudikalink.net (anak dari Florespos.net).

Prolog berjudul Jejak Cinta Sang Pahlawan Sinta ditulis  oleh Provinsial Kongregasi SSpS Flores Bagian Timur (FBT) Suster Ines Surat Lanan,  SSpS.

Buku yang diterbitkan/dicetak Moya Zam-Zam Bantul Yogyakarta, dan di lay out/cover oleh Dominikus Alfesto dan Mateus Alfa Wardona Putra ini memuati history dan story perjuangan kemanusiaan Suster Eustochia bersama tim kemanusiaan Kongregasi SVD dan Kongregasi SSpS dan mitra kerja yang mendirikan wadah khusus untuk memperjuangkan nasib para perempuan dan anak yang menjadi korban kemanusiaan, korban perdagangan orang, dan korban kekerasan seksual dan korban dalam rumah tangga. Wadah ini dikenal dengan nama saat ini TRUK.

Buku Sr. Eustochia, SSpS: Karya Kemanusiaan Tidak Boleh Mati

Buku setebal 200 halaman lebih ini memuati 24 tulisan utama yang mengupas secara detail perjuangan Suster Eustochia bersama kru TRUK dan mitra kerja dalam advokasi, pendampingan dan proses hukum terhadap para korban.

Inilah 24 materi utama yang dikupas dalam buku ini yakni Kongregasi SSpS Nyalakan Api Kemanusiaan Perempuan Profetis di Flores; Catatan-Catatan Lepas Tentang Pembentukan TRUKF; Cikal Bakal TRUK: Meniti Sejarah, Memuliakan Kemanusiaan; Visi, Misi, Prinsip, dan Standar Etika Pelayanan TRUK;

Misi Kemanusiaan ke Timor Leste  Perkokoh Eksistensi TRUK di Kancah Nasional;  Misi Kemanusiaan Sr. Eustochia dan Relawan  ke Provinsi Aceh Gemparkan Umat Islam Dunia; Suster Eustochia dan TRUK Merasul, Perempuan Berdaulat;

Suster Eustochia Perjuangkan Hak Perempuan Korban KDRT di PBB; Suster Eustochia Hadirkan Wajah Allah di Tengah Dunia; Sr. Eustochia Monika Nata:Pejuang dan Pahlawan Pendidikan Tanpa Tanda Jasa; Menulis Dari Ketikan Lepas Oma Sr. Eustochia Monika Nata, SSpS;

Suster Eustochia dan TRUK Mengemban Tugas Misi Pastoral Selaras Zaman; Uskup Augsburg Jerman Dr. Bertram Perkokoh Tali Kemanusiaan di Kantor TRUK Maumere; Sosok Pejuang Kemanusiaan Lintas Agama, Sr. Eustochia Berjuang Hingga Titik Darah Terakhir; Quo Vadis, Perjuangan Gereja dan Elemen Umat Perangi Perdagangan Orang;

Hentikan Perdagangan Orang di Indonesia; Uskup Maumere Dukung TRUK Perangi Praktik Perdagangan Orang; Selamat Jalan Pahlawan Kemanusiaan Suster Eustochia, SSpS;  Suster Eustochia Jadi Icon Pejuang Kemanusiaan Nasional, Sr. Eustochia Terima Penghargaan Cincin Emas;

TRUK Gandeng Aktivis Nasional dan Provinsi Perjuangkan Penerapan UU TPKS; Suster Eustochia di Mata  Pengurus, Perintis dan Mitra Kerja; Provinsial SSpS FBT Nyalakan Api Kemanusiaan Sr. Eustochia; dan Sr. Eustochia: Karya Kemanusiaan Tidak Boleh Mati.

Buku ini juga dilengkapi kata pengantar dan pertanggungjawaban Penulis, Sambutan Ketua Perkumpulan Divisi Perempuan TRUK Sr. Fransiska Imakulata, SSpS, S.H.;

Sambutan Pemimpin Provinsi SSpS Flores Bagian Timur, Sr. Ines Surat Lanan, SSpS; Sambutan Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, dan Personalia Perkumpulan Divisi Perempuan TRUK 2022-2027.

Diluncurkan pada 8 November

Ketua Perkumpulan Divisi Perempuan TRUK, Suster Fransiska Imakulata, SSpS, S.H., atau yang akrab disapa Suster Ika kepada Florespos.net di Kantor TRUK  Jalan Ahmad Yani Maumere, Kamis (26/10/2023) mengemukakan pihaknya telah mengagendakan peluncuran buku bertepatan dengan dua tahun momen wafatnya Suster Eustochia pada Rabu 8 November 2023.

“Buku ini akan dilaunching pada 8 November 2023,” kata Suster Ika.

Ditanya harga buku per eksemplar, Suster Ika menjelaskan buku ini selain untuk mengenang jasa-jasa Suster Eustochia, juga dimaksudkan untuk menggalang dana untuk kepentingan kelanjutan karya kemanusiaan Suster Eustochia.

“Karena itu, kami telah menyepakati harga buku per eksemplar minimal Rp125.000. Bagi para pihak yang mendukung kelanjutan perjuangan Suster Eustochia dan TRUK, kami persilahkan untuk membeli buku dan kami siap menerima kalau ada yang memberikan sumbangan lebih,” kata Suster Ika.

Kontributor: Yuventus Wedjo Sabu/Editor: Wentho Eliando

Silahkan dishare :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *